Daftar Lupa kata kunci?
Friday, December 19, 2014 16:20

Beri Rating:

Sebarkan:

  • Lintas Berita Digg Facebook Lintas Berita

Tetapan Laju dan Persamaan Arrhenius

Kata Kunci:
Ditulis oleh Jim Clark pada 23-09-2004

Halaman ini menitikberatkan pada bagaimana tetapan laju bergantung pada suhu dan energi aktivasi seperti yang ditunjukkan oleh persamaan Arrhenius.

Persamaan Arrhenius

Tetapan laju dan persamaan laju

Kita ingat bahwa persamaan laju dari suatu reaksi antara dua senyawa A dan B ditulis seperti dibawah ini :

Persamaan laju menunjukkan pengaruh dari perubahaan konsentrasi reaktan terhadap laju reaksi. Bagaimana dengan faktor-faktor lainnya (seperti suhu, katalis) yang juga mempengaruhi laju reaksi? Bagaimana hal ini dapat berlaku dalam persamaan laju ini?

Seluruh faktor-faktor ini termasuk didalam tetapan laju dimana sebenarnya tetap bila kita hanya mengubah konsentrasi dari reaktan. Ketika kita mengubah suhu maupun katalis, sebagai contoh, tetapan laju akan berubah.

Perubahaan ini digambarkan secara matematis oleh persamaan Arrhenius.

Persamaan Arrhenius

Apa arti dari berbagai simbol ini ?

Mulai dari yang sederhana …

Temperatur atau suhu, T

Agar berlaku dalam persamaan, suhu harus diukur dalam kelvin.

Konstanta atau tetapan gas, R

Tetapan ini datang dari persamaan, pV=nRT, yang berhubungan dengan tekanan, volume dan suhu dalam jumlah tertentu dari mol gas.

Energi aktivasi, EA

Ini merupakan energi minimum yang diperlukan bagi reaksi untuk berlangsung. Agar berlaku dalam persamaan, kita harus mengubahnya menjadi satuan Joule per mole, bukan kJ mol-1

Lalu beberapa yang cukup rumit …

e

Harga dari satuan ini adalah 2.71828 … dan ini merupakan satuan matematis seperti layaknya pi. Anda tidak perlu terlalu bingung untuk mengerti apa artinya ini, untuk menghitung persamaan Arrhenius.

Ekspresi, e-(EA/RT)

Ekspresi ini menghitung fraksi dari molekul yang berada dalam keadaan gas dimana memiliki energi yang sama atau lebih dari energi aktivasi pada suhu tertentu.

Faktor frekwensi, A

Kita juga dapat menyebut ini sebagai faktor pre-eksponensial atau faktor sterik.

A merupakan istilah yang meliputi faktor seperti frekwensi tumbukan dan orentasinya. A sangat bervariasi bergantung pada suhu walau hanya sedikit. A sering dianggap sebagai konstanta pada jarak perbedaan suhu yang kecil.

Pada saat ini mungkin Anda lupa dengan persamaan Arrhenius semula. Persamaan Arrhenius didefinisikan sebagai:

Kita dapat mengalikan kedua sisinya dengan “ln” sehingga menjadi persamaan:

“ln” merupakan salah satu bentuk logaritma.

Menggunakan persamaan Arrhenius

Pengaruh pengubahaan suhu

Kita dapat menggunakan persamaan Arrhenius untuk menggambarkan pengaruh dari perubahaan suhu pada tetapan reaksi – dan tentunya laju reaksi. Jika misalkan tetapan laju berlipatganda, maka juga laju reaksi akan berlipatganda. Lihat kembali ke persamaan pada awal dari halaman ini bila Anda tidak yakin dengan pernyataan ini.

Apa yang terjadi ketika kita menaikkan suhu sebesar 10oC ke, misalkan, dari 20oC ke 30oC
(293 K ke 303 K)?

Faktor frekwensi, A, dalam persamaan ini kurang lebih konstan untuk perubahaan suhu yang kecil. Kita perlu melihat bagaimana perubahaan e-(EA/RT) – energi dari fraksi molekul sama atau lebih dengan aktivasi energi.

