Daftar Lupa kata kunci?
Wednesday, September 3, 2014 1:39

Beri Rating:

Sebarkan:

  • Lintas Berita Digg Facebook Lintas Berita

Kesalahan Titrasi Kompleksometri

Ditulis oleh Ikhsan Firdaus pada 07-03-2009

Korbl dan Pribil telah mengkelompokkan titrasi kompleksometri. Meliputi titrasi asam – basa, demikian Ringbom. Kesalahan titrasi kompleksometri tergantung pada cara yang dipakai untuk mengetahui titik akhir.

Pada prinsipnya ada dua cara, yaitu kelebihan titran yang pertama ditunjukkam atau berkurangnya konsentrasi komponen tertentu sampai batas yang ditentukan, dideteksi. Pertama, kesalahan titrasi dihitung dengan cara yang sama pada titrasi pengendapan. Kedua, digunakan senyawa yang membentuk senyawa kompleks yang berwarna tajam dengan logam yang ditetapkan. Warna ini hilang atau berubah sewaktu logam telah diikat menjadi kompleks yang lebih stabil. Misalnya EDTA.

Zat yang digunakan sebagai indikator dapat diklasifikasikan menjadi dua golongan. Pertama, senyawa – senyawa yang tidak berwarna. Kedua zat warna organik yang mempunyai sifat sebagai indikator asam-basa dan mengandung gugus pembentuk khelat. Korbl menamakan indikator tersebut Indikator Meakhromik. Dalam suatu titrasi dengan indikator tersebut, titik akhir ditandai oleh perubahan dari warna kompleks indikator logam ke warna indikator bebas.

Kesalahan absolut sama dengan jumlah logam yang tidak terikat menjadi kompleks pada titik ekivalen. Jumlah logam yang diubah menjadi kompleks, sangat tergantung pada kepekaan indikator yang dipakai. Kepekaan ini tergantung pada tetapan satabilitas atau tetapan pembentukan kompleks. K untuk reaksi antara logam dengan indikator M + I ó MI, didefinisikan sebagai K1= [ MI ] / [ M ] [ I ]. Dan tergantung pada konsentrasi indikator, sebab indikator bertindak sebagai pembentuk kompleks, bersaing dengan titran. pH juga mempengaruhi kesalahan titrasi kompleksometri.

Jika digunakan indikator metakhromik dua warna, warna larutan ditentukan oleh rasio A= [ MI ] / [ M ]. Seperti pada indikator asam-basa, perubahan warna berlangsung pada interval A=9 sampai A=1/9.

Pada indikator satu warna, titik akhir diamati jika konsentrasi kompleks indikator logam [ MI ] telah berkurang sampai nilai batas b = [ MI ]min berbeda-beda, tergantung absoptivitas molar dari kompleks berwarna.

Kita tetapkan knsentrasi optimum indikator metakhromik dengan menggunakan rumus yang menggambarkan hubungan antara kepekaan indikator ( U ) dengan konsentrasi, menggunakan persamaan

U = A ( 1/K1 + C1/A + 1 )

Dimana C1 konsentrasi total indikator. Tentu, jika reaksi indikator makin peka, makin besar perubahan nilai A yang diakibatkan oleh perubahan kecil konsentarsi logam ( bebas / terikat pada indikator ), atau makin dekat turunan dU/dA = 1/K1 + C1/( A + 1 )2 terhadap minimumnya. Minimum tercapai jika C1 = 0, sesuai dengan praktek. Paling baik jika ditambahkan sedikit indikator metkhromik. Sama dengan persamaan kepekaaan bahwa konsentrasi indikator praktis tidak berpengaruh jika C1 £ U.

Pada indikator satu wana, U = B ( 1/K1.C1 + 1 ) dan turunan pertama dU/dB = ( 1/K1.C1 ) + 1 mencapai minimum jika C1 sebesar mungkin. Disini inikator harus ditambahkan untuk meniadakan disosiasi warna kompleks yang terbentuk dari logam dan iindikator agar sedikit jumlah logam yang tak tertitrasi. Untuk perhitungan kesalahan titrasinya, perlu menentukan kepekaan aktual dari indikator pada kondisi tertentu.

