Teknologi Pemanfaatan Batubara
Bahan Bakar Langsung
Non Bahan Bakar
Membuat Kompor Alkohol Murah Meriah
Cerita bermula pada saat melakukan pencarian desain burner untuk biogas, kami cukup surprise karena ternyata inisiatif pembuatan dan desain kompor atau tungku dengan bahan bakar alternatif sudah banyak sekali dilakukan baik oleh para hobiis maupun LSM di luar negeri. Salah satu yang menarik perhatian adalah desain kompor berbahan bakar alkohol yang dibuat dari kaleng bekas minuman ringan (soft drink). Di sekitar kita banyak sekali limbah bekas kaleng minuman ringan ini , yang sebetulnya masih bisa kita manfaatkan untuk sesuatu yang cukup berguna (well, saingan dengan para pemulung, menurut informasi harga kaleng bekas ini di tingkat pemulung ternyata sekitar Rp. 14.000,- / kilogram!).
Desain kompor alkohol ini (jenisnya disebut Top Burner Alcohol Stove) sama dengan yang digunakan kompor yang sering dipakai oleh para pencinta alam dan pendaki gunung, Trangia.
Keduanya mengambil prinsip dasar yang sama, hanya bedanya Trangia menggunakan bantuan semacam sumbu yang kemungkinan terbuat dari asbestos. Membuatnya sama sekali tidak sulit, hanya dibutuhkan sedikit kesabaran dan bahan serta alat yang tersedia di sekitar kita. Dan soal fungsional, dari percobaan kami dapat mendidihkan (98C) 0.5 liter air dalam waktu 18 menit dan hanya menghabiskan sekitar 20ml spirtus bakar. Kurang lebih sama bahkan cenderung lebih irit dalam bahan bakar daripada Trangia.
Selain itu, kompor alkohol ini juga simple dan ringkas, dapat dikantongi bila anda sedang melakukan perjalanan alam bebas, alkohol nya selain berfungsi sebagai bahan bakar, dapat juga digunakan untuk antiseptic dan pencuci luka apabila mengalami kecelakaan ringan dalam perjalanan. Keunggulan lain, bahan bakar alkohol ini bersih, tidak mengeluarkan bau dan polusi serta termasuk bahan bakar yang renewable (terbaru). Kekurangannya ? storage dan handling dari bahan bakar cair yang kadang kadang ribet dan harga alkohol yang masih mahal (sekitar Rp. 6000 – 7000 / liter).
Evomium
Bahan bakar (Bensin, diesel, gas) adalah senyawa kimia hdrokarbon yang membentuk molekul-molekul hydrogen dan karbon. Sebagian hidrokarbon membentuk kelompok-kelompok molekul yang padat, tidak sama dan menyatu antara keduanya serta sambung – menyambung menjadi rangkaian hidrokarbon. Keadaan ini menyebabkan bahan bakar tidak dapat terbakar sempurna disebabkan oksigen tidak dapat tercampur masuk dalam ruang molekul-molekul hydrogen dan karbon. Bahan bakar yang tidak terbakar sempurna tersebut dikenal sebagai pembakaran yang tidak lengkap dan kemudian akan menghasilkan karbondioksida, air, karbonmonoksida, karbon, hidrokarbon (sebagian bahan bakar yang tidak terbakar) serta kotoran lain yang dikeluarkan melalui pipa knalpot. Pembakaran yang tidak lengkap ini akan menyebabkan pemborosan bahan bakar, menjadikannya endapan kotoran dalam mesin, pencemaran udara dan seterusnya mengambat performa/tenaga mesin.
Evomium adalah alat penghemat bahan bakar yang mudah dalam pemasangannya. Evomium terdiri dari sepasang magnet baku ‘permanent magnet ‘ magnet tersebut dibuat sedemikian rupa dalam keadaan melengkung dengan ukuran tertentu yang menghasilkan tarikan magnet yang sangat kuat atau lebih dikenal dengan medan tenaga. Evomium dipasang pada saluran bahan bakar yang dekat kearah ‘Carburetor’ atau ‘Fuel Injection system’. Sepasang magnet tersebut akan membentuk tarikan magnet yang sangat kuat diantara kedua permukaan magnet tersebut. bagian magnet atas berfungsi sebagai penerima sedangkan bagian bawah magnet berfungsi sebagai penghantar dan menghasilkan serta mengarahkan tepat sudut medan magnet dengan saluran bahan bakar. Tarikan magnet yang dihasilkan dari kinerja evomium akan menembus saluran bahan bakar semisal getah atau gram menyebabkan hidrokarbon akan terurai dalam bentuk yang lebih beraturan dan tersusun, hasilnya akan menyebabkan setiap molekul akan lebih agresif dan memudahkan oksigen menembus ruang-ruang molekul hydrogen dan karbon untuk mendapatkan pembakaran yang sempurna dan bersih. Hasilnya pula hal ini akan mampu menambah tenaga dengan jumlah pepenggunaan bahan bakar yang lebih sedikit.
Hasil yang didapat dari Evomium adalah
saya sangat tertarik dg artikel-artikel yang dimuat, terutama yang berkaitan dengan energi, namun saya berpikir kelihatnnya saat ini yang selalu dibicarakan adalah efisiensi energi yang berkaitan nilai rupiah artinya ketika harga minyak bumi mahal orang beralih ke bahan bakar lain yang lebih murah, tapi jarang orang berbicara masalah efisiensi energi, sebagai contoh banyak platu saat ini menggunakan batu bara tapi berapa efisiensi energinya paling antara 30-40 %, sementara sisanya terbuang begitu saja, iniliha yang menjadi bahan pemikiran saya, ketika orang menggunakan batu bara, cenderung lebih suka menghembuskan udara menggunakan blower agar dapat menghasilkan api atau panas, namun berap persen kadungan oksigen dalam udara paling 20-21 %, jadi semakin besar hembusan udara, maka konsekwensinya akan menambah umlah bahan bakar, agar suhu dapat tercapai. untuk itu saya telah mengembangkan teknologi pembakaran untuk padatan organik dengan menggunakan teknologi yang saya sebut dengan teknologi intermediasi, jadi disini penggunaan blower hampir tidak digunakan, sehingga api yang dihasilkan akan lebih baik dan efisiensi energi akan meningkat.
i like it