Daftar Lupa kata kunci?
Tuesday, September 30, 2014 17:50

Beri Rating:

Sebarkan:

  • Lintas Berita Digg Facebook Lintas Berita

Kromatografi Gas Kapiler

Ditulis oleh Adam Wiryawan pada 27-03-2011

Tujuan :

untuk mempelajari sejumlah parameter yang dihubungkan dengan operasional kromatografi gas dengan kolom kapiler, dan melakukan sejumlah analisa

Pendahuluan:

Dalam eksperimen packed-coloumn GC, beberapa sifat dari kromatografi gas telah dikemukakan, seperti respon detektor, perbedaan antara operasional isotermal dan temperatur programmed, dan analisa kualitatif. Pengamatan dan kesimpulan yang diperoleh dari hal tersebut dapat diterapkan pada sistem capillary GC. Akan tetapi terdapat dua perbedaan utama yang mesti digaris bawahi :

(1)Penggunaan kolom kapiler memberikan efisiensi yang jauh lebih besar pada proses kromatografi dan oleh karenanya secara significant plate-number lebih besar( yaitu puncak yang lebih sempit) dan resolusi yang lebih baik akan muncul. Hal ini merupakan konsekuensi dari kolom yang lebih panjang , terbuka yang digunakan. Untuk menjaga efisiensi kolom pada laju aliran gas pembawa yang lebih tinggi, biasanya digunakan gas pembawa helium atau hidrogen

(2)Lubang sempit pada kolom membatasi aliran gas pembawa yang mana dapat diakomodasi, dan karenanya untuk mengirim bahan terlarut ke dalam kolom sebagai pita sempit maka diperlukan prosedur spesial injeksi. Rasio fase kolom juga jauh lebih besar. Kita seharusnya menguji beberapa parameter penting yang mana secara normal harus dihitung pada saat melakukan GC kapiler. Prosedur injeksi akan dipelajari. Penerapan GC kapiler akan dilakukan.

Tugas : Prosedur Injeksi

Terdapat tiga prosedur injeksi utama yang digunakan dalam kolom kapiler yaitu metode spli, splitless dan on-coloumn. Anda sebaiknya mengacu pada diagram skematik untuk setiap injektor. Dari tiap injektor, yang mana akan diuraikan dengan singkat berikut.

Split, Gas pembawa menyapu seluruh jarum syringe dan membawa vaporised solven dan sampel menuju ke kolom terbuka. Hanya sebagian kecil (katakan 1%) dari aliran masuk ke dalam kolom, sisanya keluar dengan cepat melalui jalur ventilasi. Rasio split adalah aliran kolom : aliran vent (misal 1:50, 1:100 dan lainnya). Oleh karena itu, sebagian besar sampel tidak masuk ke dalam kolom. Penguapan dan pembuangan sampel yang sangat cepat mengakibatkan berdiamnya (residence time) sampel dalam injektor adalah rendah, dan maka sampel masuk dalam kolom sebagai pita yang sangat sempit.

Splitless, Jika komponen sampel sedikit, maka mode split mungkin tidak memuaskan. Mode splitless akan mengalahkan problem pembuangan sebagian besar sampel pada ventilasi dan lakukan sebagai berikut :

Sebelum dilakukan injeksi, jalur ventilasi ditutup. Aliran yang dijinkan hanya menuju ke dalam kolom. Pada saat pelarut dan sampel diinjeksikan, akan menguap dan secara perlahan masuk ke dalam kolom(pada laju alir yang digunakan,1-2 cm3 min-1). Oven kolom pada temperatur rendah untuk menkondensasi pelarut dan sampel pada kepala kolom. Setelah sekitar 45-60 detik, ventilasi dibuka dan sisa pelarut dalam injektor akan terbuang. Dalam hal ini, sebagian besar sampel (dan pelarut) masuk ke dalam kolom.

On-culoumn, Sangatlah mungkin untuk mendesain sebuah injektor yang memperbolehkan sebuah jarum yang bagus untuk melewati kolom kapiler dan deposit pelarut dan sampel langsung pada dinding dalam kolom.

Latihan :

  1. Diskusikan dengan asisten lab, prosedur untuk mengatur injektor untuk operasional split dan splitless (catatan :biasanya kita akan menggunakan glass insert yang berbeda untuk dua mode ini)
  2. Set up injektor pada split mode dengan rasio split 1:100
  3. Injeksikan 0,5 μL pelarut, dengan oven GC pada 600C isotermal
  4. Tekan start dengan segera yang akan mengaktifkan computing recorder
  5. Catat elution time dari puncak pelarut serta tinggi dan luasnya. Catat lebar puncak.
  6. Ubah setting injeksi ke splitless mode, yang akan melibatkan penyesuaian dan aktivasi splitless timing devices. Pilih 45 sekon seperti splitless tertunda (berarti sisa pelarut akan keluar memallui ventilasi setelah 45 detik)
  7. Injeksikan 0,5 μL pelarut dan tekan start. Jika setting telah disesuaikan dengan benar, 45 sekon setelah start, selenoid akan mengubah jalur alir. Ini akan berbunyi “clang”
  8. Catat data seperti pada (v)
  9. Jika sisa pelarut tidak terbuang, puncak pelarut tidak akan kembali ke baseline dengan cepat. Untuk melihat efek ini, atur splitless mode untuk menjaga k onfigurasi splitless mode selama sekitar 10 menit.
  10. Injeksikan 0,5 μL pelarut dan tekan start dan catat hasil anda.

Beri komentar hasil Anda dalam istilah pengiriman pelarut (dan oleh implikasi, sampel) ke dalam kolom.

Jika pelarut terdiri dari komponen yang elutes setelah pelarut, bandingkan waktu retensinya dan bentuk puncak dalam setiap mode injeksi

Artikel ini termasuk kategori: Praktikum Kromatografi dan memiliki 0 Komentar sejauh ini .
Resep Makanan

Anda dapat mengirimkan komentar , atau taut balik dari situs pribadi .

Beri Komentar

Anda Member Chem-is-try.org? Silahkan login disini
Belum menjadi member? Beri komentar disini:

(wajib)

(wajib) (tidak dipublikasi)





Anda dapat menggunakan tag XHTML berikut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>