Daftar Lupa kata kunci?
Friday, March 19, 2010 3:59

Beri Rating:

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (1 votes, average: 5.00 out of 5)
Loading ... Loading ...

Sebarkan:

Desain Dan Pelaksanaan Konstruksi Filtrasi

Ditulis oleh Suparni Setyowati Rahayu pada 01-07-2009
  1. Filter bed yang luas dan tidak terlampau dalam lebih baik dibanding konstruksi yang terlampau dalam tetapi sempit.
  2. Zona inlet yang lebih lugs lebih baik.
  3. Perlu diatur agar aliran terdistribusi secara merata pada seluruh lebar zona inlet tersebut.
  4. Memakai gravel dengan bentuk yang relatif bulat dan ukuran yang hampir sama untuk media.

Bentuk gravel yang relatif bulat dan ukuran yang regular memberikan void ratio yang tinggi. Sebenarnya bentuk demikian akan mengurangi kinerja dari treatment, tetapi menghindari masalah penyumbatan.Padahal penyumbatan (clogging) merupakan salah satu masalah yang amat perlu diperhatikan didalam konstruksi filtrasi horizontal.

Clogging tersebut lazim terjadi karena :
a. Suspended Solid, dan
b. sludge yang terbentuk akibat penguraian bahan organis didalam limbah.

Karena itu bagian muka (front part) dari media harus sedemikian hingga mempunyai void yang kecil hingga dapat menahan SS sebaik mungkin, tetapi juga harus luas agar dapat meratakan SS tsb agar tidak mengumpul di si tu tempat saja.

Berdasar pengalaman empiris, pada bagian ini, pemakaian gravel dengan bentuk bulat dan uniform dengan ukuran diameter antara 8 -
15 mm adalah paling baik. Agar tidak terjadi percolasi air limbah karena kebocoran, maka konstruksi filter horizontal lazimnya dibuat dengan:

  • -Lapisan tanah liat yang kedap air
  • -Plastik, atau
  • -Pasangan (beton atau pasangan batu). Umur Pasangan (beton atau pasangan batu). Umur berfungsi.

Bila didesain, dilaksanakan dan di operasi kan dengan baik maka filter horizontal dapat berfungsi secara optimum selama 15 – 20 tahun. Umur tersebut sangat dipengaruhi oleh ukuran butiran dari gravel dan strength dari limbah.

Bila fungsinya sudah menurun (ditunjukkan dergan menurunnya hydraulic conductivity) ada beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk memfungsikan sistem tersebut kembali, ialah:Mengistirahatkan dan men drain filter horizontal untuk beberapa waktu. Proses ini lazim disebut “resting”. Untuk ini didalam desain lebih baik membagi seluruh filter bed menjadi beberapa bagian hingga bila bagian tertentu sedang resting” bagian lain masih tetup dapat difungsikan.

a.Setelah itu dilakukan pengisian secara bergantian (alternate chaiging) dan setelah dianggap cukup dapat difungsikan kembali.
b.Selama proses resting dan drain lersebut berbagai elemen yang meengakibatkan penyumbangan dapat terdekomposisi hingga hydraulic conductivity dapat ditingkatkan kembali.
c.Tetapi bila turunnya hydraulic conductivity ini disebabkan oleh partikel padat yang tidak dapat terurai (misalnya tanah)maka tidak ada jalan lain selain membongkar media dan melakukan penggantian. Bila hal ini terpaksa dilakukan maka lebih baik dilakukan pada bagian inlet. Karena bagian ini lazimnya merupakan bagian yang paling sering mengalami masalah clogging

Tanaman digunakan untuk menutup filter media data disamping itu dengan adanya tanaman akan melahirkan suatu micro ecosystem yang menghasilkan sinergi yang positif terhadap proses pengolahan limbah.

Banyak uji coba empiris yang dilakukan yang masing masing melaporkan kelebihan dan kekurangannya. Tetapi akhirnya jenis tanaman yang aipilih haruslah yang banyak tersedia (atau mudah untuk diadakan) di suatu lokasi.Patokan yang perlu diperhatikan dalam pemilihan jenis tanaman yang akan ditanam diatas horizontal filter adalah:

  • -Yang dapat hidup pada air limbah.Berbagai ragam perdu yang lazim tumbuh di wilayah rawa merupakan opsi yang dapat dipilih.
  • -Yang mempunyai pola perakaran yang dalam dan lugs hingga dapat menjalar & menembus seta seta filter media dan mencengkerana.

BORDA (Brement Overseas Research & Development Association) melaporkan bahwa Phragmites Australis (Glagah,Parumpung, Kasongket) merupakan jenis tanaman yang amat baik digunakan pada konstruksi ini. Karena akarnya dalam dan menjalar ke berbagai arah hingga membentuk formasi yang baik.Disamping itu Typlaa Angustifolia (Tanaman Ekor Kucing) juga dilaporkan mempunyai performance yang baik untuk digunakan pada filter horizontal. Disamping melahirkan suatu micro ecosystem yang komplex yang berdampak positif terhadap proses pengolahan, sampai tingkat tertentu sistem perakaran juga dilaporkan dapat mereduksi berbagai substansi racun.

Artikel ini termasuk kategori: Limbah Industri dan memiliki 0 Komentar sejauh ini.

Anda dapat mengirimkan komentar, atau taut balik dari situs pribadi.

Beri Komentar

Anda Member Chem-is-try.org? Silahkan login disini
Belum menjadi member? Beri komentar disini:

(wajib)

(wajib) (tidak dipublikasi)





Anda dapat menggunakan tag XHTML berikut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>