Daftar Lupa kata kunci?
Thursday, March 18, 2010 13:34

Beri Rating:

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (4 votes, average: 3.50 out of 5)
Loading ... Loading ...

Sebarkan:

Nikel

Ditulis oleh Redaksi chem-is-try.org pada 26-01-2008

Sejarah

Nikel ditemukan oleh Cronstedt pada tahun 1751 dalam  mineral yang disebutnya kupfernickel (nikolit)

Sumber

Nikel adalah komponen yang ditemukan banyak dalam meteorit dan menjadi ciri komponen yang membedakan meteorit dari mineral lainnya. Meteorit besi atau siderit, dapat mengandung alloy besi dan nikel berkadar 5-25%. Nikel diperoleh secara komersial dari pentlandit dan pirotit di kawasan Sudbury Ontario, sebuah daerah yang menghasilkan 30% kebutuhan dunia akan nikel.

Deposit nikel lainnya ditemukan di Kaledonia Baru, Australia, Cuba, Indonesia.

Sifat-sifat

Nikel berwarna putih keperak-perakan dengan pemolesan tingkat tinggi. Bersifat keras, mudah ditempa, sedikit ferromagnetis, dan merupakan konduktor yang agak baik terhadap panas dan listrik. Nikel tergolong dalam grup logam besi-kobal,  yang dapat menghasilkan alloy yang sangat berharga.

Kegunaan

Nikel digunakan secara besar-besaran untuk pembuatan baja tahan karat dan alloy lain yang bersifat tahan korosi, seperti Invar®, Monel ®, Inconel ®, dan Hastelloys ®. Alloy tembaga-nikel berbentuk tabung banyak digunakan untuk pembuatan instalasi proses penghilangan garam untuk mengubah air laut menjadi air segar.

Nikel, digunakan untuk membuat uang koin,dan baja nikel untuk melapisi senjata dan ruangan besi (deposit di bank), dan nikel yang sangat halus, digunakan sebagai katalis untuk menghidrogenasi minyak sayur (menjadikannya padat). Nikel juga digunakan dalam keramik, pembuatan magnet Alnico dan baterai penyimpanan Edison ®.

Isotop.

Nikel sulfat dan nikel oksida adalah senyawa yang penting. Nikel alam adalah camuran dari lima isotop stabil, ada pula sembilan isotop lainnya yang tidak stabil.

Penanganan

Terpapar dengan logam nikel dan senyawa nikel yang mudah larut tidak boleh melebih 0.05 mg/cm3 (selama 8 jam kerja perhari- 40 jam seminggu). Uap dan debu nikel sulfida beresiko karsinogenik.

Artikel ini termasuk kategori: Tabel Periodik dan memiliki 4 Komentar sejauh ini.

Anda dapat mengirimkan komentar, atau taut balik dari situs pribadi.

4 Komentar untuk “Nikel”

  • Rizma says:

    kadang2 klo cari di sini suka byk yg gak ada..
    tapi selebihnya membantu banget bua tugas2 kuliah saya

  • Kadir Sabilu says:

    Eksplorasi Nikel sering memunculkan dampak lingkungan, hal ini terkait dengan limbah yang tidak terkelola dengan baik. limbah nikel yang terbuang kelaut(badan air) dapat dipastikan mengganggu keseimbangan ekologi pada ekosistem yang dicemari tsb, kehidupan organisme yang mendiami ekosistem berujung pada kematian secara massal (khususnya komoditas budidaya oleh petani ikan, ex : pembudidaya teripang dipomalaa, kolaka sulawesi tenggara). secara ilmiah, hal ini disebabkan oleh gejala anoxia (kekurangan oksigen) pada organisme tersebut. Melalui fasilitas ini saya ingin kejelasan bagaimana nikel (Ni) dapat menimbulkan gejala anoxia pada kehidupan biota (ikan) di perairan?? trimakasih atas tanggapanya.(trimakasih pula jika komentarnya dapat dikirimkan lewat email saya).

  • korong says:

    di dieu teh ngan aya pokoq bhsn ieu hngkl????
    moal rame atuh

  • daniel says:

    mengapa nikel tidak boleh terkena magnet atau dekat-dekat magnet?
    hemmm plis jwb skrang ya ^^

Beri Komentar

Anda Member Chem-is-try.org? Silahkan login disini
Belum menjadi member? Beri komentar disini:

(wajib)

(wajib) (tidak dipublikasi)





Anda dapat menggunakan tag XHTML berikut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>