Larutan buffer
Lakukan kegiatan berikut!
Aktivitas siswa :
Semua larutan yang dapat mempertahankan pH disebut larutan buffer. Sifat larutan buffer antara lain : tidak berubah pH-nya meski diencerkan dan tidak berubah pH-nya meski ditambah sedikit asam atau basa. Pada gambar di atas, pH larutan A tidak berubah setelah
ditambah dengan larutan asam sehingga larutan A merupakan larutanBuffer, sedangkan larutan B bukan merupakan larutan Buffer karena pHnya berubah setelah penambahan larutan asam.
Campuran buffer dapat dibuat dari :
Contoh : CH3COOH dengan CH3COONa ; H2CO3 dengan NaHCO3 ; dan NaHCO3 dengan Na2CO3
Contoh : NH4OH dengan NH4Cl
Latihan :
Hitunglah pH dari 100 mL 0.001 larutan NH4OH, jika diketahui tetapan ionisasinya = 10-5!
Jawab :
Cara perhitungan larutan buffer
Larutan buffer yang terdiri atas asam lemah dan garamnya (larutannya akan selalu mempunyai pH < 7) digunakan rumus :
di mana :
Ca = [CH3COOH] konsentrasi asam lemah
Cg = [CH3COO-] konsentrasi ion garamnya
Ka = tetapan ionisasi asam lemah
Contoh :
Jawab :
Karena y relatif lebih kecil dibanding 1 dan 0.500, bentuk persamaan akan menjadi
di mana, Cb = [NH3] konsentrasi basa lemah
Cg = [NH4+] konsentrasi ion garamnya
Kb = tetapan ionisasi basa lemah
Contoh :
Hitung pH larutan yang dibuat dengan menambahkan 0.100 mol NH4Cl dan 0.200 mol NH3 ke dalam air dan mengencerkannya menjadi 1.000 L. Kb NH4+ = 5.6 x 10-5
Jawab :
Konsentrasi awal (M) 0,200 0.100 ≈ 0
Konsentrasi akhir (M) – y + y + y
Konsentrasi setimbang (M) 0,200 – y 0.100 + y y
Persamaan kesetimbangan
Ringkasan
Asam basa sebagai elektrolit. Definisi asam menurut Arhenius adalah suatu substansi yang menghasilkan ion H3O+ apabila dilarutkan dalam air. Asam Bronsted adalah donor proton, sedangkan basa Bronsted adalah aseptor proton. Asam Lewis adalah setiap spesi yang menerima pasangan elektron bebas dalam membentuk ikatan kovalen.
kog agak gk nyambung di tgh2