Daftar Lupa kata kunci?
Wednesday, May 23, 2012 11:59

Beri Rating:

Sebarkan:

  • Lintas Berita Digg Facebook Lintas Berita

Zat apa di balik penyedap makanan ?

Ditulis oleh Redaksi chem-is-try.org pada 19-05-2009

monosodium-glutamateMemang tidak dipungkiri, kelezatan suatu hidangan dapat menambah gairah santap. Berbagai carapun dilakukan untuk menghasilkannya. Salah satu dengan menambahkan sedikit bahan penyedap rasa instan. Penyedap rasa instan ini mudah didapat, harganyapun murah. Sehingga sering membuat kita lupa, ada zat apa di balik penyedap makanan tersebut?

Sebenarnya kelezatan suatu hidangan tidak hanya diperoleh dari bahan penyedap rasa saja, tetapi dapat juga diperoleh dari bahan-bahan makanan yang masih segar dan bermutu baik.
Dari semua zat penting dalam makanan Glutamate merupakan salah satu komponen utama yang memberikan rasa lezat pada makanan.

Apa sih Glutamate itu ?

Glutamate adalah asam amino (amino acid) yang secara alami terdapat pada semua bahan makanan yang mengandung protein. Misalnya, keju, susu, daging, ikan dan sayuran. Glutamate juga diproduksi oleh tubuh manusia dan sangat diperlukan untuk metabolisme tubuh dan fungsi otak. Setiap orang rata-rata membutuhkan kurang lebih 11 gram Glutamate per hari yang didapat dari sumber protein alami.

Kalau begitu Monosodium Glutamate itu apa ?

Monosodium Glutamate adalah zat penambah rasa pada makanan yang dibuat dari hasil fermentasi zat tepung dan tetes dari gula beet atau gula tebu. Ketika MSG ditambahkan pada makanan, dia memberikan fungsi yang sama seperti Glutamate yaitu memberikan rasa sedap pada makanan. MSG sendiri terdiri dari air, sodium dan Glutamate.

Apakah kandungan sodium pada MSG tinggi ?

Tentu saja tidak, kandungan sodium pada MSG tidak tinggi hanya satu sampai tiga persen sodium. Sedangkan sodium pada garam dapur jumlahnya lebih banyak. Perbandingan jumlah sodium pada MSG dan garam dapur adalah (13% : 40%).

Apakah MSG mempunyai efek negatif terhadap tubuh ?

Ya, apalagi jika MSG digunakan secara berlebihan. 12 gram MSG per hari dapat menimbulkan gangguan lambung, gangguan tidur dan mual-mual. Bahkan beberapa orang ada yang mengalami reaksi alergi berupa gatal, mual dan panas. Tidak hanya itu saja MSG juga dapat memicu hipertensi, asma, kanker serta diabetes, kelumpuhan serta penurunan kecerdasan.

Apakah ada bahan pengganti lainnya agar masakan terasa sedap ?

Ada. Selain menngunakan bahan makanan yang bermutu baik dan masih segar, kita dapat memberi sedikit gula pasir pada masakan, karena gula pasir juga dapat memberi efek gurih pada masakan.

Sumber : Clickwok

Kata Pencarian Artikel ini:

monatrium glutama, bahan kimia pD makanan, apa itu bumbu penyedap rasa, dibalik lezatnya susu, kandungan MSG, senyawa penyedap makanan
Artikel ini termasuk kategori: Tanya Pakar dan memiliki 10 Komentar sejauh ini .
Promo Sedapur.com

Anda dapat mengirimkan komentar , atau taut balik dari situs pribadi .

10 Komentar untuk “Zat apa di balik penyedap makanan ?”

  • Yosep Sulindra says:

    Lebih baik menggunakan penyedap rasa alami, seperti garam, cuka, lada, cabai, asam (buah asam), dsb daripada menggunakan MSG. Tentu saja penambahan zat-zat ini tidak menimbulkan masalah yang merugikan, kecuali pemakaian yang sangat berlebihan. Ada dugaan pada pemakaian MSG yang berlebihan dapat menyebabkan kanker otak.

