Daftar Lupa kata kunci?
Thursday, October 30, 2014 19:29

Beri Rating:

Sebarkan:

  • Lintas Berita Digg Facebook Lintas Berita

Proses Sublimasi

Ditulis oleh Suparni Setyowati Rahayu pada 01-09-2009

Pada umumnya perubahan tingkat wujud berlangsung menurut pola padat – cair – gas – atau kebalikannya. Ada beberapa zat yang dapat berubah langsung dari keadaan uap ke keadaan padat yang disebut menyublim.Sifat demikian dimiliki oleh unsur yodium, kamfer, naftalen, belerang.Zat padat pada umumnya mempunyai bentuk kristal tertentu: Kubus, heksagonal, rombik, monoklin dan sebagainya. Unsur belerang dalam suhu biasa berwarna kuning dengan bentuk kristal rombik. Jika belerang rombik dipanaskan sampai 96° bentuk kristalnya berubah menjadi monoklin. Jika belerang cair didinginkan tiba-tiba pada 119° terjadi pula bentuk kristal monoklin (seperti bentuk jarum).

Pada pendinginan lebih lanjut sampai 96° terjadi bentuk rombik. Suhu 96° adalah suhu peralihan. Peristiwa ini disebut alotropi ialah satu macam zat dalam keadaan berlainan mempunyai sifat fisik yang berbeda. Peralatan dan bahan yang dipakai untuk proses sublimasi yodium:

gb4tulisan

  1. Ambil 1 spatula yodium, letakkan dalam cawan porselin, tutuplah cawan itu dengan gelas arloji, beri air di atas gelas arloji. Panaskan dengan api kecil pada pembakar bunsen.
  2. Sebagian dari kristal yodium ini masukkan dalam tabung reaksi, kemudian tuangi air suling.
  3. Sebagian yang lain masukkan juga pada tabung reaksi dan tuangi alkohol.
  4. Pada dinding luar gelas arloji terdapat hablur-hablur kristal Iodium.gb483

Menangani produk sublimasi

Hasil sublimasi yang telah diperoleh dikumpulkan menggunakan sendok untuk dibandingkan keuntungan dengan kristal aslinya. Kemudian dibandingkan, apakah massa Iodium yang tersublimasi massanya sama dengan produk sublimasi yang dihasilkan. Kemudian dapat dianalisis
apakah semua zat yang menguap tersebut, uapnya dapat menyublim keseluruhan menjadi kristal-kristal kembali.

Operasi Evaporasi

Operasi evaporasi atau penguapan pada dasarnya merupakan operasi pendidihan khusus, dimana terjadi peristiwa perpindahan panas dalam cairan mendidih. Tujuan operasi evaporasi adalah untuk memperoleh larutan pekat dari larutan encer dengan jalan pendidihan dan penguapan. Yang dimaksud dengan larutan adalah terdiri dari zat terlarut yang tidak mudah menguap dan pelarut yang mudah menguap. Pelarutnya dalam kebanyakan hal adalah air, tetapi dapat juga cairan lain.

Memeriksa kondisi evaporator sebelum dioperasikan :
a.Evaporator sebelum dioperasikan harus diperiksa bagian-bagiannya agar kinerjanya menjadi optimum.
b.Kondensor diperiksa fungsi kerjanya dengan cara membersihkan ruang kondensasi.
c.Injeksi uap juga diperiksa apakah pengukur tekanan berfungsi dengan baik atau tidak.
d.Perangkap uap juga diperiksa jika terjadi kebocoran-keborocan
e.Perangkap tetap dibersihkan dari debu dan kotoran.

Kata Pencarian Artikel ini:

sublimasi, proses sublimasi, cara kerja sublimasi, prinsip kerja sublimasi, manfaat sublimasi, cara sublimasi, sublimasi kimia, sublimasi adalah, materi sublimasi, alat sublimasi
Artikel ini termasuk kategori: Teknologi Proses dan memiliki 10 Komentar sejauh ini .
Resep Makanan

Anda dapat mengirimkan komentar , atau taut balik dari situs pribadi .

10 Komentar untuk “Proses Sublimasi”

Beri Komentar

Anda Member Chem-is-try.org? Silahkan login disini
Belum menjadi member? Beri komentar disini:

(wajib)

(wajib) (tidak dipublikasi)





Anda dapat menggunakan tag XHTML berikut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>