Daftar Lupa kata kunci?
Sunday, March 14, 2010 21:08

Beri Rating:

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...

Sebarkan:

Oksida Logam, Oksida Molekular dan Oksida Satu Dimensi Berstruktur Rantai

Ditulis oleh Taro Saito pada 10-11-2009

Oksigen dan Oksida


Oksida Logam

Oksida dari semua unsur logam telah dikenal dan oksida-oksida ini menunjukkan beragam struktur, asam basa, dan hantaran. Oksida dapat membentuk rantai satu dimensi, lapisan dua dimensi atau struktur 3-dimensi.  Oksida logam dapat bersifat basa, amfoter atau asam bergantung identitas logamnya. Lebih lanjut, rentang sifat fisik yang ditunjukkan juga sangat luas, dari isolator, semikonduktor, konduktor bahkan superkonduktor. Komposisi oksida logam dapat stoikiometrik sederhana, stoikiometrik tetapi tidak sederhana, atau kadang non-stoikiometrik. Oleh karena itu, oksida logam lebih baik diklasifikasikan sesuai dengan sifatnya. Namun, karena strukturlah yang memberikan infomasi paling bermanfaat untuk memahami sifat fisik dan kimianya, oksida diklasifikasikan berdasarkan atas dimensi strukturnya (Tabel 4.4. dan Tabel 4.5).

berbagai oksida biner

Oksida Molekular

Rutenium tetroksida, RuO4, (mp 25° C, dan bp 40° C) dan osmium teroksida, OsO4 (mp 40° C, dan bp 130° C) memiliki titik didih dan titik leleh rendah, dan strukturnya molekular. Kedua senyawa ini dipreparasi dengan memanaskan serbuk logam dalam atmosfer oksigen pada sekitar 800° C. Strukturnya adalah tetrahedral, keduanya melarut dalam pelarut organik dan juga agak larut dalam air. OsO4 digunakan dalam kimia anorganik khususnya untuk preparasi cis-diol dengan mengoksidasi ikatan rangkap C=C. Misalnya, sikloheksana diol dipreparasi dari sikloheksena.  Karena oksida-oksida ini sangat mudah menguap dan beracun, oksida-oksida ini harus ditangani dengan sangat hati-hati.

Oksida Satu Dimensi Berstruktur Rantai

Merkuri oksida, HgO, adalah senyawa kristalin bewarna merah dan dibentuk bila merkuri nitrat dipanaskan di udara. HgO memiliki struktur zigzag tak hingga. Kromium trioksida, CrO3, adalah senyawa kristalin merah dengan titik leleh rendah (197° C) dan strukturnya terdiri atas tetrahedra CrO4 yang dihubungkan dalam satu dimensi. Keasaman dan daya oksidasi kromium trioksida sangat tinggi. Kromium trioksida digunakan sebagai bahan oksidator dalam kimia organik.

Artikel ini termasuk kategori: Kimia Unsur Non-Logam dan memiliki 0 Komentar sejauh ini.

Anda dapat mengirimkan komentar, atau taut balik dari situs pribadi.

Beri Komentar

Anda Member Chem-is-try.org? Silahkan login disini
Belum menjadi member? Beri komentar disini:

(wajib)

(wajib) (tidak dipublikasi)





Anda dapat menggunakan tag XHTML berikut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>