Daftar Lupa kata kunci?
Sunday, February 12, 2012 21:55

Beri Rating:

Sebarkan:

  • Lintas Berita Digg Facebook Lintas Berita

Peraih Medali Priestly tahun 2003: Edwin Vandenberg

Ditulis oleh Yulianto Mohsin pada 24-07-2003

Foto Edwin VandenbergDi usianya yang senja (84 tahun), kimiawan dari Arizona State University Edwin Vandenberg mendapat penghargaan Medali Priestly, penghargaan tertinggi dari American Chemical Society, tahun ini. Penghargaan ini sangat terkenal di kalangan ilmuwan kimia organik, tidak kalah bergengsi dengan hadiah Nobel.

Vandenberg dikenal atas hasil kerjanya di perusahaan Hercules di tahun 1950-an sampai dengan 1970-an, termasuk di antaranya penemuan isotaktik polipropilen dan pengembangan katalis tipe Ziegler untuk memproduksinya. Dia juga menemukan metode transfer berantai hidrogen untuk mengontrol berat molekul poliolefin, yang kemudian berguna untuk memproduksi molekul ini. Tidak hanya itu saja, Vandenberg juga berhasil membuat katalis alkylaluminoxane yang berguna untuk membuka cincin polimer epoxides dan oxetanes untuk membentuk elastomer polyether. Dengan kata lain, berkat kontribusinya di bidang ilmu kimia polimer inilah dia dianugerahi penghargaan Medali Priestly. Padahal, latar belakang pendidikan S1-nya adalah di bidang teknik mekanika.

Vandenberg lahir pada tanggal 13 September 1918 dan besar di daerah Hawthorne, New Jersey, tidak begitu jauh dari kota metropolitan New York. Dikisahkan bahwa dia tertarik pada dunia kimia sejak masih kecil. Ceritanya, waktu dia remaja Edwin melihat temannya Gordon Hoffman mempunyai lab kimia kecil-kecilan di rumahnya. Maka diapun akhirnya membuat lab sendiri. Dia jadi tertarik dengan berbagai eksperimen kimia dan banyak membaca buku mengenai kimia. Satu eksperimen yang dia pernah lakukan hampir saja membuat dia cedera. Satu hari, Hoffman dan Vandenburg memutuskan untuk membuat logam mangan dari suatu reaksi kimia. Cara yang mereka tempuh adalah dengan membakar campuran bubuk oksida mangan dan bubuk logam aluminium di sebuah tempat untuk melebur metal. Mereka memperhatikan dengan seksama, ketika tiba-tiba terjadi reaksi kimia yang disusul oleh cahaya terang tepat di depan muka mereka dan di hadapan mata mereka yang tidak terlindungi. Vandenberg mengakui, “Tindakan kami saat itu memang ceroboh. Untung saja kami tidak cedera.” Walaupun begitu, reaksi kimia yang mereka kerjakan membuahkan hasil. Mereka menemukan kepingan-kepingan logam mangan.

Ketika akhirnya Vandenberg kuliah, atas saran orang tuanya, dia belajar di Stevens Institute of Technology, sebuah perguran tinggi teknik yang letaknya di Hoboken, New Jersey. Walau jurusan teknik mekanika bukan tujuan awal jurusan yang ingin dipilih, dia akhirnya belajar dan lulus S1 sebagai sarjana teknik, bukan di bidang kimia. Tapi masa kuliahnya di Stevens bukan tanpa kimia. Setahun sebelum lulus, dia mengerjakan riset kimia organik dengan salah satu dosennya. Karena dia tidak mempunyai latar belakang kimia organik, dosen pembimbingnya memberikan banyak les di mata kuliah tersebut. Vandenberg kemudian memutuskan untuk mengambil mata kuliah kimia organik sambil terus bekerja di lab prof. Francis J. Pond. Dari pengalamannya menjadi research assistant ini dan rekomendasi dari prof. Pond dia mendapat posisi sebagai periset kimia di perusahaan Hercules Powder Co. Di perusahaan inilah Vandenberg diberikan keleluasaan untuk melakukan riset di bidang-bidang yang dia anggap penting dan menarik. Dia berkisah, “Banyak proyek yang tidak pernah dikembangkan secara komersial, walau ada beberapa yang hampir jadi. Tapi saya mendapatkan banyak paten. Sebagai kimiawan industrialis, sangat susah untuk menerbitkan [hasil riset] secara tepat waktu. Tapi akhirnya saya berhasil menerbitkan beberapa hasil kerja saya.” [YM]

(diterjemahkan dari artikel tulisan Stephen K. Ritter, Chemical & Engineering News (C&EN) Washington di publikasi ACS terbitan Maret 2003 Volume 81, Number 11).



Beberapa Istilah

isotaktik polipropilen (isotactyc polypropilene)
Polimerisasi dari monomer propilen (CH3-CH=CH2) yang gugus metilnya berikatan pada satu arah secara teratur, sehingga didapat senyawa polimer dengan keteraturan yang tinggi. Akibatnya, dari segi sifat fisis, titik leburnya menjadi tinggi dan daya tahan terhadap panasnya meningkat.
Contoh penggunaannya: kotak plastik yang bisa dimasukkan ke oven microwave.
katalis tipe Ziegler
Katalis yang terbentuk dari dua senyawa yaitu unsur golongan I-III + senyawa alkil dan unsur golongan transisi IV-VI + senyawa halogen. Dengan menggunakan katalis ini kita dapat memperoleh senyawa polimer dengan keteraturan yang tinggi (isotaktik polipropilen).
Catatan: Sebelumnya, sintesis polimer dilakukan tanpa katalis, dan menghasilkan polimer dengan keteraturan yang beragam. Akibatnya, titik leburnya rendah dan tidak kuat terhadap panas. Contoh penggunaannya: kantong plastik pasar swalayan.
molekul poliolefin
Hasil polimerisasi dari monomer (CH2=C(CH3)-CH=CH2). Salah satu penggunaannya adalah untuk senyawa campuran pembuatan ban mobil. Dengan mencampurkan senyawa yang memiliki sifat elastis ini (memiliki ikatan rangkap dua) dengan senyawa polimer yang memiliki daya tahan tinggi (misalnya polimer yang memiliki gugus fungsi benzena) kita akan mendapatkan ban mobil yang elastis namun kuat.

Kata Pencarian Artikel ini:

isotaktik polipropilen
Artikel ini termasuk kategori: Tokoh Kimia dan memiliki 0 Komentar sejauh ini .
Promo Sedapur.com

Anda dapat mengirimkan komentar , atau taut balik dari situs pribadi .

Beri Komentar

Anda Member Chem-is-try.org? Silahkan login disini
Belum menjadi member? Beri komentar disini:

(wajib)

(wajib) (tidak dipublikasi)





Anda dapat menggunakan tag XHTML berikut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>