Daftar Lupa kata kunci?
Friday, October 31, 2014 17:37

Beri Rating:

Sebarkan:

  • Lintas Berita Digg Facebook Lintas Berita

Kalor Pembakaran

Ditulis oleh Bambang Sugianto pada 15-06-2009

Reaksi kimia yang umum digunakan untuk menghasilkan energi adalah pembakaran, yaitu suatu reaksi cepat antara bahan bakar denga oksigen yang disertai terjadinya api. Bahan bakar utama dewasa ini adalah bahan bakar fosil, yaitu gas alam, minyak bumi, dan batu bara. Bahan bakar fosil itu berasal dari pelapukan sisa organisme, baik tumbuhan atau hewan. Pembentukan bahan bakar fosil ini memerlukan waktu ribuan sampai jutaan tahun.

Bahan bakar fosil terutama terdiri atas senyawa hidrokarbon, yaitu senyawa yang hanya terdiri atas karbon dan hidrogen. Gas alam terdiri atas alkana suku rendah terutama metana dan sedikit etana, propana, dan butana. Seluruh senyawa itu merupakan gas yang tidak berbau. Oleh karena itu, kedalam gas alam ditambahkan suatu zat yang berbau tidak sedap, yaitu merkaptan, sehingga dapat diketahui jika ada kebocoran. Gas alam dari beberapa sumber mengandung H2S, suatu kontaminan yang harus disingkirkan sebelum gas digunakan sebagai bahan bakar karena dapat mencemari udara. Beberapa sumur gas juga mengandung helium.

Minyak bumi adalah cairan yang mengandung ratusan macam senyawa, terutama alkana, dari metana hingga yang memiliki atom karbon mencapai lima puluhan. Dari minyak bumi diperoleh bahan bakar LPG (Liquified Petroleum gas), bensin, minyak tanah, kerosin, solar dan lain-lain. Pemisahan komponen minyak bumi itu dillakukan dengan destilasi bertingkat. Adapun batu bara adalah bahan bakar padat, yang terutama, terdiri atas hidrokarbon suku tinggi. Batu bara dan minyak bumi juga mengandung senyawa dari oksigen, nitrogen, dan belerang.

Bahan bakar fosil, terutama minyak bumi,  telah digunakan dengan laju yang jauh lebih cepat dari pada proses pembentukannya. Oleh karena itu, dalam waktu yang tidak terlalu lama lagi akan segera habis. Untuk menghemat penggunaan minyak bumi dan untuk mempersiapkan bahan bakar pengganti, telah dikembangkan berbagai bahan bakar lain, misalnya gas sintesis (sin-gas) dan hidrogen. Gas sintetis diperoleh dari gasifikasi batubara. Batu bara merupakan bahan bakar fosil yang paling melimpah, yaitu sekitar 90 % dari cadangan bahan bakar fosil. Akan tetapi penggunaan bahan bakar batubara menimbulkan berbagai masalah, misalnya dapat menimbulkan polusi udara yang lebih hebat daripada bahan bakar apapun. Karena bentuknya yang padat terdapat keterbatasan penggunaannya. Oleh karena itu, para ahli berupaya mengubahnya menjadi gas sehingga pernggunaannya lebih luwes dan lebih bersih.

Gasifikasi batubara dilakukan dengan mereaksikan batubara panas dengan uap air panas. Hasil proses itu berupa campuran gas CO,H2 dan CH4.

Sedangkan bahan sintetis lain yang juga banyak dipertimbangkan adalah hidrogen. Hidrogen cair bersama-sama dengan oksigen cair telah digunakan pada pesawat ulang-alik sebagai bahan bakar roket pendorongnya. Pembakaran hidrogen sama sekali tidak memberi dampak negatif pada lingkungan karena hasil pembakarannya adalah air. Hidrogen dibuat dari air melalui reaksi  endoterm berikut:

