Daftar Lupa kata kunci?
Saturday, August 2, 2014 8:33

Beri Rating:

Sebarkan:

  • Lintas Berita Digg Facebook Lintas Berita

Definisi Iodimetri

Ditulis oleh Riana Septyaningrum pada 15-03-2009

Iodimetri merupakan titrasi langsung dan merupakan metoda penentuan atau penetapan kuantitatif yang pada dasar penentuannya adalah jumlah I2 yang bereaksi dengan sample atau terbentuk dari hasil reaksi antara sample dengan ion iodida .Iodimetri adalah titrasi redoks dengan I2 sebagai penitar. Dalam reaksi redoks harus selalu ada oksidator dan reduktor ,sebab bila suatu unsur bertambah bilangan oksidasinya  (melepaskan electron ), maka harus ada suatu unsur yang bilangan oksidasinya berkurang atau turun (menangkap electron) ,jadi tidak mungkin hanya ada oksidator saja ataupun reduktor saja. Dalam metoda analisis ini , analat dioksidasikan oleh I2 , sehingga I2 tereduksi menjadi ion iodida :

A ( Reduktor ) + I2 →       A ( Teroksidasi ) + 2 I -

Iod merupakan oksidator yang tidak terlalu kuat (lemah) , sehingga hanya zat-zat yang merupakan reduktor kuat yang dapat dititrasi. Indikator yang digunakan adalah amilum yang akan memberikan warna biru pada titik akhir penitaran .

I2 + 2 e - →   2 I-

Iod merupakan zat padat yang sukar larut dalam air (0,00134 mol/L) pada 25C , namun sangat larut dalam larutan yang mengandung ion iodida . iod membentuk kompleks triiodida dengan iodida :

I2 + I- →   I3-

Ion cenderung dihidrolisis membentuk asam iodide dan hipoiodit :

I2 + H2O  →        HIO + H+ + I-

Larutan standar iod harus disimpan dalam botol gelap untuk mencegah peruraian HIO oleh cahaya matahari .

2HIO      →     2 H+ + 2 I- +O2 (g)

Warna larutan iod 0,1 N cukup tua sehingga iod dapat bertindak sendiri sebagai indikator . Iod juga memberikan suatu warna ungu atau lembayung pada pelarut seperti CCl4 atau kloroform, dan kadang-kadang itu digunakan untuk mendeteksi titik akhir. Namun lebih lazim digunakan suatu larutan kanji, karena warna biru tua kompleks pati-iod berperan sebagai uji kepekaan terhadap iod. Kepekaan itu lebih besar dalam larutan sedikit asam dari pada dalam larutan netral dan lebih besar dengan adanya ion iodida . Molekul iod diikat pada permukaan beta amilosa, suatu konstituen kanji.

Larutan iod merupakan larutan yang tidak stabil , sehingga perlu distandarisasi berulang kali. Sebagai Oksidator lemah, iod tidak dapat bereaksi terlalu sempurna, karena itu harus dibuat kondisi yang menggeser kesetimbangan kearah hasil reaksi antara lain dengan mengatur pH atau dengan menambahkan bahan pengkompleks.

Larutan iod sering distandardisasi dengan larutan Na2S2O3 . selain itu bahan baku primer yang paling banyak digunakan ialah As2O3 pada pH tengah, Berdasarkan reaksi :

I2 + 2 e- →     2 I- E◦= 0,536 volt

H3AsO3 + H2O                      →    H3AsO4 + 2 H+ + 2 e- E◦= 0, 559 volt

———————————————————————–

H3AsO3 + H2O + I2 H3 →    AsO4 + 2 H+ + 2 I- E◦= -0,023 volt

Reaksi diatas menunjukkan , bahwa sebenarnya iod terlalu lemah untuk mengoksidasi H3AsO4 . Namun dengan mentitrasi pada pH cukup tinggi , maka kesetimbangan digeser kekanan ( H+ yang terbentuk diikat oleh OH- dalam larutan yang berkelebihan OH- itu) . Pada umumnya pH tersebut diantara 7 dan 9, tidak terlalu basa , karena akan mendorong disproporsional I2 terlalu banyak .Untuk mengatur pH tersebut ,larutan yang agak asam dijenuhi dengan NaHCO3 yang akan menghasilkan penahan dengan pH antara 7 dan 8.

Kata Pencarian Artikel ini:

iodimetri, pengertian iodimetri, iodimetri adalah, pengertian iodometri dan iodimetri, pengertian iodometri, pengertian titrasi iodometri, dasar teori iodimetri, larutan iod, reaksi iodimetri, titrasi iodimetri
Artikel ini termasuk kategori: Iodimetri dan memiliki 2 Komentar sejauh ini .
Resep Makanan

Anda dapat mengirimkan komentar , atau taut balik dari situs pribadi .

2 Komentar untuk “Definisi Iodimetri”

Beri Komentar

Anda Member Chem-is-try.org? Silahkan login disini
Belum menjadi member? Beri komentar disini:

(wajib)

(wajib) (tidak dipublikasi)





Anda dapat menggunakan tag XHTML berikut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>