Prinsip kerja dan proses yang terjadi pada Imhoff tank mirip dengan yang terjadi pada Septic tank, ialah pengendapan dan dilaniutkan dengan stabilisasi lewat proses anaerobik.Pada intinya Imhoff tank dikembangkan untuk menanggulangi berbagai masalah yang timbul pada septic tank.
Misalnya effluent dari septic tank masih bau karena kemungkinan terjadinya kontak antara limbah yang baru masuk dengan sludge/
lumpur.Pada Imhoff tank hal tersebut dihindari dengan memisahkan limbah yang masuk dan endapan lumpur yang terjadi. Pemisahan tersebut dilakukan dengan membuat konstruksi tirus (funnel type) seperti pada sketsa dibawah.

Tetapi disamping kelebihan yang telah diuraikan diatas, kelemahan dari Imhoff tank adalah konstruksinya yang lebih rumit.Akibatnya untuk konstruksi yang kecil (kurang dari 4 m3 per hari)tidak dimungkinkan karena ruang pemisah akan menjadi kecil dan sulit untuk pembersihan.
Seperli pada septic tank, didalam Imhoff tank akan terjadi lapisan sludge/lumpur di bagian bawah, scum di bagian atas dan
supernatant. Efficiency nya juga hampir sama dan berkisar antara 25% – 50% COD removal.
Terdapat beberapa patokan yang perlu diperhatikan dalam desain Imhoff tank, diantaranya adalah:
1.Chamber2 atau kompartemen2 yang terletak dibagian atas (bagian yang tirus) harus di desain untuk minimum 2 jam HRT pada Peak Flow.
2.Sedangkan hydraulic load nya harus kurang dari 1.5 m3/jam per m2 luas area permukaan dari chamber2.