Daftar Lupa kata kunci?
Thursday, April 24, 2014 15:35

Halaman : 1 2

Beri Rating:

Sebarkan:

  • Lintas Berita Digg Facebook Lintas Berita

Definisi Kimia Industri

Ditulis oleh Suparni Setyowati Rahayu pada 05-05-2009

Kimia Industri mencakup hal yang cukup luas. Pada bagian ini akan diperkenalkan mengenai Kimia Industri, yang akan dimulai berdasarkan akar katanya, yaitu Kimia dan Industri. Selanjutnya pada sub bab selanjutnya akan dibahas mengenai sistem manajemen dalam suatu industri, khususnya industri besar dimana pada bagian ini akan terlihat pembagian pelaksanaan tugas mulai dari tingkat pelaksana yang dalam hal ini diduduki oleh seseorang dengan klasifikasi pendidikan minimal Sekolah Menengah Kejuruan Teknik / STM sampai dengan tingkat manajer puncak dengan klasifikasi pendidikan minimal sarjana. Dengan demikian diharapkan dapat sebagai gambaran kompetensi yang diperlukan apabila seseorang bekerja pada bidang industri kimia.

Pengenalan tentang “Kimia-Industri” diawali dengan pembahasan berdasarkan asal katanya, yang dimulai dari kata “Industri” dan dilanjutkan dengan kata “Kimia”. Kata Industri merupakan suatu proses yang mengubah bahan-baku menjadi produk yang berguna atau mempunyai nilai-tambah, serta produk tersebut dapat digunakan secara langsung oleh konsumen sebagai pengguna akhir dan produk tersebut disebut dengan “produk-akhir”, selain itu produk dari industri tersebut dapat juga digunakan sebagai bahan baku oleh industri lain, yang disebut juga sebagai “produk-antara”. Kata produk dalam Kimia Industri tentunya melibatkan Industri yang menghasilkan zat kimia. Sedangkan bahan baku yang diproses dalam industri tersebut dapat diperoleh melalui proses penambangan, petrokimia, pertanian atau sumber-sumber lain. Hubungan antara bahan-baku dengan produk baik produk-akhir maupun produk-antara dapat dilihat pada gambar 1.1, dimana produk yangdihasilkan dari industri merupakan produk yang diperlukan oleh manusia dalam hal ini produk tersebut mempunyai nilai tambah.

gb-11

Sedangkan kata “kimia” dapat diartikan sebagai suatu proses dimana sebelum dan sesudah proses terjadi perubahan “identitas kimia” yang ditandai dengan perubahan unsur-unsur penyusunnya dan atau perubahan massa molekulnya ataupun struktur molekulnya, dimana proses tersebut pada umumnya disebut dengan “reaksi-kimia”. Bahan sebelum terjadinya proses reaksi kimia disebut dengan “reaktan”, hasil dari reaksi kimia tersebut disebut dengan “produk”, sedangkan proses reaksi-kimia yang memisahkan sebelum dan sesudah proses menggunakan simbol panah, sebagai contoh proses reaksi kimia pada persamaan [1.1] berikut:

pr-11

Pada persamaan [1.1], terjadi perubahan “identitas-kimia” dari reaktan cumene menjadi produk benzene dan propylene. Perubahan identitas kimia tersebut ditandai dengan berubahnya rumus molekul yang akan diikuti dengan perubahan Berat Molekulnya. Reaksi-kimia atau perubahan identitas kimia seperti pada reaksi [1.1] disebut dengan proses dekomposisi yaitu perubahan reaktan menjadi produk yang rumus molekul lebih sederhana. Kebalikan dari proses dekomposisi adalah kombinasi yaitu penggabungan reaktan menjadi produk dengan berat molekul yang lebih besar, jadi dalam hal ini, cumene sebagai produk, didapat dengan jalan mereaksikan Benzene dan Propylene.

Akan tetapi ada juga perubahan identitas-kimia yang tidak diikuti dengan perubahan Berat Molekul, sebagaimana yang terjadi pada persamaan reaksi [1.2].

pr-12

Pada reaksi persamaan [1.2] tidak terjadi perubahan berat molekul, akan tetapi terjadi perubahan konfigurasi dari molekulnya.

