Daftar Lupa kata kunci?
Tuesday, July 29, 2014 8:39

Beri Rating:

Sebarkan:

  • Lintas Berita Digg Facebook Lintas Berita

Monosodium Glutamat

Ditulis oleh Achmad Lutfi pada 12-03-2009

Monosodium glutamat atau MSG adalah salah satu bahan tambahan makanan yang digunakan untuk menghasilkan flafour atau cita rasa yang lebih enak dan lebih nyaman ke dalam masakan, banyak menimbulkan kontroversi baik bagi para produsen maupun konsumen pangan karena beberapa bagian masyarakat percaya bahwa bila mengkonsumsi makanan yang mengandung MSG, mereka sering menunjukkan gejala-gejala alergi. Di Cina gejala alergi ini dikenal dengan nama Chinese Restaurant Syndrome (CRS).

Beberapa laporan menyatakan bahwa orang-orang yang makan di restoran Cina, setelah pulang timbul gejala-gejala alergi sebagai berikut: mula-mula terasa kesemutan pada punggung dan leher, bagian rahang bawah, lengan serta punggung lengan menjadi panas, juga gejala-gejala lain seperti wajah berkeringat, sesak dada dan pusing kepala akibat mengkonsumsi MSG berlebihan. Gejala-gejala ini mula-mula ditemukan oleh seorang dokter Cina yang bernama Ho Man Kwok pada tahun 1968 yaitu timbulnya gejala-gejala tertentu setelah kira-kira 20 sampai 30 menit konsumen menyantap makanan di restoran China.

Komisi penasehat FDA (FDA”s Advisory Committee) bidang Hypersensitivity to Food Constituents dari hasil penelitiannya melaporkan 2 hal mengenai gejala CRS tersebut yaitu: MSG dicurigai sebagai penyebab CRS dan pada saat itu ditemukan bahwa ternyata hidangan sup itulah yang dianggap sebagai penyebab utama timbulnya gejala CRS tersebut.

Kesimpulan Komisi Penasihat FDA terhadap penelitian tersebut yaitu MSG tidak mempunyai potensi untuk mengancam kesehatan masyarakat umum tetapi reaksi hipersensitif atau alergi akibat mengkonsumsi MSG memang dapat terjadi pada sebagian kecil masyarakat. Ambang batas MSG untuk manusia adalah 2 sampai 3 g, dan dengan dosis lebih dari 5 g maka gejala alergi (CRS) akan muncul dengan kemungkinan 30 persen.

Penggunan vetsin (MSG) dalam beberapa jenis makanan bayi yang dipasarkan dalam bentuk bubur halus, yang dikenal sebagai baby Foods sesungguhnya dilakukan hanya untuk memikat konsumen (ibu-ibu) oleh rasa lezat. Sedangkan pengaruhnya terhadap makanan, vetsin tidak akan menambah gizi maupun selera makan bagi bayi karena bayi tidak begitu peduli oleh rasa.

gambar7

Gambar 7 Sejumlah contoh zat aditif makanan yang beredar di pasaran

Dari hasil penelitian Dr. John Alney dari fakultas Kedokteran Universitas Washington, St. Louis pada tahun 1969 menunjukkan bahwa penggunaan vetsin dalam dosis yang tinggi (0,5 mg/kg berat badan setiap hari atau lebih) diberikan sebagai makanan kepada bayi-bayi tikus putih menimbulkan kerusakan beberapa sel syaraf di dalam bagian otak yang disebut Hypothalamus. Bagian otak inilah yang bertanggung jawab menjadi pusat pengendalian selera makan, suhu dan fungsi lainnya yang penting.

Bagi ibu-ibu yang sedang mengandung dan mengkonsumsi MSG dalam jumlah besar, di dalam plasentanya ternyata ditemukan MSG dua kali lebih banyak dibanding dalam serum darah ibunya. Hal ini berarti jabang bayi mendapat masukan MSG dua kali lebih besar.

Percobaan terhadap vetsin dari segi gizi dan rasa bagi bayi tidak ada gunanya, maka penghindaran pemakaian dan konsumsi MSG bagi bayi dan ibu mengandung perlu diperhatikan, dikurangi atau bila perlu dicegah.

Kata Pencarian Artikel ini:

monosodium glutamat, MSG adalah, monosodium glutamat adalah, monosodium glutamate, laporan praktikum kimia pangan analisa aditif, manfaat mononatrium glutamat, monosodium glutamat (msg) adalah, senyawa kimia pada msg, struktur MSG
Artikel ini termasuk kategori: Zat Aditif dan memiliki 14 Komentar sejauh ini .
Resep Makanan

Anda dapat mengirimkan komentar , atau taut balik dari situs pribadi .

