Daftar Lupa kata kunci?
Wednesday, July 30, 2014 0:53

Beri Rating:

Sebarkan:

  • Lintas Berita Digg Facebook Lintas Berita

Pengantar Alkohol

Ditulis oleh Jim Clark pada 28-10-2007

Halaman ini menjelaskan apa yang dimaksud dengan alkohol, dan apa perbedaan antara alkohol primer, sekunder dan tersier. Disini juga dibahas dengan sedikit mendetail tentang sifat-sifat fisik sederhana dari alkohol seperti kelarutan dan titik didih. Penjelasan rinci tentang reaksi-reaksi kimia alkohol akan dibahas di halaman-halaman lain.

Pengertian Alkohol

Contoh-contoh

Alkohol adalah senyawa-senyawa dimana satu atau lebih atom hidrogen dalam sebuah alkana digantikan oleh sebuah gugus -OH. Pada pembahasan kali ini, kita hanya akan melihat senyawa-senyawa yang mengandung satu gugus -OH.

Sebagai contoh:

Jenis-jenis alkohol

Alkohol dapat dibagi kedalam beberapa kelompok tergantung pada bagaimana posisi gugus -OH dalam rantai atom-atom karbonnya. Masing-masing kelompok alkohol ini juga memiliki beberapa perbedaan kimiawi.

Alkohol Primer

Pada alkohol primer(1°), atom karbon yang membawa gugus -OH hanya terikat pada satu gugus alkil.

Beberapa contoh alkohol primer antara lain:

Perhatikan bahwa tidak jadi masalah seberapa kompleks gugus alkil yang terikat. Pada masing-masing contoh di atas, hanya ada satu ikatan antara gugus CH2 yang mengikat gugus -OH dengan sebuah gugus alkil.

Ada pengecualian untuk metanol, CH3OH, dimana metanol ini dianggap sebagai sebuah alkohol primer meskipun tidak ada gugus alkil yang terikat pada atom karbon yang membawa gugus -OH.

Alkohol sekunder

Pada alkohol sekunder (2°), atom karbon yang mengikat gugus -OH berikatan langsung dengan dua gugus alkil, kedua gugus alkil ini bisa sama atau berbeda.

Contoh:

Alkohol tersier

Pada alkohol tersier (3°), atom karbon yang mengikat gugus -OH berikatan langsung dengan tiga gugus alkil, yang bisa merupakan kombinasi dari alkil yang sama atau berbeda.

Contoh:

Sifat-sifat fisik alkohol

Titik Didih

Grafik berikut ini menunjukan titik didih dari beberapa alkohol primer sederhana yang memiliki sampai 4 atom karbon.

Yakni:

Alkohol-alkohol primer ini dibandingkan dengan alkana yang setara (metana sampai butana) yang memiliki jumlah atom karbon yang sama.

Dari grafik di atas dapat diamati bahwa:

  • Titik didih sebuah alkohol selalu jauh lebih tinggi dibanding alkana yang memiliki jumlah atom karbon sama.

  • Titik didih alkohol meningkat seiring dengan meningkatnya jumlah atom karbon.

Pola-pola titik didih mencerminkan pola-pola gaya tarik antar-molekul.

Ikatan hidrogen

Ikatan hidrogen terjadi antara molekul-molekul dimana sebuah atom hidrogen terikat pada salah satu dari unsur yang sangat elektronegatif – fluorin, oksigen atau nitrogen.

Untuk alkohol, terdapat ikatan hidrogen antara atom-atom hidrogen yang sedikit bermuatan positif dengan pasangan elektron bebas pada oksigen dalam molekul-molekul lain.

Atom-atom hidrogen sedikit bermuatan positif karena elektron-elektron ikatan tertarik menjauh dari hidrogen menuju ke atom-atom oksigen yang sangat elektronegatif.

Pada alkana, satu-satunya gaya antar-molekul yang ada adalah gaya dispersi van der Waals. Ikatan-ikatan hidrogen jauh lebih kuat dibanding gaya-gaya tersebut sehingga dibutuhkan lebih banyak energi untuk memisahkan molekul-molekul alkohol dibanding untuk memisahkan molekul-molekul alkana.

Inilah sebab utama mengapa titik didih alkohol lebih tinggi dari alkana.

Pengaruh gaya van der Waals

Pengaruh terhadap titik didih alkohol:

Ikatan hidrogen bukan satu-satunya gaya antar-molekul dalam alkohol. Dalam alkohol ditemukan juga gaya-gaya dispersi van der Waals dan interaksi dipol-dipol.

