Senyawa golongan VIA yang umum bersenyawa dengan karbon adalah S (sulfur) dan, tentu saja, oksigen. Sementara yg lainnya, Se, Te dan Po merupakan elemen-elemen eksotik yang saya kira pada prinsipnya bisa juga bersenyawa dengan karbon. Senyawa dengan ikatan (C-S) banyak jumlahnya, termasuk golongan mercaptan/thiol (analog dari alkohol dengan gugus OH diganti SH, misalnya methyl mercaptan CH3SH), sulfida (R-S-R`), disulfida (R-S-S-R`), sulfonic acid (R-SO3H), sulfon (R-SO2-R`) dan lain-lain. Penggunaannya juga banyak sekali di industri. Gugus sulfonic acid yang bersifat elektrolit misalnya dipakai sebagai detergen. Penggunaan yang lebih luas misalnya sebagai gugus pemberi sifat elektrolit pada polimer membran yang dipakai pada industri klor alkali (elektrolisa NaCl menjadi NaOH dan Cl2), maupun penggunaan pada membran fuel cell (sel bahan bakar, yang mengubah energi kimiawi langsung menjadi energi listrik melalui elektrolisa O2 + H2 menjadi H2O + listrik), yang merupakan teknologi energi masa depan yang akan digunakan di mobil-mobil.
Mengenai senyawa karbon dengan elemen VIIA yaitu F, Cl, dan Br secara umum dapat dijelaskan sebagai berikut. Hampir semua hidrogen dalam senyawa-senyawa hidrokarbon bisa digantikan oleh atom halogen menjadi senyawa yang stabil (karenanya banyak senyawa organohalida yg bisa dibuat). Semua atom hidrohen dalam suatu molekul organik (termasuk polimer) bisa digantikan dengan flor (F) menjadi senyawa yang sangat stabil (beberapa bahkan termasuk senyawa yg paling stabil, seperti teflon (polimer…-CF2-CF2-CF2-CF2-..).

Di lain pihak, senyawa yang dihalogenasi secara total oleh Cl, Br ataupun I menjadi berkurang kestabilannya jika jumlah karbonnya lebih dari 3.
(Pertanyaan dari Yustiana, dijawab oleh Indra, dari milis kimia indonesia)