H2O (l) —> 2 H2 (g) + O2 (g) ΔH = 572 kJ

Apabila energi yang digunakan untuk menguraikan air tersebut berasal dari bahan bakar fosil, maka hidrogen bukanlah bahan bakar yang konversial. Tetapi saat ini sedang dikembangkan penggunaan energi nuklir atau energi surya. Jika proyek itu berhasil, maka dunia tidak perlu khawatir akan kekurangan energi. Matahari sesungguhnya adalah sumber  energi terbesar di bumi, tetapi tekonologi penggunaan energi surya belumlah komersial. Salah satu kemungkinan penggunaan energi surya adalah menggunakan tanaman yang dapat tumbuh cepat. Energinya kemudian diperoleh dengan membakar tumbuhan itu. Dewasa ini, penggunaan energi surya yang cukup komersial adalah untuk pemanas air rumah tangga (solar water heater). Nilai kalor dari berbagai jenis bahan bakar diberikan pada tabel 4  berikut.

Tabel 4. Komposisi dan nilai kalor dari berbagai jenis bahan bakar

gb19

Kata Pencarian Artikel ini:

kalor pembakaran deret normal alkohol, jenis bahan bakar, pengertian kalor pembakaran, nilai kalor bahan bakar, Bahan bakar utama dewasa, deret normal alkohol, menentukan kalor pembakaran berbagai bahan bakar, kalor pembakaran adalah, Cara mencari nilai kalor bakar dari alkohol, dampak-dampak negatif dari beberapa termokimia
Artikel ini termasuk kategori: Termokimia dan memiliki 9 Komentar sejauh ini .
Resep Makanan

Anda dapat mengirimkan komentar , atau taut balik dari situs pribadi .

9 Komentar untuk “Kalor Pembakaran”

  • nadia says:

    Hallo.. Salam kenal yah.. Sy mau mempelajari lbh detil mengenai sumber alam kita. Terutama batubara.. Boleh tanya? Apa yah nama kimia untuk memurnikan batubara? Bagaimana proses memurnikannya yah? Thanks a lot. Ditunggu kabar baiknnya yah.nadia..

    M

    A

  • dHIny says:

    tolong donk,tampilkan berbagai jenis bahan bakar beserta fungsi ‘N jg cara kerjanya…
    bEcausE gY dpt tGs dari gUru Q niCh………
    ‘N sEbelumnya tHax bWgt…………

  • law bisa yang lengkap ea,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,

  • djati says:

    punya video nya g…???

  • ESto says:

    Salam sejahtera !.
    Dalam tabel dituliskan nilai kalor kayu 18 (KJ/gram), kayu yang dimaksud jenis apa ? bagaimana cara mengukur nila kalor suatu materi/bahan padat lainnya ? dapatkah dijelaskan cara mengukur dan alat yang digunakan? misal, kita ingin mengukur nilai kalor dari campuran bermacam-macam kertas yang kita tidak tahu bahan asalnya, bagaimana cara mengukur nilai kalornya ?
    makasih dan Salam.

  • me2 says:

    salam
    mw tnya perbedaan utama gasifikasi batubara dan biomass, produk yang dihasilkan apa saja

    • Hery says:

      Gasifier batubara : yaitu mengubah batubara menjadi gas yang nantinya gas tersebut dispray’kan (dibantu dengan spray oksigen O2) dan akan menghasilkan panas / api yang berfungsi sebagai pemanas / burner melalui pemrosesan yang disebut Gasifier.

      sedangkan Biomass : adalah bahan bakar yang nantinya akan dipakai sebagai sumber penghasil panas yang berasal dari limbah, misalkan Cangkang kelapa sawit, batok kelapa dll (bukan fosil).

      perihal produk yang dihasilkan pastinya adalah “PANAS” untuk pembakaran. (untuk kedua istilah tersebut)

  • opick says:

    maaf mau nanya nih,,
    beda panas pembakaran aseton,premium dan etanol apa yah?
    nggak ngertos aku,,,

Beri Komentar

Anda Member Chem-is-try.org? Silahkan login disini
Belum menjadi member? Beri komentar disini:

(wajib)

(wajib) (tidak dipublikasi)





Anda dapat menggunakan tag XHTML berikut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>