Septic tank adalah teknik pengolahan limbah yang amat lazim digunakan didunia untuk pengolahan limbah setempat dan skala kecil. Pada intinya proses yang terjadi pada septic tank adalah sedim entasi (pengendapan) dan dilanjutkan dengan stabilisasi dari bahan bahan yang diendapkan tersebut lewat proses anaerobic.
Keuntungan dari septic tank adalah murah, konstruksinya scderhana dan dengan operasi yang baik umur teknis nya amat panjang.Tetapi kelemahan dari septic tank adalah treatment efficiency yang relutif rendah (15% – 40% BOD) dan effluent yang dihasilkan masih berbau karena mengandung bahan yang belum terdekomposisi sempurna.
Konstruksi Septic tank terdiri dari minimum 2 ruang (chamber) dan bisa juga Iebih.Pada ruang pertama (treatment chamber 1) berkisar 70% (2/3) dari total volume desain, karena sebagian besar dari lumpur/sludge don scum akan terjadi di ruang ini, dan ruang kedua 30% (1/3) total volume untuk menangkap partikel padatan yang lobs dari ruang pertama.

Pada ruang pertama ini limbah cair yang masuk akan menjadi 3
bagian ialah:
1.Lumpur/sludge yang mengendap pada bagian bawah dan untuk seterusnya lumpur ini akan terurai lewat proses anaerobik.
2.Supernatant, ialah cairan yang telah terkurangi unsur padatannya dan untuk seterusnya akan mengalir menuju ke chamber 2
3.Scum (buih atau langit-langit) yang merupakan bahan yang lebih ringan dari air seperti minyak, lemak, dan bahan ikutan lain.Scum ini bertambah lama bertambah tebal. Karena itu perlu dihilangkan secara periodik (biasanya sekali dalam 1 tahun).Scum ini sebenarnya tidak mengganggu reaksi yang terjadi selama proses pengolahan, tetapi bila terlampau tebal akan memakan tempat hingga kapasitas treatment akan berkurang.
Sedangkan pada ruang kedua (dan berikutnya) yang terjadi adalah:
a.Endapan lumpur/sludge, khususnya partikel yang tidak terendapkan pada ruang pertama.
b.Supernatant yang seterusnya menjadi effluent untuk dibuang ke alam atau diresapkan kedalam tanah.