berikutnya adalah hubungan antara panjang (L) dengan tinggi (h). Agar limbah yang masuk terdistribusi secara merata maka dianjurkan L antara 0.5 – 0.6 d a r i h.Dengan demikian sungguhpun h tidak ada pengaruhnya terhadap uplift velocity (seperti telah disebut diatas), tetapi ratio antare h dan L perlu diperhatikan agar distribusi limbah bisa merata dan kontak dengan microorganism effisien. Variabel design yang lain adalah HRT (hydraulic retention time) pada bagian cair (diatas lumpur) pada baffle reactor minimum harus 8 jam.Agar lebih jelas marilah disimak kasus dan perhitungan dibawah ini.
Kasus I
Limbah yang akan ditangani jumlahnya 25 m3 per hari. Mengalir dalam waktu 12 jam setiap harinya. COD nya sama dengan contoh lain ialah 633 mg/Itr. BOD nya adalah 333 mg/Itr. HRT pada septic tank (sebenarnya lebih cocok disebut settler atau chamber 1) adalah 1.5 jam. Sedangkan desludging periodnditetapkan 1.5 tahun sekali (atau 18 bulan). Limbah yang ditangani adalah limbah domestik dan ditetapkan ratio SS terendapkan/COD adalah 0.42 mg/Itr / mg/Itr.
Sistem yang akan dipakai adalah baffled reactor Hitunglah ukuran dari baffled reactor dan skets konstruksinya.
Perhitungan:
Istilah nya adalah Sludge Itr/gram BOD removal = 0.005 Karena itu = 72% x 0.005 = 0.0036 Itr/gr BOD rem
Berikutnya langkah langkah untuk menghitung baffled reactor. Seperti telah disebut diatas salah satu variable design dalam menghitung baffled reactor adalah uplift velocity yang dalam hal ini jangan lebih dari 2 m/jam. Bila lebih dari 2 m/jam maka percuma saja anda membuat baffled reactor karena proses yang terjadi hanya sekedar sebagai settling.
Dalam kasus ini misalnya anda menetapkan uplift velocity = 1.8 m/jam Variabel design yang lain adalah minimum jumlah chamber untuk baffled reactor adalah 4 buah. Dalam kasus ini misalnya anda tetapkan 5 buah. Berikutnya yang perlu anda tetapkan adalah kedalaman air pada outlet dari baffled reactor. Biasanya penetapan ini dipengaruhi oleh situasi dari lokasi dimana anda membuat konstruksi ini. Dalam kasus ini misalnya ditetapkan bahwa kedalaman pada outlet = 1.5 meter.
Variabel design yang berikutnya (lihat ulasan diatas) adalah panjang (L) adalah 0.5 — 0.6 dari dalam (h).Dalam kasus ini misalnya anda tetapkan 0.5; maka panjang = 0.75 meter Luas area untuk satu chamber = Flow rate/uplift velocity = 2.08/1.8
= 1.16 m2 Luas area = panjang x lebar Maka lebaT deri chamber baffled reactor = 1.16/0.75 = 1.54 meter
Konsekwensinya luas area untuk satu chamber = 2 x 0,75 = 1,5 m2 Hingga uplift velocity menjadi = 2,08/1,5 = 1.39 m/jam (lebih baik)
Lebar lorong (istilah menterengnya adalah downflow shaft) pada baffled reactor terserah dari perencana, tetapi jangan lebih kecil dari 25 cm.
Bila lebih kecil dari itu akan sulit pada perawatan karena terlampau sempit. Dalam kasus ini misalnya anda tetapkan 25 cm Maka volume total dari baffled reactor (termasuk volume lorongnya)adalah: = 5 x (2x(0.75 + 0.25) x 1.5) = 15 m3
Untuk volume 15 m3 maka limbah yang masuk ke baffled reactor akan ngendon selama = 15/(25/24) = 14.4 jam
Tetapi ingat bahwa sebagian ruang dalam baffled reactor akan ditempati oleh sludge dan pengalaman kira kira kan ada paling tidak 5°ro dari ruang tersebut yang ditempati oleh sludge Karena itu HRT setelah di operasi kan kira kira adalah = 14.4 – 5% nya
= 13.8 jam atau dibulatkan menjadi = 14 jam