Mari kita ansumsikan energi aktivasi 50 kJ mol-1. Dalam persamaan, kita perlu menulisnya sebagai 50000 J mol-1. Harga dari konstanta gas, R, adalah 8.31 J K-1 mol-1.

Pada 20oC(293 K) harga dari fraksi adalah:

Dengan menaikkan suhu walau hanya sedikit (ke 303 K), peningkatannya:

Kita dapat melihat bahwa fraksi molekul-molekul mampu untuk bereaksi dua kali lipat dengan peningkatan suhu sebesar 10oC. Hal ini menyebabkan laju reaksi hampirmenjadi berlipatganda.

Pengaruh dari katalis

Katalis akan menyediakan rute agar reaksi berlangsung dengan energi aktivasi yang lebih rendah. Andaikan keberadaan katalis menurunkan energi aktivasi sebesar 25 kJ mol-1. Kita ulangi perhitungan pada 293 K :

Jika kita membandingkan ketika harga dari aktivasi energi sebesar 50 kJ mol-1, kita dapat melihat terjadi peningkatan yang luar biasa pada fraksi molekul-molekul untuk dapat bereaksi. Hampir lebih dari 30000 lipat molekul-molekul dapat bereaksi dengan keberadaan katalis dibandingkan tanpa katalis. Sesuatu hal yang sangat luar biasa!

Kata Pencarian Artikel ini:

persamaan arrhenius, hukum arrhenius, rumus energi aktivasi, persamaan arhenius, rumus arrhenius, hukum arhenius, persamaan arrhenius dan energi aktivasi, Rumus arhenius, konstanta arrhenius, Rumus tetapan laju reaksi
Artikel ini termasuk kategori: Laju Reaksi dan memiliki 8 Komentar sejauh ini .
Resep Makanan

Anda dapat mengirimkan komentar , atau taut balik dari situs pribadi .

8 Komentar untuk “Tetapan Laju dan Persamaan Arrhenius”

  • imansalman says:

    mempelajari persamaan Arhenius itu, tampak bahwa kecepatan pengadukan reaksi tidak berpengaruh terhadap laju reaksi.
    mengapa bisa tidak berpengaruh padahal kalau dalam suatu reaksi dilakukan pengadukan dengan lebih cepat tentu akan menghasilkan energi kinetik partikel-partikel itu membesar.

    bisakah memberikan penjelasan…

    kalau pengadukan reaksi lebih cepat mengapa tidak mempengaruhi laju…

  • Imansalman says:

    mengapa belum dijawab. saya masih heran. belum menemukan jawabannya. terimakasih.

    • MADON says:

      Ya, di hukum Arrhenius tdk di bahas masalah pengadukan,tetapi energi aktifasi.
      Jadi dg pengadukan akan memperbesar tumbukan partikel sehingga akan menaikan energi aktifasi,jika energi aktivasi naik, maka kecepatan reaksi juga naik,
      Kesimpulan :pengadukan akan mempercepat reaksi terbukti,

      • dina says:

        apa???/energi aktifasi naik sehingga laju juga naik???g salah tu???bukannya katalisator menurunkan energi aktifasi sehingga lajunya semakin cepat???

  • moh wijaya says:

    Dalam persamaan Arrhenius, nilai Ea bisa bernilai positif atau negatif tergantung perubahan suhu terhadap waktu atau disebut laju alir panas. dan Nilai k juga bisa diperoleh dari persamaan Arrhenius. sehingga jika orde reaksi satu, maka waktu paruh dapat diperoleh.

  • ifa says:

    mau tanya donk, kenapa yah saya melakukan penndugaan umur simpan model arhenius pada produk susu UHT di suhu 35 40 45 derajat celsius tapi ko pas di rekap hasilnya umur simpannya tidak sama dengan penyimpanan normal? mohon di bls

  • iza says:

    mau nanya sama tetapan arrhenius sama waktu paruh itu apa?

  • iza says:

    maksud saya hubungan tetapan arrhenius sama waktu paruh,

Beri Komentar

Anda Member Chem-is-try.org? Silahkan login disini
Belum menjadi member? Beri komentar disini:

(wajib)

(wajib) (tidak dipublikasi)





Anda dapat menggunakan tag XHTML berikut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>