Daftar Lupa kata kunci?
Sunday, February 12, 2012 21:28

Beri Rating:

Sebarkan:

  • Lintas Berita Digg Facebook Lintas Berita

Partikel Dasar Penyusun Atom

Ditulis oleh Nolly Dwi SB pada 27-06-2009

Partikel

Notasi

Massa

Muatan

Sesungguhnya

Relatif thd proton

Sesungguhnya

Relatif thd proton

Proton

p

1,67 x 10-24 g

1 sma

1,6 x 10-19 C

+1

Neutron

n

1,67 x 10-24 g

1 sma

0

0

Elektron

e

9,11 x 10-28 g

 sma

-1,6 x 10-19 C

-1

Catatan : massa partikel dasar dinyatakan dalam satuan massa atom ( sma ).

 

1 sma = 1,66 x 10-24 gram

 

 NOMOR ATOM

  • Menyatakan jumlah proton dalam atom.
  • Untuk atom netral, jumlah proton = jumlah elektron (nomor atom juga menyatakan jumlah elektron).
  • Diberi simbol huruf Z
  • Atom yang melepaskan elektron berubah menjadi ion positif, sebaliknya yang menerima elektron berubah menjadi ion negatif.

Contoh : 19K

 NOMOR MASSA

  • Menunjukkan jumlah proton dan neutron dalam inti atom.
  • Proton dan neutron sebagai partikel penyusun inti atom disebut Nukleon.
  • Jumlah nukleon dalam atom suatu unsur dinyatakan sebagai Nomor Massa (diberi lambang huruf A), sehingga :

A   =  nomor massa

        =  jumlah proton ( p ) + jumlah neutron ( n )

A      =  p + n = Z + n

v      Penulisan atom tunggal dilengkapi dengan nomor atom di sebelah kiri bawah dan nomor massa di sebelah kiri atas dari lambang atom tersebut. Notasi semacam ini disebut dengan Nuklida.

A ZX

 Keterangan :

X  = lambang atom                                 A = nomor massa

Z  = nomor atom                                    

                          

SUSUNAN ION

  • Suatu atom dapat kehilangan/melepaskan elektron atau mendapat/menerima elektron tambahan.
  • Atom yang kehilangan/melepaskan elektron, akan menjadi ion positif (kation).
  • Atom yang mendapat/menerima elektron, akan menjadi ion negatif (anion).
  • Dalam suatu Ion, yang berubah hanyalah jumlah elektron saja, sedangkan jumlah proton dan neutronnya tetap.

Contoh :

Spesi

Proton

Elektron

Neutron

Atom Na

11

11

12

Ion

11

10

12

Ion

11

12

12

Rumus umum untuk menghitung jumlah proton, neutron dan elektron :

1).    Untuk nuklida atom netral :

AZX :             p = Z ; e = Z ; n = (A-Z)

 

2).    Untuk nuklida kation :

AZXy+p = Z ; e = Z – (+y) ; n = (A-Z)

 

3).    Untuk nuklida anion :

AZXy-: p = Z ; e = Z – (-y) ; n = (A-Z) 

KONFIGURASI ELEKTRON

 ü       Persebaran elektron dalam kulit-kulit atomnya disebut konfigurasi.

ü       Kulit atom yang pertama (yang paling dekat dengan inti) diberi lambang K, kulit ke-2 diberi lambang L dst.

ü       Jumlah maksimum elektron pada setiap kulit memenuhi rumus 2n2 (n = nomor kulit).

Contoh :

Kulit K (n = 1) maksimum 2 x 12 = 2 elektron

Kulit L (n = 2) maksimum 2 x 22 = 8 elektron

Kulit M (n = 3) maksimum 2 x 32 = 18 elektron

Kulit N (n = 4) maksimum 2 x 42 = 32 elektron

Kulit O (n = 5) maksimum 2 x 52 = 50 elektron

Catatan :

Meskipun kulit O, P dan Q dapat menampung lebih dari 32 elektron, namun kenyataannya kulit-kulit tersebut belum pernah terisi penuh.