Kepekaan ini dapat ditetapkan baik secara percobaan atau nilai K1 dan C1 diketahui, dapat dihitung dengan rumus untuk interval A dari 1/9 sampai 9, atau dengan nilai B yang ditetapkan secara pecobaan. Kesalahan relatif didapat dari rumus ? = ( p – 1 ) x 100% dimana p rasio konsentrasi logam C1 dan jumlah titran yang diperlukan Cy yang dapat ditetapkan dari hubungan : p = 1 – U/Cm + ay/U.K

Cm = [ M ] + [ MY ] menyatakan konsentrasi total logam, dan K tetapan stabilitas kompleks yang tebentuk antara logam dengan titran. K = [ MY ]/ [ M ] [ Y ]. Rasio K/ay merupakan tetapan stabilitas untuk pH tertentu, besaran ay oleh Ringbom disebut koefisien reaksi samping, modifikasi tetapan stabilitas termodinamik dengan mempertimbangkan derajat pembentukan kompleks tertentu pada nilai pH tertentu.

Tabel V

Nilai log ay untuk EDTA

PHlog aypHlog aypHlog ay
0,0

0,2

0,4

0,6

0,8

1,0

1,2

1,4

1,6

1,8

2,0

2,2

2,4

2,6

2,8

21,18

20,39

19,59

18,42

18,01

17,20

16,45

15,68

14,93

14,21

13,52

12,79

12,24

11,67

11,13

3,0

3,2

3,4

3,6

3,8

4,0

4,2

4,4

4,6

4,8

5,0

5,2

5,4

5,6

5,8

10,63

10,16

9,71

9,28

8,86

8,45

8,04

7,65

7,23

6,84

6,45

6,06

5,69

5,05

4,98

6,0

6,2

6,4

6,6

6,8

7,0

7,55

8,0

8,5

9,0

9,5

10,0

11,0

12,0

14,0

4,65

4,33

4,06

3,79

3,55

3,32

2,78

2,26

1,77

1,29

0,83

0,45

0,07

0,00

0,00

Tabel VI

Tetapan stabilitas khelat beberapa kation dengan EDTA

( pK1 = 2,0 ; pK2 = 2,76 ; pK3 = 6,16 ; pK4 = 10,26 )

Kationlog KMeyKationlog KMey
Mg2+

Ca2+

Sr2+

Ba2+

Mn2+

Fe2+

Fe3+

8,69

10,96

8,63

7,76

14,04

14,33

25,1

Co3+

Ni2+

Cu2+

Zn2+

Cd2+

Pb2+

Al3+

16,31

18,62

18,80

16,50

16,46

18,04

16,13

Kesalahan relatif dengan mudah ditetapkan menggunakan monogram yang dipublikasi dalam makalah asli Korbl dan Pribil. Dalam monogram ini nilai U/Cm dan ay/U.K terbaca langsung dalam persen dan selisihnya menunjukkan kesalahan relatif total.

Masalah tajamnya perubahan warna indikator pada titik ekivalen titrasi kompleksometri, sangat penting untuk ketelitian hasil, telah diteliti oleh Reilley dan Schmid.

Kata Pencarian Artikel ini:

kesalahan titrasi, kesalahan dalam titrasi kompleksometri, kesalahan pada kompleksometri, kesalahan pada titrasi pengendapan, Kesalahan pada titrasi redoks, kesalahan yang terjadi pada titrasi redoks
Artikel ini termasuk kategori: Kompleksometri dan memiliki 1 Komentar sejauh ini .
Resep Makanan

Anda dapat mengirimkan komentar , atau taut balik dari situs pribadi .

1 Komentar untuk “Kesalahan Titrasi Kompleksometri”

Beri Komentar

Anda Member Chem-is-try.org? Silahkan login disini
Belum menjadi member? Beri komentar disini:

(wajib)

(wajib) (tidak dipublikasi)





Anda dapat menggunakan tag XHTML berikut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>