  • antonio says:

    cukup bagus dan kritis bisa menambah penegetahuan

  • handayani says:

    oh…gitu ya…

  • nhy says:

    penurunan kecerdasan?????
    klw konsumsi MSG nya kurang ari 12 gr perhari bsa mnyebabkan gangguan kecerdasan juga???

  • irnazs11 says:

    Untuk ditambahkan aja dalam artikel, Tabiat penguat rasa yang dimiliki oleh bahan dari tumbuh-tumbuhan telah dikenal selama ribuan tahun. Orang Jepang misalnya, secara tradisi telah menggunakan rumput laut sebagai bahan untuk memperlezat sup mereka. Jepang merupakan produsen terbesar di dunia untuk MSG murni. Sebuah bubuk kristal putih yang selama puluhan tahun telah dijual secara besar-besaran. Pemanfaatan utamanya adalah dalam pembuatan makanan jadi, walaupun restoran China sering menggunakan sebagai bumbu yang langsung mendampingi garam dan merica di rak dapur mereka.
    Belum lama MSG ini mendpatkan serangkaian cercaan besar karena ada orang yang bereaksi buruk terhadap bahan ini. Semua bukti tampaknya menunjukkan bahwa masalah itu,jika dapat menyebutnya masalah timbul karena orang-orang tertentu sangat peka terhadap MSG, bukan karena MSGnya sendiri membahayakan, kecuali jika dikonsumsi dalam takaran tinggi. Tapi hampir semua bahan makanan menjadi berbahaya jika dikonsumsi banyak.
    FDA, badan pengawas makanan dan obat-obatan di Amerika Serikat belum mempersyaratkan pencantuman MSG secara terpisah dalam label makanan. Meskipun begitu, anda mungkun menemukan bahan ini, atau sepupu dekatnya, pada label makanan jadi dan makanan ringan, tersembunyi di balik nama samaran, termasuk ekstra Kombu, Glutavane, Aji-No-Moto (pada produk asal Jepang) dan produk hidrolisis terhadap tumbuhan, yakni protein tumbuhan yang telah diuraikan menjadi komponen-komponen asam-asam amino yang membentuknya termasuk asam glutamat.
    Bermacam – macam senyawa penguat rasa lain juga di ekstrasikan dari ragi. Sebuah perusahaan telah membuat dan menjual lebih dari dua puluh “penyedap rasa” berbasis ragi kepada industri makanan, khusu untuk menguatkan rasa tertentu, dari rasa daging sapi, rasa daging ayam, hingga rasa keju dan asin. Dalam label makanan Anda akan menemukan nya sebagai “yeast extract”, “yeast nutrient”, atau “natural flavor”, bahkan walaupun sesungguhnya bahan itu bukan penyedap, selain itu bahan-bahan itu bukan MSG.

  • Wahyurini says:

    Masihkah MSG dikaitkan dengan CRS (Chinnesse Restaurant Syndrom) ???

  • chiessa says:

    apa penambahan gula nantinya akan meningkatkan efek diabetes walopun hanya sekedar untuk penyedap rasa ajjah..???

  • bila takut gula karena efek diabetes, gula dapat digantikan dengan pemanis buatan dari pati jagung.

  • haghni says:

    wah yang kayak gini membantu banget dalam pembuatan makalah saya

  • Inot says:

    Semua yang berlebihan akan memberi efek negatif.. kadar yang tepat (relatif untuk setiap individu) akan memberi kebaikan (apa yg kita rasakan jika kita makan enak?? gairah hidup pasti meningkat dan menambah produktifitas).. MSG diproduksi dari tebu yg notabene adalah hasil pertanian utama indonesia juga.. so MSG is OK.. overdoses is moron..

Beri Komentar

Anda Member Chem-is-try.org? Silahkan login disini
Belum menjadi member? Beri komentar disini:

(wajib)

(wajib) (tidak dipublikasi)





Anda dapat menggunakan tag XHTML berikut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>