Peristiwa perubahan identitas-kimia atau reaksi kimia dapat terjadi pada kondisi fisis tertentu, misalnya suhu, tekanan ataupun pada fasa tertentu. Sebagai contoh proses pembuatan asam nitrat secara komersial dilaksanakan dari Oksida Nitrik (NO), sebagai bahan-baku, bahan-baku tersebut diproduksi dari oksidasi amonia pada fase gas, dengan reaksi sebagai mana ditunjukkan pada persamaan [1.3].

pr-13

Kondisi operasi reaktan masuk pada reaktor (alat yang merupakan tempat terjadi reaksi kimia) pada tekanan 8,2 atm dan suhu 227oC dengan komposisi 15% mol amonia pada udara. Apabila kondisi operasi tidak memenuhi, maka reaksi tidak akan terjadi. Sedangkan keadaan mula-mula dari udara sebagai bahan baku atau reaktan pada persamaan [1.3] berada pada kondisi tekanan 1 atm dan suhu kamar (sekitar 27oC). Oleh karenanya, sebelum masuk (umpan) pada reaktor, maka udara harus diubah kondisi operasinya dulu dengan jalan menaikkan suhu dan tekanannya sehingga sesuai dengan kondisi operasi yang diperlukan untuk reaksi, yaitu 8,2 atm dan 227oC. Perubahan kondisi operasi ini dikatagorikan dengan “perubahan kondisi-fisis”. Dimana perubahan kondisi fisis ini tidak terjadi perubahan identitas kimia. Untuk merubah kondisi-fisis dari suatu bahan (zat) diperlukan peralatan (equipment), seperti peralatan “penukar-kalor” (heat exchanger) yang digunakan untuk merubah suhu, “kompresor” alat untuk menaikkan tekanan material fase gas dan lain-lain yang dibahas lebih lanjut pada bab-bab berikutnya.

Karena luasnya yang harus ditangani dalam bidang Kimia Industri, kemudian beberapa guru besar dibidang Teknik Kimia dari Massachusetts Institute of Technology yang bekerja dibidang Industri pada tahun 1910 mengelompokan bidang ini menjadi dua bagian besar, yaitu “Satuan-Proses” (Unit Process) dan “Satuan-Operasi” (Unit Operation), (Shreve, 1967). Permasalahan yang berhubungan dengan perubahan-perubahan yang bersifat fisika dalam Industri Kimia dikatagorikan dalam “Satuan-Operasi”, sedangkan perubahan yang bersifat kimia dimasukkan dalam kelompok “Satuan-Proses”.

Kata Pencarian Artikel ini:

Kimia industri, industri kimia, pengertian kimia industri, teknik kimia industri, apa itu kimia industri, DEFINISI KIMIA INDUSTRI, jurusan kimia industri, dekomposisi kimia, kimia industri adalah, Proses industri kimia
Halaman : 1 2
Artikel ini termasuk kategori: Pengenalan Kimia Industri dan memiliki 12 Komentar sejauh ini .
Resep Makanan

Anda dapat mengirimkan komentar , atau taut balik dari situs pribadi .

12 Komentar untuk “Definisi Kimia Industri”

  • Dani Firmansyah says:

    Masih bingung masalah ke depannya?? klo hah lulus nanti kerjanya dmn??

  • Cecep Rusdi says:

    pak saya lulusan anak SMK Negeri 7 Bandung Program Keahlian Kimia Industri

    saya sudah bekerja sebagai Quality Assurance dan setahun lalu saya bekerja di perusahaan berbeda sebagai perancang produksi dan sekaligus bertanggung jawab atas hasil produksi..
    orang kimia industri dapat ditempatkan di berbagai area yang berhubungan dengan produksi maupun laboratorium..

    percaya aja deh gwe udah bekerja selam 2 tahun

  • freddy says:

    saya jurusan S1 kimia industri unpad, ini lagi mau cari judul peneltian, gua lg bingung ni soalnya gua kurang tahu industri apa yang lg marak dan lg berkembang, tolong beri masukan ya? makasih sebelumnya

  • muhammad mulyadi says:

    bagus tuh

  • Husen husaeni says:

    Wahh, jadi semakin semangat dengan program keahlianku di SMKN 7 Bandung, meskipun saya baru diterima.. Semoga saya menyukai program keahlian ini.. Dan saya jadi ingin lebih mengetahui tentang kimia industri…

  • aguz says:

    saya baru aja masuk stm ambil kimia?
    saya maw nnya kimia itu gampang gx cre kerja?

  • wah artikel yang bagus buat referensi makasih ya

  • Saya sudah kelas dua di SMKN 7 Bandung, di bidang KIMIA INDUSTRI, (1K3 and 2K2) dan ternyata smk7 Kualitasnya baik, dari segi teknik belajarnya, gurunya dll.
    SMKN 7 Bandung is the best.

  • ensy says:

    sya berencana akan sekolh menengah kejuruan mngambil jurusan kimia industri,ttp sya tidak begitu paham tentang kimia,apakah kita akan d ajari dri awal

  • patih rajahasta says:

    setuju dengan agus saya pun sekarang menginjak tahun ke 3 1k3,2k2, dan 3k2
    kimia itu luas kita pastinya di butuhkan

  • farida says:

    saya pngn tau lbh banyak tentang konsep-konsep kimia industri.
    dan stlh lulus dari smk apakh gampang cari kerja?

Beri Komentar

Anda Member Chem-is-try.org? Silahkan login disini
Belum menjadi member? Beri komentar disini:

(wajib)

(wajib) (tidak dipublikasi)





Anda dapat menggunakan tag XHTML berikut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>