Oleh Ambara Rachmat Pradipta
Sebelum menjawab pertanyaan tersebut kita akan mengulas sedikit tentang pengertian HSAB. Prinsip dasar dari HSAB adalah: Hard Acid akan lebih memilih Hard Bases, Soft Acid akan lebih memilih Soft Bases.
- Karakterisasi dari Hard acid adalah Elektronegatifitas rendah (biasanya sekitar 0.7 – 1.6); Ukurannya relatif kecil; Muatannya relatif besar (>=3). Na+, Mg2+, Fe3+ dan Al3+ adalah contoh dari Hard Acid.
- Karakterisasi dari Hard base adalah Elektronegatifitas tinggi (sekitar 3.4-4), Ukuran atom donornya relatif kecil. Contohnya: O2-, F-, OH2, CO3 2-, and PO43-.
- Karakterisasi Soft Acid adalah Elektronegatifitasnya sekitar 1.9-2.5, Ukuran atomnya besar, muatannya rendah (1+, 2+). Contohnya: Cu+, Hg+, Au+, Ag+ dan Pb2+ (logam-logam tersebut terletak pada area yg sama di tabel periodik).
- Karakterisasi Soft Base: elektronegatifitasnya sekitar 2.1-3.0, ukuran atomnya besar. contohnya: S2-, PEt3, RSe-, I- dan Br-.
Tambahan dari pengertian HSAB, ada lagi istilah "
Borderline".
Borderline acid berarti memiliki sifat asam diantara
hard dan
soft acids.
Dengan kata lain,
borderline ini memiliki muatan yang lebih rendah dan ukuran atom yang lebih besar dibanding
hard acid; juga memiliki muatan yang lebih tinggi dan ukuran atom yang lebih kecil dari pada
soft acid. Ion dengan muatan 2+ dari blok d, seperti Fe
2+, Cu
2+, Ni
2+ dan Zn
2+ merupakan contoh dari
Borderline acids.
Sedangkan
Borderline bases merupakan basa dengan sifat diantara
hard dan
soft bases. Basa dimana donor atomnya N atau Cl termasuk kategori tersebut. NH
3, Cl
-, RCl, dan piridine merupakan contoh
Borderline bases.
Melihat pengertian diatas, sekarang apabila ada reaksi seperti berikut:
HgCl
2(aq) + (KF, KI)
aq —> ?
Apakah produk yg terbentuk HgI
2 atau HgF
2?
Tentu saja, karena
Soft Acid (Hg
2+) akan lebih memilih
Soft Base (I
-), maka produk yang terbentuk adalah HgI
2.
Melihat sedikit penjelasan di atas, ion dari logam berat yang termasuk
Soft Acid, akan memiliki affinitas yang tinggi untuk ion S
2- (yang merupakan
soft base). Sulfur terdapat di rantai samping dari dua asam amino (methionine dan cystine). Kedua asam amino tersebut penting dalam mempertahankan struktur tertier dari protein dan enzim yang ada dalam tubuh manusia.
Ketika Hg
2+ terhirup kedalam tubuh, dan kemudian berkoordinasi dengan asam amino sulfur, akan segera merusak struktur protein dan mendeaktivasi protein.
Sebagai illustrasi ttg afinitas dari ion logam berat (seperti Hg
2+) terhadap sulfur:
Solubilitas dari HgS yang terbentuk dalam larutan air adalah 10
-50 M
2, yang berarti HgS memiliki kelarutan 1×10
-25 M dalam air. Arti dari angka tersebut berarti, dalam satu liter air akan ada kurang dari 1 ion Hg
2+. Berdasarkan solubilitasnya, kita dapat menghitung bahwa untuk melarutkan 1 gram Hg
2+, membutuhkan 4×10
22 Liter air.
Suatu angka yang besar mengingat di dunia ini hanya ada 1×10
21 Liter air.
Kata Pencarian Artikel ini:
air raksa,
pengertian HG,
pengertian air raksa,
artikel air raksa,
PENGERTIAN HSAB DALAM KIMIA ANORGANIK FISIK II,
air raksa hg,
pemahaman tentang raksa,
reaksi-reaksi yang terdapat dalam HSAB,
reaksi kimia hg dengan au,
reaksi ki hgcl
saya ingin menjadi member chem-is-try.org
Saudara bisa menjadi member dengan mendaftar melalui Registrasi Sahabat chem-is-try.org . Setelah mendaftar bisa ikutan forum, bisa kirim artikel, dan menikmati berbagai fasilitas situs.
tq buat info2 nya.. smg kimia maju terus