
Dasar : Kelebihan ion Cr6+ (yang terdapat dalam contoh yang telah didestruksi) dititrasi secara oksidasi-reduksi (redoks) dengan ferroammoniumsulfat [Fe(NH4)2(SO4)2.6H2O] 0,02 N sebagai penitar dan menggunakan indicator campuran yaitu ferroin 1% untuk mengamati tercapainya titik akhir titrasi yang ditandai dengan terjadinya perubahan warna hijau biru muda menjadi merah cokelat. Reaksi :...
Dasar : Oksidasi zat organis dengan kalium dikromat berlebih dan perak sulfat dalam asam sulfat mendidih. Jumlah kalium dikromat yang tidak tereduksi selama reaksi oksidasi ditetapkan dengan cara titrimetrik dengan larutan baku fero amonium sulfat (FAS) dan indikator feroin. Konsentrasi ion klorida diatas 1 mg/L ditutup dengan raksa sulfat. Reaksi : CxHyOz + ...
Dasar : Zat organic (organic matter) dapat dioksidasi oleh KMnO4. Titik akhir titrasi ditunjukkan dengan setetes kelebihan KMnO4 yang akan memberikan kelebihan warna merah muda seulas. Reaksi : 4 MnO4- + 5C + 12H+ → 4 MnO4- + 5CO2 + 6H2O Alat : Labu Erlenmeyer 250 ml Buret 50 ml Pipet Pereaksi : KMnO4 0,01 N Cara ...
Dasar : Zat organik air dioksidasikan dengan KMNO4 direduksikan oleh asam oksalat . Kelebihan asam oksalat dititrasi dengan KMNO4. Reasksi : 2 KMnO4 + 3 H2SO4 → 2 MnSO4 +K2SO4 +3 H2O +3 On (COOH)2 + On → 2 CO2 ...
Dasar : Klorida dalam contoh dititar dengan perak nitrat (AgNO3) sehingga terbentuk endapan putih AgCl. Titik akhir tercapai pada saat endapan AgCl tidak terbentuk lagi dan kelebihan AgNO3 bereaksi dengan indicator yaitu kalium kromat membentuk endapan Ag-kromat yang berwarna merah bata. Reaksi : Cr + AgNO3 → AgCl + NO3 Putih K2CrO4 + 2 AgNO3 ...
Dasar : Analisis kadar SeS2 berdasarkan titrasi oksidasi-reduksi dengan perlakuan peroksidasi terlebih dahulu oleh larutan HNO3 dan pembasaan suasana dengan penambahan urea sehingga pada akhirnya SeS2 akan teroksidasi menjadi selenat SeO42-. Selenat akan mengoksidasi ion I- menjadi I2. Kemudian I2 yang terbentuk dan sebanding dengan konsentrasi SeS2 tersebut dititrasi dengan Natrium ...
Dasar : Contoh dimasak dengan menambahkan CaCO3 untuk mencegah atau menghindari terhidrolisisnya polysacharida menjadi monosacharida. Setelah ditetapkan volumenya atau disacharida menjadi monosacharida. Setelah ditetapkan volumenya, disaring 10 ml. Saringan ditetapkan volumenya menjadi 50 ml. dengan menambahkan 25 ml larutan luff sebagai pereduksa, setslah dipanaskan 19 menit, didinginkan, ditambahkan 10 ml ...
Dasar : Protein kasar dapat ditetapkan dengan menambahkan asam asetat 5% untuk melarutkan senyawaan N yang bukan protein yang ditetapkan secara selen. Dari hasil penitaran dengan NaOH 0,1 N maka kadar proteina kasar dapat dicari. Cara kerja : Ditimbang contoh 1-2 gram kedalam piala 250 ml. Ditambahkan 75-100 ml asam asetat ...
Dasar : Tembakau dapat ditetapkan jumlah nitrogennya dengan menambahkan campuran selen sebagai katalis dan H2SO4 sebagai pengoksidasi dari senyawaan-senyawaan organic kecuali senyawaan nitrat dirubah menjadi senyawaan amoniumsulfat yang penyulingan bereaksi dengan NaOH maka NH3 nya diikat oleh asam. Kelebihan asam dititar dengan NaOH 0,1 N yang telah diketahui nitrogennya dengan mengsel ...
Dasar : Kandungan ammonia yang terdapat dalam gas Hidrogen ditentukan dengan penitaran asam-basa. Gas ammonia ditangkap dengan H2SO4 yang ditambahkan berlebih sehingga membentuk (NH4)2SO4. Kelebihan asam sulfat dititrasi dengan NaOH. Reaksi : 2 NH3 + H2SO4 (Berlebih) → (NH4)2SO4 H2SO4 (Sisa) + 2 NaOH → Na2SO4 + 2 H2O Alat & Bahan : 1. Alat ...