Langkah-Langkah Penulisan Konfigurasi Elektron :

1.     Kulit-kulit diisi mulai dari kulit K, kemudian L dst.

2.     Khusus untuk golongan utama (golongan A) :

Jumlah kulit = nomor periode

Jumlah elektron valensi = nomor golongan

3.     Jumlah maksimum elektron pada kulit terluar (elektron valensi) adalah 8.

o      Elektron valensi berperan pada pembentukan ikatan antar atom dalam membentuk suatu senyawa.

o      Sifat kimia suatu unsur ditentukan juga oleh elektron valensinya. Oleh karena itu, unsur-unsur yang memiliki elektron valensi sama, akan memiliki sifat kimia yang mirip.

4.     Untuk unsur golongan utama ( golongan A ), konfigurasi elektronnya dapat ditentukan sebagai berikut :

a)     Sebanyak mungkin kulit diisi penuh dengan elektron.

b)     Tentukan jumlah elektron yang tersisa.

  • Jika jumlah elektron yang tersisa > 32, kulit berikutnya diisi dengan 32 elektron.
  • Jika jumlah elektron yang tersisa < 32, kulit berikutnya diisi dengan 18 elektron.
  • Jika jumlah elektron yang tersisa < 18, kulit berikutnya diisi dengan 8 elektron.
  • Jika jumlah elektron yang tersisa < 8, semua elektron diisikan pada kulit berikutnya.

Contoh :

Unsur

Nomor Atom

K

L

M

N

O

He

2

2

 

 

 

 

Li

3

2

1

 

 

 

Ar

18

2

8

8

 

 

Ca

20

2

8

8

2

 

Sr

38

2

8

18

8

2

Catatan :

  • Konfigurasi elektron untuk unsur-unsur golongan B (golongan transisi) sedikit berbeda dari golongan A (golongan utama).
  • Elektron tambahan tidak mengisi kulit terluar, tetapi mengisi kulit ke-2 terluar; sedemikian sehingga kulit ke-2 terluar itu berisi 18 elektron.

Contoh :

Unsur

Nomor Atom

K

L

M

N

Sc

21

2

8

9

2

Ti

22

2

8

10

2

Mn

25

2

8

13

2

Zn

30

2

8

18

2

 

 Konfigurasi Elektron Beberapa Unsur Golongan A ( Utama ) dan Golongan B ( Transisi )

 Periode

Nomor Atom ( Z )

K

L

M

N

O

P

Q

1

1 – 2

1 – 2

 

 

 

 

 

 

2

3 – 10

2

1 – 8

 

 

 

 

 

3

11 – 18

2

8

1 – 8

 

 

 

 

4

19 – 20

2

8

8

1 – 2

 

 

 

 

21 – 30 ***

2

8

9 – 18

2

 

 

 

 

31 – 36

2

8

18

3 – 8

 

 

 

5

37 – 38

2

8

18

8

1 – 2

 

 

 

39 – 48 ***

2

8

18

9 – 18

2

 

 

 

49 – 54

2

8

18

18

3 – 8

 

 

6

55 – 56

2

8

18

18

8

1 – 2

 

 

57 – 80 ***

2

8

18

18 – 32

9 – 18

2

 

 

81 – 86

2

8

18

32

18

3 – 8

 

7

87 – 88

2

8

18

32

18

8

1 – 2

 

Keterangan :

Tanda ( *** ) = termasuk Golongan B ( Transisi )

 

Kata Pencarian Artikel ini:

partikel penyusun atom, Partikel dasar penyusun Atom, partikel penyusun inti atom, penyusun atom, partikel partikel penyusun atom, partikel penyusun materi, partikel penyusun atom adalah, Penyusun inti atom, partikel-partikel penyusun inti atom, struktur penyusun atom
Artikel ini termasuk kategori: Kelas 1 dan memiliki 16 Komentar sejauh ini .
Promo Sedapur.com

Anda dapat mengirimkan komentar , atau taut balik dari situs pribadi .

16 Komentar untuk “Partikel Dasar Penyusun Atom”

Beri Komentar

Anda Member Chem-is-try.org? Silahkan login disini
Belum menjadi member? Beri komentar disini:

(wajib)

(wajib) (tidak dipublikasi)





Anda dapat menggunakan tag XHTML berikut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>