Daftar Lupa kata kunci?
Friday, November 21, 2014 20:59

Beri Rating:

Sebarkan:

  • Lintas Berita Digg Facebook Lintas Berita

Rangkuman Kompleksometri

Ditulis oleh Ikhsan Firdaus pada 07-03-2009

Titrasi kompleksometri adalah salah satu metode kuantitatif dengan memanfaatkan reaksi kompleks antara ligan dengan ion logam utamanya, yang umum di indonesia EDTA ( disodium ethylendiamintetraasetat/ tritiplex/ komplekson, dll ).

Kestabilan termodinamik (dari) suatu spesi merupakan ukuran sejauh mana spesi ini akan terbentuk dari spesi-spesi lain pada kondisi-kondisi tertentu, jika sistem itu dibiarkan mencapai keseimbanagan.

Faktor-faktor yang mempengaruhi kestabilan kompleks, yaitu :

a.  Kemampuan mengkompleks logam-logam.

Kemampuan mengkompleks relatif (dari) logam-logam digambarkan dengan baik menurut klarifikasi Schwarzenbach, yang dalam garis besarnya didasarkan atas pembagian logam menjadi asam Lewis (penerima pasangan elektron) kelas A dan kelas B.

b.  Ciri-ciri khas ligan itu.

Di antara ciri-ciri khas ligan yang umum diakui sebagai mempengaruhi kestabilan kompleks dalam mana ligan itu terlibat, adalah :

1.  kekuatan basa dari ligan itu,

2.  sifat-sifat penyepitan (jika ada), dan

3.  efek-efek sterik (ruang).

Keinertan atau kelabilan kinetik dipengaruhi oleh banyak faktor, tetapi pengamatan umum berikut ini merupakan pedoman yang baik akan perilaku kompleks-kompleks dari berbagai unsur, yaitu diantaranya :

1.   Unsur grup utama, biasanya membentuk kompleks-kompleks labil.

2.  Dengan kekecualian Cr(III) dan Co(III), kebanyakan unsur transisi baris-pertama, membentuk kompleks-kompleks labil.

3. Unsur transisi baris kedua dan baris ketiga, cenderung membentuk kompleks-kompleks inert.

Suatu reaksi kompleks dapat dipakai dalam penitaran apabila:

ü      Kompleks cukup memberikan perbedaan pH yang cukup besar pada daerah titik setara.

ü      Terbentuknya cepat.

Ø      Beberapa jenis senyawa Kompleks

Ada 2 jenis lignand dilihat dari jumlah atom donor di dalamnya :

  1. Ligand monodentat : terdapat 1 atom di dalamny
  2. Ligand polidentat : terdapat lebih dari 1 atom donor di dalamnya

Contoh beberapa komplekson :

1. Asam nitrilotriasetat(III)

Nama lainnya adalah :

  • NITA
  • NTA
  • Komplekson I

2 . Asam trans-1,2-diaminosikloheksana-N,N,N’,N’-tetraasetat(IV)

Nama lainnya adalah:

  • EDTA
  • DcyTA
  • DCTa
  • Komplekson IV

3. Asam 2,2’2etilenadioksibis(etiliminodiasetat) (V)

Nama lainnya:

  • Asam etilenaglikolbis (2-aminoetil eter) N,N,N’,N-tetraasetat (EGTA)

4.      Asam trietilenatetramina-N,N,N’,N”,N”’,N”’-heksaasetat (TTHA)

Ø      Jenis-jenis titrasi EDTA, yaitu :

1.      Titrasi langsung

2.      Titrasi balik

3.      Titrasi penggantian atautitrasi substitusi

4.      Titrasi alkalimetri

5.      Macam-macam metode

Kurva pada titrasi EDTA dibuat dengan memplot  pM (logaritma negatif dari konsentrasi ion logam bebas : pM = -log[Mn+]) pada sumbu y dan volume larutan EDTA yang ditambahkan pada sumbu x.

Ø      Faktor-faktor yang akan membantu menaikkan selektivitas, yaitu :

1.      Dengan mengendalikan pH larutan dengan sesuai

2.      Dengan menggunakan zat-zat penopeng

3.      Kompleks-kompleks sianida

4.      Pemisahan secara klasik

5.      Ekstraksi pelarut

6.      Indikator

7.      Anion-anion

8.      ‘Penopengan Kinetik’

Ø      Macam-macam indikator logam, yaitu diantaranya :

1.      Mureksida (C.I. 56085)

2.      Hitam Solokrom (Hitam Eriokrom T)

3.      Indikator Patton dan Reeder

4.      Biru Tua Solokrom atau Kalkon

5.      Kalmagit

6.      Kalsikrom (calcichrome)

7.      Hitam Sulfon F Permanen (C.I. 26990)

8.      Violet Katekol (Catechol Violet) atau Violet Pirokatekol (Pyrocatechol Violet)

9.      Merah Bromopirogalol (Bromopyrogalol Red)

10.  Jingga Xilenol (Xylenol Orange)

11.  komplekson Timolftalein (Timolftalein)

12.  Biru Metiltimol (Komplekson Biru Metiltimol)

13.  Zinkon (Zincon) atau 1-(2-hidroksi-5-sulfofenil)-3-fenil-5-(2-karboksifenil)-formazan

14.  Biru Variamina (C.I. 37255)

Kesalahan titrasi kompleksometri tergantung pada cara yang dipakai untuk mengetahui titik akhir. Pada prinsipnya ada dua cara, yaitu kelebihan titran yang pertama ditunjukkam atau berkurangnya konsentrasi komponen tertentu sampai batas yang ditentukan, dideteksi.

1.    Kesalahan titrasi dihitung dengan cara yang sama pada titrasi pengendapan.

2.    Digunakan senyawa yang membentuk senyawa kompleks yang berwarna tajam dengan logam yang ditetapkan. Warna ini hilang atau berubah sewaktu logam telah diikat menjadi kompleks yang lebih stabil. Misalnya EDTA.

Kata Pencarian Artikel ini:

metode kompleksometri, pengertian kompleksometri, kompleksometri adalah, definisi kompleksometri, metode titrasi kompleksometri, materi titrasi kompleksometri, macam-macam titrasi kompleksometri, dasar teori kompleksometri, ap kondisi ap titrasi langsung dan tidak langsung di gunakan, penjelasan materi kompleksometri
Artikel ini termasuk kategori: Kompleksometri dan memiliki 7 Komentar sejauh ini .
Resep Makanan

Anda dapat mengirimkan komentar , atau taut balik dari situs pribadi .

7 Komentar untuk “Rangkuman Kompleksometri”

Beri Komentar

Anda Member Chem-is-try.org? Silahkan login disini
Belum menjadi member? Beri komentar disini:

(wajib)

(wajib) (tidak dipublikasi)





Anda dapat menggunakan tag XHTML berikut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>