Ikatan hidrogen dan interaksi dipol-dipol hampir sama untuk semua alkohol, tapi gaya dispersi akan meningkat apabila alkohol menjadi lebih besar.

Gaya-gaya tarik ini menjadi lebih kuat jika molekul lebih panjang dan memiliki lebih banyak elektron. Ini meningkatkan besarnya dipol-dipol temporer yang terbentuk.

Inilah yang menjadi penyebab mengapa titik didih meningkat apabila jumlah atom karbon dalam rantai meningkat. Diperlukan lebih banyak energi untuk menghilangkan gaya-gaya dispersi, sehingga titik didih meningkat.

Pengaruh terhadap perbandingan antara alkana dan alkohol:

Bahkan jika tidak ada ikatan hidrogen atau interaksi dipol-dipol, titik didih alkohol tetap lebih tinggi dibanding alkana sebanding yang memiliki jumlah atom karbon sama.

Bandingkan antara etana dan etanol:

Etanol memiliki molekul yang lebih panjang, dan oksigen yang terdapat dalam molekulnya memberikan 8 elektron tambahan. Struktur yang lebih panjang dan adanya atom oksigen akan meningkatkan besarnya gaya dispersi van der Waals, demikian juga titik didihnya.

Jika kita hendak membuat perbandingan yang cermat untuk mengamati efek ikatan hidrogen terhadap titik didih, maka akan lebih baik jika kita membandingkan etanol dengan propana bukan dengan etana. Propana memiliki panjang molekul yang kurang lebih sama dengan etanol, dan jumlah elektronnya tepat sama.

Kelarutan alkohol dalam air

Alkohol-alkohol yang kecil larut sempurna dalam air. Bagaimanapun perbandingan volume yang kita buat, campurannya akan tetap menjadi satu larutan.

Akan tetapi, kelarutan berkurang seiring dengan bertambahnya panjang rantai hidrokarbon dalam alkohol. Apabila atom karbonnya mencapai empat atau lebih, penurunan kelarutannya sangat jelas terlihat, dan campuran kemungkinan tidak menyatu.

Kelarutan alkohol-alkohol kecil di dalam air

Perhatikan etanol sebagai sebuah alkohol kecil sederhana. Pada etanol murni dan air murni yang akan dicampur, gaya tarik antar-molekul utama yang ada adalah ikatan hidrogen.

Untuk bisa mencampur kedua larutan ini, ikatan hidrogen antara molekul-molekul air dan ikatan hidrogen antara molekul-molekul etanol harus diputus. Pemutusan ikatan hidrogen ini memerlukan energi.

Akan tetapi, jika molekul-molekul telah bercampur, ikatan-ikatan hidrogen yang baru akan terbentuk antara molekul air dengan molekul etanol.

Energi yang dilepaskan pada saat ikatan-ikatan hidrogen yang baru ini terbentuk kurang lebih dapat mengimbangi energi yang diperlukan untuk memutus ikatan-ikatan sebelumnya.

Disamping itu, gangguan dalam sistem mengalami peningkatan, yakni entropi meningkat. Ini merupakan faktor lain yang menentukan apakah penyatuan larutan akan terjadi atau tidak.

Kelarutan yang lebih rendah dari molekul-molekul yang lebih besar

Bayangkan apa yang akan terjadi jika ada, katakanlah, 5 atom karbon dalam masing-masing molekul alkohol.

Rantai-rantai hidrokarbon menekan diantara molekul-molekul air sehingga memutus ikatan-ikatan hidrogen antara molekul-molekul air tersebut.

Ujung -OH dari molekul alkohol bisa membentuk ikatan-ikatan hidrogen baru dengan molekul-molekul air, tetapi "ekor-ekor" hidrogen tidak membentuk ikatan-ikatan hidrogen.

Ini berarti bahwa cukup banyak ikatan hidrogen awal yang putus tidak diganti oleh ikatan hidrogen yang baru.

Yang menggantikan ikatan-ikatan hidrogen awal tersebut adalah gaya-gaya dispersi van der Waals antara air dan "ekor-ekor" hidrokarbon. Gaya-gaya tarik ini jauh lebih lemah. Itu berarti bahwa energi yang terbentuk kembali tidak cukup untuk mengimbangi ikatan-ikatan hidrogen yang telah terputus. Walaupun terjadi peningkatan entropi, proses pelarutan tetap kecil kemungkinannya untuk berlangsung.

Apabila panjang alkohol meningkat, maka situasi ini semakin buruk, dan kelarutan akan semakin berkurang.

