Daftar Lupa kata kunci?
Sunday, September 21, 2014 22:09

Beri Rating:

Sebarkan:

  • Lintas Berita Digg Facebook Lintas Berita

Padatan kristalin dan amorf

Ditulis oleh Yoshito Takeuchi pada 11-08-2008

Padatan digolongkan dalam dua golongan, padatan kristalin yang partikel penyusunnya tersusun teratur, dan padatan amorf yang partikel penyusunnya tidak memiliki keteraturan yang sempurna. Studi bahan kristalin mempunyai sejarah yang jauh lebih panjang karena kristal lebih mudah dipelajari daripada bahan amorf. Perkembangan paling penting dalam studi bahan kristalin adalah perkembangan analisis kristalografi sinar-X. Awalnya teknik ini hanya dapat digunakan untuk struktur yang sangat sederhana seperi garam (NaCl). Namun dalam 80 tahun terakhir analisis kristalografi telah berkembang dengan demikian cepat sehingga protein dengan massa molekul yang sangat besar kini dapat dipelajari dengan teknik ini.

Terdapat berbagai cara untuk mengklasifikasikan padatan, yang meliputi berbagai bahan. Namun, klasifikasi yang paling sederhana adalah membaginya menjadi dua golongan: padatan kristalin yang partikelnya tersusun teratur dan padatan amorf yang keteraturannya kecil atau tidak ada sama sekali.

a. Bahan kristalin

Dalam beberapa bahan kristalin, partikel penyusunnya tersusun sehingga keteraturannya kadang nampak dengan mata telanjang. Kristal yang umum kita lihat adalah natrium khlorida, tembaga sulfat hidrat, dan kuarsa. Lokasi partikel penyusun padatan kristalin (ion, atom atau molekul) biasanya dinyatakan dengan kisi, dan lokasi setiap partikel disebut titik kisi. Satuan pengulangan terkecil kisi disebut dengan sel satuan.

Gambar 8.1 Definisi sel satuan.
Sel satuan digambarkan dengan garis tebal. Jarak antar dua titik sepanjang ketiga sumbu didefiniskan sebagai a, b dan c. Sudut yang dibuat antar dua sumbu didefinisikan sebagai α, β dan γ.

Sel satuan paling sederhana adalah kubus. Tiga sumbu kubus dan beberapa sel satuan lain tegak lurus satu sam lain, namun untuk sel satuan lain sumbu-sumbu itu tidak saling tegak lurus. Faktor yang mendefinisikan sel satuan adalah jarak antar titik dan sudut antar sumbu. Faktor-faktor ini disebut dengan tetapan kisi (kadang disebut juga parameter kisi) (Gambar 8.1).

Di tahun 1848, kristalografer Perancis Auguste Bravais (1811-1863) mengklasifikasikan kisi kristal berdasarkan simetrinya, dan menemukan bahwa terdapat 14 jenis kisi kristal seperti diindikasikan dalam Gambar 8.2. Kisi-kisi ini disebut dengan kisi Bravais. Ke-empat belas kisi 14 diklasifikasikan menjadi tujuh sistem kristal.Dalam buku ini, hanya tida sistem kubus yang dikenal baik: kubus sederhana, kubus berpusat badan dan kubus berpusat muka yang akan dibahas.

Besarnya sel satuan dapat ditentukan dengan hukum Bragg, yang diusulkan oleh fisikawan Inggris William Lawrence Bragg (1890-1971) di tahun 1912. Untuk mendapatkan informasi detail susunan akurat partikel dalam kristal, pengukuran intensitas puncak difraksi perlu dilakukan.

b. Padatan amorf

Susunan partikel dalam padatan amorf sebagian teratur dan sedikit agak mirip dengan padatan kristalin. Namun, keteraturan ini, terbatas dan tidak muncul di keseluruhan padatan. Banyak padatan amorf di sekitar kita-gelas, karet dan polietena memiliki keteraturan sebagian (Gambar 8.3).

Fitur padatan amorf dapat dianggap intermediate antara padatan dan cairan. Baru-baru ini perhatian telah difokuskan pada bahan buatan seperti fiber optik dan silikon amorf (Tabel 8.1).

Gambar 8.3 Padatan kristalin dan amorf
Terdapat perbedaan besar dalam keteraturan partikel penyusunnya.

Beberapa ilmuwan bertahan dengan pendapat bahwa padatan amorf dapat dianggap wujud keempat materi.

Tabel 8.1 Beberapa contoh padatan amorf fungsional

AmorfPenggunaan material
Gelas kuarsaSerat optik
Gelas khalkogenidaMembran selenium untuk mesin fotokopi
Silikon amorfSel surya
Logam besi/kobal amorf(bahan magnetik)
polimerpolistirene
Karbon amorfkarbon hitam (adsorben)
Silika gelgel (adsorben)

Kata Pencarian Artikel ini:

amorf, amorf adalah, kristalin, perbedaan kristal dan amorf, pengertian amorf, perbedaan amorf dan kristal, struktur amorf, padatan amorf, kristal dan amorf, kristal amorf
Artikel ini termasuk kategori: Padatan dan memiliki 6 Komentar sejauh ini .
Resep Makanan

Anda dapat mengirimkan komentar , atau taut balik dari situs pribadi .

6 Komentar untuk “Padatan kristalin dan amorf”

  • rasman says:

    harap dilengkapi dengan contoh-contoh amorf dan kristal lebih banyak lagi……………………….waaaaaaaaaaaaaaaa……………..???????

  • widi says:

    thank you banget….
    4ku jadi ada pandan6an sedikit tentan6 padatan |<ristalin and 4morf.
    bTW, lebih bu4ik la6i kalo ditambah cont0h-c0nToh |<ristalin dan 4morf.
    0|<E ………….
    dan akan lebih lengkap lagi, ditambah pengaruhnya terhadap suhu

  • makasihuntuk penjelasan kristal nya tapi ada baknya jika dilengkapi dengan contoh serta klasifikasi nya

  • linda says:

    Kisi bravais/2dimensi kan terbagi mjd 5 ksi dasar, kisi genjang,kisi segi4, kisi heksagonal, kisi segi 4 pnjang, kisi segi 4 panjang dasar. Kenapa hanya 5 tdk lbih. tolong berikan alasannya…..tanks

  • Emmy Risma Silalahi says:

    iya toh ,,,,

    lengkapi donk dengan contoh2 amorf dan kristal …
    kan lebih baik …

  • joe says:

    tolng,gambar kristal nya dbri warna agr jelas Bidang Simetri nya… thanx.

Beri Komentar

Anda Member Chem-is-try.org? Silahkan login disini
Belum menjadi member? Beri komentar disini:

(wajib)

(wajib) (tidak dipublikasi)





Anda dapat menggunakan tag XHTML berikut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>