14 Komentar untuk “Monosodium Glutamat”

  • Terry says:

    Pak, saya agak tidak sependapat dengan bapak yang menulis bahwa bayi tidak begitu peduli oleh rasa.
    Teman saya pernah bercerita bahwa suatu waktu anaknya yang biasa agak malas makan tiba-tiba menjadi sangat lahap. Setelah ditelusuri ternyata dalam si baby sitter menambahkan msg ke dalam buburnya.
    Selain itu, anak saya, beberapa saat setelah diberikan bubur saring, sudah bisa memilih campuran bubur saring yang menurutnya enak dan tidak.

  • amilia says:

    saya mau tanya kalau standart pengunaan msg menurut SNI berapa yach? Trimkasih

  • mukhtAR says:

    pak produk-produk bubur bayui apa saja yang mengandung msg yang tinggi?

  • mh says:

    dulu pas bayi, wa ga suka asi, tapi setelah di kasih madu baru mau

  • SANDRA says:

    Dari manakah data penelitian tersebut????

  • kusfandiari abu nidhat says:

    Seandainya diberi msg sedikit saja sudah lezat, mengapa harus diberi berlebih? Seandainya diganti dengan bumbu rempah-rempah yang alami saja sudah lezat, mengapa harus diberi zat aditif, semacam msg? Hal ini mengingat, sumber gizi sekaligus sumber penyakit berasal dari makanan. Siapa lagi kalau bukan diri sendiri yang bisa menjaga kesehatan masing-masing?

    • Yoso says:

      Maaf, akan tetapi anda kurang benar mengenai MSG itu adalah zat aditif yang bukan alami dan berbahaya. Justru sebaliknya, MSG itu merupakan zat yang alami. MSG itu merupakan polimer yang monomernya asam glutamat (asam amino esensial) yang berarti dibutuhkan oleh tubuh manusia dan tidak dapat disintesis (diproduksi) oleh tubuh. Memang banyak orang berpendapat bahwa MSG itu berbahaya bagi tubuh. Padahal mereka yang berpendapat seperti itu karena tidak tahu apa-apa mengenai kimia dan MSG itu sendiri (hanya mendapat informasi dari luar, tidak di analalisis). Yang sudah jelas, MSG dikatakan berbahaya hanya oleh orang-orang yang berpolitik untuk menjatuhkan MSG yang lezat rasanya. Adapun seseorang yang menderita CRS atau gangguan lainnya hanya karena alergi saja akibat mengkonsumsinya berlebihan, itupun jika orang tersebut memiliki hipersense terhadap MSG.
      *Hal yang perlu kita kaji adalah; sesuatu (apapun) yang kita konsumsi berlebih pasti akan membahayakan. Seperti contoh: Apakah dewasa jika saya menyatakan bahwa nasi merupakan makanan yang berbahaya karena dapat menyebabkan penyakit diabetes? ya, memang benar jika kita mengkonsumsinya terlalu berlebihan dan atau jika yang mengkonsumsinya seorang penderita diabetes.*
      *Teliti dulu opini yang datang pada kita, kalau sudah ada bukti yang logis dan kita mengerti, barulah kita setujui.*

  • fenilia says:

    klo memang msg berbahaya knp msh diproduksi udah aj di tutup..trus gmna cara kt mengerem untk tdk memakai msg dengan peredaran msg yg beraneka ragam..

  • yulia says:

    memang no itu msg boleh mo beking torang samua perlahan lahan mati cozz kalo tiap hari jo trang mengkonsumsi itu pasti saraf oak akan terganggu

  • sidiq says:

    sebenarnya msg itu terdiri dari apa??? apakah ada bahan yang dapat menggantikan msg dan tidak berbahaya???

  • mursyid says:

    saya mau nanya,..asam glutamat merupakan bagian dari asam amino yang memang memberikan rasa gurih pada makanan,.itu lah kenapa ikan asin bersifat gurih,..dan tidak bisa kita pungkiri bahwa tubuh kita terdiri dari sequence as.amino yang panjang dan juga terdiri dari dari asam glutamat,.kalo di tambahkan dengan sodium, maka terbentuklah MSG,.nah,.yang jadi pertanyaan tu,. bagaimana sih terjadinya bahaya bagi tubuh jika terlalu banyak mengkonsumsi MSG?apakah karena sodiumnya yang berbahaya atau karena glutamatnya??tolong kalau bisa jelasin gimana mekanisme absorbsinya,…pemecahan dari glutamat dan sodium dalam mekanismenya juga ya,….

  • risman says:

    saya mau nanya,..asam glutamat merupakan bagian dari asam amino yang memang memberikan rasa gurih pada makanan,.itu lah kenapa ikan asin bersifat gurih,..dan tidak bisa kita pungkiri bahwa tubuh kita terdiri dari sequence as.amino yang panjang dan juga terdiri dari dari asam glutamat,.kalo di tambahkan dengan sodium, maka terbentuklah MSG??

  • suroya miladia munif says:

    apakah msg mengandung asam glutamat dan gamma.asam aminobutrat?

Beri Komentar

Anda Member Chem-is-try.org? Silahkan login disini
Belum menjadi member? Beri komentar disini:

(wajib)

(wajib) (tidak dipublikasi)





Anda dapat menggunakan tag XHTML berikut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>