Daftar Lupa kata kunci?
Wednesday, August 27, 2014 14:12

Beri Rating:

Sebarkan:

  • Lintas Berita Digg Facebook Lintas Berita

Prinsip penetapan

Ditulis oleh Riana Septyaningrum pada 19-03-2009

Apabila zat uji (reduktor) yang langsung direaksikan dengan larutan I2 maka penetapan ini dinamakan iodimetri.

Contoh – Contoh Penetapan

Penetapan Kadar Air Dalam Karl fischer

Dasar : Suatu reaksi kimia berjalan antara air ( W) dan iod (i) , rasio mutlak antara air dengan iod adalah 1 : 1 , sekali konsentrasi iod dalam pereaksi karl fischer ditetapkan , konsentrasi air dalam contoh dapat ditetapkan.

Reaksi : I2 +  SO2 →    2HI  +  H2SO4

Alat :                                                         Bahan :

a. Neraca Analitik                                 a. Tablet Augmetin 500 mg

b. Alat Methorm 701 KF Titrino    b. Na-Tartarat 2H2O

Cara Kerja :

A. Pengerjaan Pendahuluan :

  1. Ditimbang ± 0,2 gram standar ( Na-tartarat), masukkan kedalam gelas titrasi.
  2. Tekan enter pada alat .
  3. Tekan calc data lalu masukkan , data bobot standar.
  4. Tekan enter sabanyak 2 kali .
  5. Tunggu sampai titrasi selesai.

B. Pengerjaan Contoh :

  1. Timbang ± 0,2 gram contoh tablet Augmetin yang sudah dihaluskan dengan mortir.
  2. Tekan enter pada alat .
  3. Tekan calc data lalu masukkan data bobot contoh .
  4. Tekan enter 2 kali .
  5. Tunggu sampai titrasi selesai.

Penetapan Kadar Vitamin C Cara Iodimetri

Dasar : Kadar vitamin C yang ditetapkan secara iodimetri menggunakan iod sebagai penitar. Vitamin C dalam Contoh bersifat reduktor kuat akan dioksidasikan oleh I2 dalam suasana asam dan I2 tereduksi menjadi ion iodide. Indikator yang digunakan adalah kanji dengan titik akhir biru.

Reaksi :

iodimetri-1

Alat :                                                        Bahan :

a. Erlenmeyer Asah 250 ml             a. Contoh Iberet Folic-500

b. Gelas Ukur 100 ml                          b. H2SO4 10 %

c. Buret Scelbach 50 ml                    c. Larutan I2 0.05 M

d. Pipet Tetes                                         d. Indikator Kanji

e. Statip                                                     e. Air Suling

f. Neraca Analitik

Cara Kerja :

1)    Ditimbang contoh sejumlah Y gram kedalam Erlenmeyer asah.

2)   Dilarutkan dengan air dan ditambahkan 25 ml H2SO4 10 %.

3)   Dititrasi dengan I2 0,05 M dengan indicator kanji hingga titik akhir berwarna biru.

Perhitungan :

Kadar Vit. C = Vp X Mp X BE Vit. C X 100 X Bobot rata X100%
———————————————————-
Bobot Contoh X Label Claim

Penetapan Kadar Vitamin C dalam T-M

Dasar : Vitamin c bersifat pereduktor dan dapat dititar langsung oleh I2 dalam suasana asam , dengan indikator kanji dengan titik akhir berwarna biru.

Alat :                                                         Bahan :

a. Buret 50 ml                                         a. Contoh Tablet T-M

b. Pipet Volumetri 25 ml                    b. Air USP

c. Labu Ukur 250 ml                             c. Iodin 0,1 N

d. Erlenmeyer                                         d. Asam Meta Phosphoric 3%

e. Labu Semprot                                      e. Indikator Kanji

f. Nerca Analitik Mettler Toledo AT 200

Cara Kerja:

  1. Ditimbang  ± 7 gram contoh
  2. Dimasukkan kedalam labu ukur 250 ml. Dilarutkan dengan air dihimpitkan.
  3. Dipipet 25 ml dan dimasukkan kedalam erlenmeyer 500 ml .
  4. Ditambahkan asam meta Phophoric 3 %, dan indikator kanji 3 ml.
  5. Dititar hingga titik akhir berwarna biru.
  6. Dilakukan penitaran setiap jam.

Perhitungan :

Kadar Vitamin C = 138,806 X H X Vp X factor Iodin
—————————————
Gram contoh

Keterangan :

H  = Berat rata-rata tablet

Fp = Faktor pengenceran

Vp = Volume penitar

Penetapan Kadar Vitamin C dalam Natrium Askorbat

Dasar : Natrium Askorbat bersifat reduktor dan dapat dititar langsung     oleh I2 dalam suasana asam ,dengan indikator kanji .

Alat :                                                               Bahan :

a. Buret 50 ml                                              a. Contoh Na Askorbat

b. Pipet Volumetri 25 ml                        b. Air USP

c. Labu Ukur 250 ml                                 c. Iodin 0,1 N

d. Neraca Analitik Mettler Toledo AT 200   d. H2SO4 2N

e. Erlenmeyer 500 ml                               e. Indikator Kanji

f. Labu Semprot

Cara Kerja:

  1. Ditimbang contoh ± 7 gram.
  2. Dimasukkan ke dalam labu ukur 250 ml, dilarutkan dengan air dan diimpitkan hingga tanda tera.
  3. Dipipet 25 ml dan dimasukkan ke dalam erlenmeyer 500 ml.
  4. Ditambahkan 25 ml asam sulfat 2 N, dan indikator kanji 3 ml.
  5. Dititar hingga dicapai titik akhir berwarna biru.
  6. Penitaran dilakukan setiap jam.

Perhitungan :

Kadar Natrium Askorbat = 9,905 x fp x Vp x faktor iodin x 100%
————————————————-
mg contoh

Kata Pencarian Artikel ini:

prinsip kerja karl fischer, penetapan kadar vitamin c secara iodimetri, cara kerja metode fisis cara karl fischer, alat penitar karl fischer, Definisi prinsip kerja cth obat yg d gunakan pada iodimetri, Pengertian mettler toledo, prinsip karl ficher
Artikel ini termasuk kategori: Iodimetri dan memiliki 6 Komentar sejauh ini .
Resep Makanan

Anda dapat mengirimkan komentar , atau taut balik dari situs pribadi .

6 Komentar untuk “Prinsip penetapan”

Beri Komentar

Anda Member Chem-is-try.org? Silahkan login disini
Belum menjadi member? Beri komentar disini:

(wajib)

(wajib) (tidak dipublikasi)





Anda dapat menggunakan tag XHTML berikut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>