Daftar Lupa kata kunci?
Thursday, April 24, 2014 1:05

Beri Rating:

Sebarkan:

  • Lintas Berita Digg Facebook Lintas Berita

Zat-zat Berbahaya Dalam Produk-produk Cina (bagian 2)

Ditulis oleh Silvia Iskandar pada 02-10-2007

Formalin

Formalin adalah formaldehida yang dilarutkan dalam air. Formaldehida ditemukan August Wilhelm von Hofman pada tahun 1868 ketika ia mengalirkan uap methanol dan air di atas spiral platinum yang panas. Namun, fungsinya sebagai disinfektan (pembasmi kuman) baru ditemukan pada tahun 1888.

Dalam industri, Formaldehida digunakan sebagai bahan baku untuk membuat polimer getah (resin polymer), yang merupakan bahan baku dari benda-benda di sekitar kita yang kita butuhkan untuk hidup nyaman dalam era modern ini. Misalnya, furniture, casing telepon, cat, komponen mobil, tekstil, dst. Formaldehida bahkan digunakan sebagai pengawet kosmetik dan antiseptik di industri farmasi.

Formaldehida dapat menghambat enzim DNAse yang menyebabkan proses dekomposisi(perusakan) DNA sehingga formaldehida digunakan sebagai bahan pengawet. Dengan terhambatnya kerja DNAse, membran sel menjadi stabil dan perusakan sel (cell lysis) tidak terjadi. Formaldehida juga dapat membuat “jembatan amine” yang menghubungkan asam amino satu dengan yang lain, sehingga bisa mengganggu metabolisme sel hidup. Inilah sebabnya formaldehida sangat ampuh membunuh kuman-kuman dan sering digunakan sebagai disinfektan.


Kemampuan formaldehida dalam mengawetkan dan membunuh kuman, menyebabkan penyalahgunaannya sebagai bahan pengawet makanan seperti tahu ataupun mie basah. Seperti kita ketahui, mikroba dapat tumbuh dengan subur dan pesat di lingkungan berprotein tinggi seperti tahu yang dibuat dari sari kacang kedelai. Ada pula pedagang yang menggunakannya untuk mengawetkan ikan yang dijual di pasar, sehingga tidak cepat rusak dan tidak dikerumuni lalat. Permen White Rabbit Candy adalah permen susu (milk candy), dan mungkin inilah sebabnya si produsen tergoda untuk menambahkan formalin untuk mencegah kerusakan.

Formalin menyerang kelenjar mukosa pada tubuh manusia, sentuhannya menimbukan iritasi pada mata, hidung dan tenggorokan. Beberapa penelitian yang dilakukan oleh NCI (National Cancer Institute) di Amerika menunjukkan bahwa para petugas anatomis (pembuat preparat biologi dari makhluk hidup untuk penelitian) atau yang bekerja di pengawetan mayat, lebih beresiko terkena kanker otak dan leukemia. Penelitian lain juga menunjukkan kaitan formaldehida dengan resiko kanker saluran pernafasan (hidung dan tenggorokan).

Tretinoin/Asam Retinoat

Tretinoin adalah bentuk asam dari vitamin A, dan merupakan zat yang populer digunakan dalam kosmetik karena kemampuannya mengatur pembentukan dan penghancuran sel-sel kulit. Dengan mengatur siklus hidup sel, sel-sel epitel kulit yang mati tidak akan menumpuk begitu saja dan menyebabkan penyumbatan pori-pori kulit yang akhirnya menyebabkan jerawat. Kemampuannya mengatur siklus hidup sel ini juga dimanfaatkan oleh kosmetik-kosmetik anti-aging karena sel kulit manusia yang sudah berumur cenderung lamban memperbarui diri.

Tretinoin digunakan sebagai obat untuk penyakit acute myeloid leukemia, sejenis kanker darah di mana terdapat banyak sel darah merah yang tidak tumbuh sempurna.
Tretinoin membantu sel-sel darah merah itu untuk tumbuh sempurna, berfungsi normal dan kemudian mati dengan normal. (meregulasi siklus hidup sel)

Namun, Tretinoin juga punya efek samping. Kulit yang sensitive dapat menjadi gatal, memerah dan terasa panas seperti terbakar. Efek samping Tretinoin yang paling ditakutkan adalah kemampuannya mengganggu proses pembentukan protein pada tingkat DNA, yang berujung pada kelainan bentuk tubuh janin. Oleh karena itu, para ibu hamil harus berhati-hati dengan kosmetik yang digunakannya, dan juga tidak terlalu banyak mengkonsumsi hati, yang mengandung vitamin A dalam dosis tinggi.

Karena Tretinoin merupakan obat keras, di Indonesia hanya bisa didapat dengan resep dokter.Namun pada kenyataanya, dalam razia BPOM baru-baru ini, selain banyak kosmetik produksi Cina yang mengandung merkuri, ditemukan pula produk-produk kosmetik buatan Filipina yang mengandung Tretinoin dan dijual bebas.

Kata Pencarian Artikel ini:

metabolisme sel, tretinoin adalah, senyawa yang sering dimanfaatkan untuk pengawet mayat atau preparat biologi adalah, Senyawa untuk pengawet mayat atau preparat biologi, senyawa untuk mengawetkan mayat dan preparat, Senyawa mengawetkan preparat biologi, senyawa dalam pengawet preparat biologi, nama senyawa pengawet preparat biologi, bahan untuk pengawet preparat biologi, bahan pengawet preparat biologi
Artikel ini termasuk kategori: Artikel dan memiliki 1 Komentar sejauh ini .
Resep Makanan

Anda dapat mengirimkan komentar , atau taut balik dari situs pribadi .

1 Komentar untuk “Zat-zat Berbahaya Dalam Produk-produk Cina (bagian 2)”

  • istriyani says:

    Saya belum pernah lihat langsung formalin, tetapi di daerah saya ada sebuah zat tambahan makanan yang sering digunakan masyarakat untuk membuat karak(kerupuk jawa), bentuknya seperti gambar di atas. masyarakat kami menyebutnya ‘CETHITHET’. Saya jadi ragu, apa mungkin yang dinamakan cethithet tersebut adalah formalin ya? Bagaimana cara saya untuk memastikannya? Mohon bantuannya. Tolong kirim ke email saya. Makasih.

Beri Komentar

Anda Member Chem-is-try.org? Silahkan login disini
Belum menjadi member? Beri komentar disini:

(wajib)

(wajib) (tidak dipublikasi)





Anda dapat menggunakan tag XHTML berikut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>