Daftar Lupa kata kunci?
Monday, September 6, 2010 5:47

Beri Rating:

Sebarkan:

  • Lintas Berita Digg Facebook Lintas Berita

Mengapa kita merasa hangat ketika kita mengenakan sweater rajut?

Kata Kunci: , ,
Ditulis oleh Wahyudi pada 18-12-2009

Scarf and SweaterKita merasa hangat ketika mengancingkanbaju hingga ke leher atau menggunakan syal. Saya kira alasannya karena udara tidak dapat masuk ke dalam baju dengan mudah. Tapi kita juga merasa hangat ketika kita mengenakan sweater rajut, yang memiliki banyak lubang (Saya merasa lebih hangat dengan mengenakan sweater rajut daripada pakaian dengan ruang yang lebih sedikit). Mengapa?

Jawaban:
Seorang profesor yang mempelajari tentang pakaian, bersedia menjawab pertanyaan di atas.
Alasan mengapa kita merasa hangat ketika kita mengenakan syal
Bila kita tidak mengenakan syal, udara di dalam pakaian dan udara di luar saling bertukar. Hal ini disebut sebagai “efek tumpukan”.

Bila pertukaran udara tidak terjadi, di dalam pakaian udara menjadi hangat karena “udara tetap”, yang memiliki efek insulasi. Saya akan menjelaskan udara tetap pada bahasan berikutnya.

Alasan mengapa kita merasa hangat ketika mengenakan sweater

Udara yang tidak bergerak (“udara tetap”) sulit menghantarkan panas. Serat menghantarkan panas 10 kali lebih banyak daripada udara. Tekstil terdiri dari serat dan udara (kadang-kadang juga terdapat air). Tekstil menghantarkan panas 2-3 kali lebih banyak daripada udara. Karena tekstil dikelilingi oleh udara tetap, tekstil tidak menghantarkan panas lebih banyak .

arenanya kita merasa hangat ketika kita mengenakan pakaian, khususnya sweater rajut.
Sebenarnya bukan hanya daya hantar panas saja, tapi ketebalan pakaian juga mempengaruhi kehangatannya. Sudah diketahui bahwa kita akan merasa lebih hangat bila kita memakai pakaian lebih banyak. Sweater rajut biasanya tebal, jadi bisa kita katakan bahwa sweater rajut adalah bahan penghangat dipandang dari ketebalannya. Karenanya, pada kain hangat (tekstil) adalah: Udara tetap dikelilingi oleh serat yang lebih sedikit

Ketebalan

Bagaimanapun, sangat berbeda ceritanya bila udara bergerak. Bila udara bergerak, maka akan bergerak dengan panas. Karena pakaian yang memiliki banyak ruang kosong (longgar dan berlubang), seperti sweater rajut, kehilangan kehangatannya bila udara berangin.

Mengenai pakaian dengan ruang yang lebih sedikit (tidak berlubang)

Sejumlah serat sangat terkait dengan daya hantar panas. Ketebalan akan menjadi penyebab utama mengapa kita merasa lebih hangat dalam sweater daripada dalam pakaian denganlubang yang lebih sedikit. Saya kira pakaian dengan lubang yang sedikit terbuat dari benang yang halus. Bila pakaian tersebut dirajut dengan benang yang halus, pakaian menjadi tipis. Sehingga sifat mempertahankan kehangatannya menjadi berkurang.

Artikel ini termasuk kategori: Tanya Pakar dan memiliki 0 Komentar sejauh ini.

Anda dapat mengirimkan komentar, atau taut balik dari situs pribadi.

Beri Komentar

Anda Member Chem-is-try.org? Silahkan login disini
Belum menjadi member? Beri komentar disini:

(wajib)

(wajib) (tidak dipublikasi)





Anda dapat menggunakan tag XHTML berikut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>