Kata Pencarian Artikel ini:

titik didih alkohol, kelarutan alkohol dalam air, pengertian alkohol, kelarutan alkohol, apa yang dimaksud dengan alkohol, perbedaan alkohol primer sekunder dan tersier, contoh alkohol, perbedaan alkohol primer sekunder tersier, pengertian alkohol primer, cara membuat alkohol 100%
Artikel ini termasuk kategori: Alkohol dan memiliki 20 Komentar sejauh ini .
Resep Makanan

Anda dapat mengirimkan komentar , atau taut balik dari situs pribadi .

20 Komentar untuk “Pengantar Alkohol”

  • Lyana says:

    Saya ingin bertanya, mengapa alkohol yang digunakan dalam laboratorium tidak pernah mencapai 100%?
    tolong berikan penjelasan yg lengkap

    • Soetrisno says:

      Seperti dalam penjelasan di atas Alkohol terutama dengan jumlah molekul yang pendek (metanol dan ethanol) memiliki ikatan hidrogen yang kuat dan sangat mudah larut dalam air. Dengan kata lain, alkohol tersebut sangat mudah menangkap dan melarutkan air di udara terutama di cuaca yang lembab. Maka sangat sulit untuk membuat alkohol dengan kadar 100%. Salah satu cara untuk membuat alkohol dengan kadar mendekati 100% adalah dengan mendistilasi alkohol.

    • widhi bungsu says:

      karena tidak ada reaksi yang 100%

  • altharun turpi says:

    saya ngin bertanya..alkohol apakah yang dapat menyebabkan “macular degeneration”? karna setahu saya alhokol juga berperan dalam macular degeneration

  • ucha says:

    sy pnah praktikum kesetimbangan, knpa alkohol bfungsi menurunkan klarutan,, apa yang bisa mnyebabkan hal itu, mohon pnjelasannya.. terima kasih. jazzkllah..

  • woelan says:

    good..!!
    sangat membantui saya

  • wira says:

    salam..
    mo tny nh, tau refrensi indeks bias dari alkohol g?
    trus gmn sifat ‘n aktivasi alkohol jk brd dlm wdah tertu2p??
    thx b4

  • aris says:

    aswb… sy mau tanya ni mengapa alakohol lebih tinggi titikdidihnya dibandingkan aldehid? thanks tolong cepat ya mas di tunggu

  • humaedi says:

    asik euy…
    Qmia trasa lbh nyata

  • ayu tri wahyuni says:

    mengapa titik didih air lebih besar dari titik didih alkohol ?

    • widhi bungsu says:

      karena massa atau berat jenis air lebih besar dari alkohol
      massa air = 1 gr/cm3 atau 1000 kg/m3
      massa alkohol = 0,8 gr/cm3 atau 800 kg/m3

  • Augusty says:

    Bagaimana menurunkan kadar alkohol dalam minuman keras? apakah bila segelas minuman keras dengan kadar alkohol 12% dicampur dengan dua gelas air es maka kadar alkoholnya menurun? Menurun menjadi berapa? Terima kasih

  • Siapa Aja says:

    waduh untung ada situs ini bisa membantu saya

  • apa ajj yg enak..... says:

    makasih info’a :)
    karena info’a saya dapat mengerjakan tugas sekolah :D

  • ade saputri utami says:

    mengapa kelarutan alkohol dalam air dikatakan tak berhingga?

  • yayat tardiat says:

    zat kimia apa yang bisa menurunkan kadar alkohol….?

  • Hamer says:

    Thanks, infonya bermanfaat skali buat saya

  • dewi gita says:

    sangat bermanfaat untuk saya yang beprofesi sebagai bartender…..
    boleh tau apa yg bisa menurunkan kadar alkohol dlm tubuh manusia………..

  • mery says:

    saya ingin bertanya tentang kelarutan alkohol, kenapa kelarutan senyawa alkohol di dlm iar lebh bsr dr pd dlm klorofom, tetrahidrofloran, maupun pelarut organik lainnya. kemudian kenapa senyawa benzena dan eter yang lebih memilih larut dalam pelarut organik dr pada dalam air

  • Solina Panjaitan says:

    Hi admin, kenapa anda memberikan materi alkohol primer sekunder tetapi contohnya yang keluar senyawa halogen? tolong diperbaiki ya. salam kenal

Beri Komentar

Anda Member Chem-is-try.org? Silahkan login disini
Belum menjadi member? Beri komentar disini:

(wajib)

(wajib) (tidak dipublikasi)





Anda dapat menggunakan tag XHTML berikut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>