Sejak ditemukannya asam glutamat atau yang sering disebut dengan MSG (Monosodium Glutamat) pada tahun 1940, asam glutamat telah digunakan di berbagai macam jenis produk makanan di berbagai negara, khususnya dalam kurun waktu 40 tahun terakhir. Asam glutamat merupakan salah satu dari 20 asam amino yang ditemukan pada protein dan MSG merupakan monomer dari asam glutamat. MSG memberikan rasa gurih dan nikmat pada berbagai macam masakan, walaupun masakan itu sebenarnya tidak memberikan rasa gurih yang berarti. Penambahan MSG ini membuat masakan seperti daging, sayur, sup berasa lebih nikmat dan gurih. MSG dijual dalam berbagai bentuk produk dan kemasan, produk penyedap rasa seperti Ajinomoto atau Royco mengandung MSG sebagai salah satu bahan penyedap rasa. Produk makanan siap saji, makanan beku maupun makanan kaleng juga mengandung MSG dalam jumlah yang cukup besar. Selain lada dan garam, botol berlabel penyedap rasa yang mengandung MSG juga dapat dengan mudah ditemukan di rak bumbu dapur maupun di atas meja restoran. Umumnya, Restoran Cina banyak menggunakan MSG untuk menyedapkan masakan-masakannya.
Walaupun sebagian besar orang dapat mengkonsumsi MSG tanpa masalah, beberapa orang memiliki alergi bila mengkonsumsi berlebihan yaitu gejala seperti pening, mati rasa yang menjalar dari rahang sampai belakang leher, sesak nafas dan keringat dingin. Secara umum, gejala-gejala ini dikenal dengan nama sindrom restoran cina.
Di dalam otak, enzim mengkatalis dekarbosilasi asam glutamat menjadi gamma-asam aminobutrat :
![]()

Asam glutamat dan gamma-asam aminobutrat mempengaruhi transmisi signal didalam otak. Asam glutamat meningkatkan transmisi signal dalam otak, sementara gamma-asam aminobutrat menurunkannya. Oleh karenanya, mengkonsumsi MSG berlebihan pada beberapa individu dapat merusak kesetimbangan antara peningkatan dan penurunan transmisi signal dalam otak. Oleh karena itu, pada akhir tahun 1970, perusahaan-perusahaan makanan bayi bersepakat untuk tidak memasukkan unsur MSG ke produk-produk makanan bayi.
jadi, si ikeda yang nemuin msg itu kayak ga ada harganya dong uda susah2 ampe ke jerman buat blajar kimia nemuin msg trus skarang malah dianjurkan buat ga dipake. saya jadi kasian….
Yup betul sekali. Aku termasuk yang alergi MSG karena sejak kecil aku jarang mengkonsumsi penyedap rasa dalam jumlah banyak. Ibuku hanya memakai penyedap rasa untuk membuat sayur, itu pun dalam jumlah dikit banget. makanya sekali kau mengkonsumsi makanan berMSG tinggi setahun kemudian aku mengalami gangguang syaraf ringan. aku sering sakit kepala, perut mual, dan lidah tidak bisa merasakan rasa makanan selama beberapa hari. parahnya transmisi informasi juga terganggu saat kambuh. aku bisa lupa siapa namaku, lagi dimana, jalan pulang bahkan pernah lupa mau praktikums ehingga tanpa sadar aku bolos. aku juga pernah lupa teman-temanku hingga membuat mereka bingung, meski gejala itu berlangsung 15-30 menit setelah sakit di kepala reda.
kt orang makan msg kebanyakan bisa bikin bodoh..emang beneran gt kah?
Glutamat pada dasarnya ada pada setiap bahan makan, yang kemudian menghasilkan rasa gurih (UMAMI), glutamat jg dibutuhkan oleh tubuh contoh usus, usus dalam bekerja jg membutuhkan energi, sumber energinya adalah glutamat. tercatat bahwa usus adalah pengguna glutamat terakus di tubuh kita. Zat2 yang kurang maupun lebih dalam tubuh kita efeknya merugikan…