Daftar Lupa kata kunci?
Thursday, April 24, 2014 14:24

Beri Rating:

Sebarkan:

  • Lintas Berita Digg Facebook Lintas Berita

Teori Mekanika Kuantum

Ditulis oleh Budi Utami pada 19-12-2011

Dalam fisika klasik, partikel memiliki posisi dan momentum yang jelas dan mengikuti lintasan yang pasti. Akan tetapi, pada skala atomik, posisi dan momentum atom tidak dapat ditentukan secara pasti. Hal ini dikemukakan olehWerner Heisenberg pada tahun 1927 dengan Prinsip Ketidakpastian (uncertainty principle) (Oxtoby, Gillis, Nachtrieb).

Menurut Heisenberg, metode eksperimen apa saja yang digunakan untuk menentukan posisi atau momentum suatu partikel kecil dapat menyebabkan perubahan, baik pada posisi, momentum, atau keduanya. Jika suatu percobaan dirancang untuk memastikan posisi elektron, maka momentumnya menjadi tidak pasti, sebaliknya jika percobaan dirancang untuk memastikan momentum atau kecepatan elektron, maka posisinya menjadi tidak pasti.

Untuk mengetahui posisi dan momentum suatu elektron yang memiliki sifat gelombang, maka pada tahun 1927, Erwin Schrodinger, mendeskripsikan pada sisi elektron tersebut dengan fungsi gelombang (wave function) yang memiliki satu nilai pada setiap posisi di dalam ruang (Oxtoby, Gillis, Nachtrieb).

Fungsi gelombang ini dikembangkan dengan notasi ϕ (psi), yang menunjukkan bentuk dan energi gelombang elektron (James E. Brady, 1990). Model atom mekanika kuantum menerangkan bahwa elektron-elektron dalam atom menempati suatu ruang atau “awan” yang disebut orbital, yaitu ruang tempat elektron paling mungkin ditemukan. Beberapa orbital bergabung membentuk kelompok yang disebut subkulit. Jika orbital kita analogikan sebagai “kamar elektron”, maka subkulit dapat dipandang sebagai “rumah elektron”. Beberapa subkulit yang bergabung akan membentuk kulit atau “desa elektron”.

Satu kulit tersusun dari subkulit-subkulit

Satu subkulit tersusun dari orbital-orbital

Satu orbital menampung maksimal dua elektron

Hubungan Subkulit, Orbital, dan Jumlah Elektron Maksimum

Jenis Subkulit Jumlah Orbital Elektron Maksimum
Subkulit s1 orbital2 elektron
Subkulit p3 orbital6 elektron
Subkulit d5 orbital10 elektron
Subkulit f7 orbital14 elektron
Subkulit g9 orbital18 elektron
Subkulit h11 orbital22 elektron
Subkulit i13 orbital26 elektron

Orbital-orbital dalam satu subkulit mempunyai tingkat energi yang sama, sedangkan orbital-orbital dari subkulit berbeda, tetapi dari kulit yang sama mempunyai tingkat energi yang bermiripan.

Susunan kulit, subkulit, dan orbital dalam suatu atom berelektron banyak disederhanakan seperti pada gambar

Susunan orbital dalam suatu atom multielektron. Setiap kotak menunjuk satu orbital

Kata Pencarian Artikel ini:

teori mekanika kuantum, teori mekanika kuantum kimia, teori atom mekanika kuantum, pengertian mekanika kuantum, teori atom menurut mekanika kuantum, artikel teori atom mekanika kuantum, artikel tentang teori atom mekanika kuantum, pengertian teori atom mekanika kuantum, Rumus mekanika kuantum, makna mekanika kuantum
Artikel ini termasuk kategori: Kelas 2 dan memiliki 1 Komentar sejauh ini .
Resep Makanan

Anda dapat mengirimkan komentar , atau taut balik dari situs pribadi .

1 Komentar untuk “Teori Mekanika Kuantum”

Beri Komentar

Anda Member Chem-is-try.org? Silahkan login disini
Belum menjadi member? Beri komentar disini:

(wajib)

(wajib) (tidak dipublikasi)





Anda dapat menggunakan tag XHTML berikut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>