Daftar Lupa kata kunci?
Friday, March 19, 2010 21:04

Beri Rating:

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (6 votes, average: 2.00 out of 5)
Loading ... Loading ...

Sebarkan:

Bolehkah Minum Obat dengan Susu?

Kata Kunci:
Ditulis oleh Silvia Iskandar pada 03-04-2008

susu_obatKita sering mendengar bahwa obat tidak boleh diminum dengan susu. Ini disebabkan karena kalsium yang dikandung dalam susu bisa membentuk ikatan dengan zat-zat dalam beberapa obat dan meghalangi penyerapan oleh lambung. Contohnya adalah tetrasiklin, zat yang biasa ada dalam antibiotik untuk obat flu.

Namun, ada beberapa obat yang justru lebih baik diminum bersama susu. Misalnya NSAID, Non Steroidal Anti Inflammatory Drug. Yang terkenal adalah aspirin dan ibuprofen. Obat-obatan yang tergolong dalam NSAID bersifat lypophylic, mudah larut dalam lemak sehingga biasanya obat-obat seperti ini dianjurkan untuk diminum dalam waktu 30 menit sesudah makan.

Alasan lainnya ialah karena NSAID menyebabkan iritasi lambung. NSAID merupakan obat pembunuh rasa sakit atau painkiller yang bekerja dengan cara menghambat terbentuknya prostaglandin. Prostaglandin sendiri adalah zat yang selalu ada dalam sel tubuh dan bekerja sebagai zat yang menyebabkan peradangan dan rasa sakit, namun juga punya tugas lain, yaitu membantu terbentuknya selaput mukosa lambung. Dengan terhambatnya prostaglandin oleh aspirin, rasa sakit dan infeksi pun hilang, namun pada saat yang bersamaan, lambung menjadi rentan terhadap iritasi karena selaput mukosanya berkurang. Oleh karena itu, obat-obat NSAID biasa diresepkan untuk diminum sesudah makan, supaya makanan yang masuk terlebih dahulu bisa melindungi dinding lambung. Bila kita tidak sempat makan, susu boleh diminum sebagai penggantinya. Di Jepang, bahkan sudah menjadi pengetahuan umum bahwa obat sakit kepala boleh diminum dengan obat sakit maag. Namun ini tidak selalu benar, karena obat sakit kepala yang kita minum belum tentu termasuk dalam golongan NSAID dan belum tentu semua obat sakit maag membantu pembentukan selaput dinding lambung.

Bagaimana dengan jus, kopi atau teh?

Sama dengan susu, jus, kopi dan teh masing-masing mengandung zat-zat seperti vitamin C, kafein dan tannin yang mungkin saja bereaksi dengan obat yang kita minum. Sementara itu, air putih netral, tidak mengandung apa-apa yang bisa bereaksi dengan obat.

Air putih akan melarutkan obat dalam lambung sehingga lebih mudah diserap. Lebih baik lagi kalau airnya hangat, proses pelarutan akan lebih cepat. Obat yang ditelan begitu saja tanpa air putih bisa menempel di suatu tempat tertentu di lambung dan menyebabkan iritasi lambung juga. Oleh karena itu, lebih baik obat diminum bersama air putih. Minuman lain seperti kopi, sebaiknya diminum satu jam setelahnya, ketika sudah tidak ada lagi sisa obat di lambung.

Artikel ini termasuk kategori: Tanya Pakar dan memiliki 2 Komentar sejauh ini.

Anda dapat mengirimkan komentar, atau taut balik dari situs pribadi.

2 Komentar untuk “Bolehkah Minum Obat dengan Susu?”

  • Roseline says:

    susu mengandung protein yang bisa membentuk khelat dengan logam,, jadi untuk obat yang mengandung logam seperti vit B12, sangat tida dianjurkan karena bisa tidak bermanfaat lagi. Makanya di lab kimia, klo keracunan, dianjurkan minum susu, biar zat kimia nya ternetralkan.

  • Hari says:

    Tetrasiklin (2-(amino-hydroxy-methylidene)-4-dimethylamino-
    6,10,11,12a-tetrahydroxy-6-methyl-4,4a,5,
    5a-tetrahydrotetracene-1,3,12-trione) merupakan obat golongan antibiotik, digunakan untuk terapi infeksi bakteri. Flu, merupakan penyakit yang diakibatkan oleh virus (dari keluarga Orthomyxoviridae). Tetrasiklin tidak digunakan untuk pengobatan flu.
    Tetrasiklin memang bisa berikatan dengan kalsium, termasuk yang terkandung dalam susu. Ikatan tetrasiklin dengan kalsium susu akan mengganggu penyerapan tetrasiklin dalam saluran cerna.

Beri Komentar

Anda Member Chem-is-try.org? Silahkan login disini
Belum menjadi member? Beri komentar disini:

(wajib)

(wajib) (tidak dipublikasi)





Anda dapat menggunakan tag XHTML berikut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>