Daftar Lupa kata kunci?
Monday, March 15, 2010 5:45

Beri Rating:

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (3 votes, average: 3.33 out of 5)
Loading ... Loading ...

Sebarkan:

Mengapa es dapat terbentuk di lautan?

Ditulis oleh Zaenal Awaludin pada 03-07-2009

es-diatas-airMungkin kita pernah mencoba menaruh bongkahan garam ke atas es. Dalam beberapa menit, es tersebut akan mencair sehingga tempat garam di letakkan akan terjadi lubang pada bongkahan es tersebut. Dari hal tersebut kita melihat bahwa kalau garam dapat mencairkan es. Tapi, bila kita melihat di televisi atau media lain, banyak bongkahan es terbentuk di lautan antartika padahal lautan tersebut mengandung kadar garam yang tinggi.

Garam memang dapat mencairkan es karena saat garam diletakkan di atas es maka akan terbentuk larutan garam di atasnya. Saat tebentuk larutan garam ini, maka terbentuklah sifat koligatif larutan dimana larutan akan mengalami penurunan titik beku akibat pengaruh interaksi molekul pelarut (air) dan terlarut (garam). Sehingga, suhu es yang berkisar 0 0C ini akan mencair.

Di lautan antartika suhu minimum di sana bisa mencapai -80 – -90 0C. Pada suhu tersebut sifat koligatif air pada air laut yang hanya mengadung 0.5 mol NaCl tidak dapat mencegah pembekuan air di lautan sehingga terbentuklah bongkahan es. Seperti diketahui bahwa setiap mol garam NaCl yang terkandung dalam air hanya akan menurunkan titik beku sebesar 1,86 0C dibawah nol. Jadi, dengan kondisi dingin yang ekstrim seperti itu, es tetap dapat terbentuk.

Artikel ini termasuk kategori: Tanya Pakar dan memiliki 12 Komentar sejauh ini.

Anda dapat mengirimkan komentar, atau taut balik dari situs pribadi.

12 Komentar untuk “Mengapa es dapat terbentuk di lautan?”

    • kurniawan says:

      ow ternyata begitu kalo kita membeli es di paman-paman es yang kita beli rasanya asin dong ????????

  • nhy says:

    jdi mksdnya kb tuh: batas suhu yng bisa d turunkan untuk setiap mol larutan ya?

  • Zaenal Awaludin says:

    Iya, betul sekali!!

  • Fitri eLFirdaus says:

    trus tukang es yang menggunakan larutan garam biar gak cepet cair esnya, gimana tu?

    • Zaenal Awaludin says:

      Pertanyaan yang sangat menarik. Tapi saya tidak tahu apakah garam ini ditambahkan ke produk es tersebut atau garam ini ditambahkan pada es yang ada disekeliling tong produk esnya?kalo ditambahkan pada es disekeliling tong produk esnya, tujuanya adalah memang menjaga produk es di dalam tong itu tetap membeku. Coba anda perhatikan dan tanyakan. Kalo menurut pendapat saya, pedagang es ini menggunakan larutan garam yang dingin dan ditempatkan disekeliling tong atau cetakan es agar cairan gula atau bahan untuk es membeku.

  • nhy says:

    saya kurang paham konsep elektrolit dan non elektrolitnya..

    1.86 tuh bkannya kf air?? dan beda untuk pelarut yang lain??????

    garam kan elektrolit, dalam perhitungan kan dikali faktor van hoff, mkasdnya disini tuh kek mana???
    bukannya 1 mol garam bisa nurunin titik beku air sebesar 1,86 kali 2(kalau alfa = 1)????

    saya kurang paham dngan konsep ini… mungkin bisa dijelasin???

  • Zaenal Awaludin says:

    Konsep anda benar..Perbedaan jenis pelarut akan memiliki nilai tetapan yang berbeda juga. Karena air laut pelarutnya adalah air maka Kf-nya adalah 1.86. Untuk penurunan titik beku juga dipengaruhi faktor Van’t Hoff. Nilai faktor Van’f Hoff ini dipengaruhi oleh interaksi zat terlarut dan pelarutnya karena faktor Van’t Hoff adalah rasio kosentrasi molekul-molekul yang aktual dalam larutan dengan kosentrasi zat terlarut tersebut hasil dari perhitungan massanya. Untuk nilai “alfa” yang terasosiasi seperti alkohol dalam air dan terdisosiasi seperti NaCl dalam air, ataupun yang tidak terasosiasi dan terdisosiasi seperti gula dalam air ketiganya memiliki faktor Van’t Hoff yang berbeda. Untuk larutan elektrolit NaCl yang memiliki nilai disosiasi “alfa” sama dengan 1 maka faktor Van’t Hoff adalah 2 yang berasal dari Na+ dan Cl-. Penurunan titik beku yang dihasilkan memang 2 kali dari nilai Kf untuk setiap mol NaCl. Maksud saya dalam artikel tersebut adalah hanya menjelaskan secara umum tentang gejala alam dan kehidupan sehari-hari dan tidak secara detail menjelaskan dengan formulanya. Namun, saya sangat berterima kasih untuk masukan Sdr, NHY. Kesimpulan dalam artikel tersebut akan saya perbaiki. Terima kasih.

  • nhy says:

    oh, makasih atas penjelasannya dan ilmunya yah……
    saya jadi lebih paham dengan konsepnya….

  • Wiwid says:

    hmmm, sekarang aku sudah paham,
    tapi aku tadi agak salah sangka dan salah pemaknaan mengenai titik beku yang turun..
    penafsiran awalku:seharusnya tambah beku dong…
    ternyata bila titik beku turun 1,86 es yang suhunya sekitar 0 c itu belum bisa membeku…

    sekarang aku paham.. ehehe

  • sarlan says:

    mengapa jika dalam orbital d atom pusat pada senyawa kompleks terdapat elektron yang tidak berpasangan, kompleksx bersifat paramagnetik

  • Kychan says:

    Aq krng phan dngan kimia dlm pembhsan penyetaraan reaksi redoks. Bgmana cra memahami kimia seutuhx??? Agr aq bisa mengrti.

Beri Komentar

Anda Member Chem-is-try.org? Silahkan login disini
Belum menjadi member? Beri komentar disini:

(wajib)

(wajib) (tidak dipublikasi)





Anda dapat menggunakan tag XHTML berikut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>