Daftar Lupa kata kunci?
Thursday, May 17, 2012 13:34

Beri Rating:

Sebarkan:

  • Lintas Berita Digg Facebook Lintas Berita

Zat Aditif Makanan

Ditulis oleh Indri Puspita pada 20-10-2007

Sekitar bulan Oktober 2007 ini, penulis dengan beberapa dosen Jurusan Kimia FMIPA Universitas Lampung telah melakukan suatu survei tentang tingkat pengetahuan masyarakat mengenai zat aditif (bahan tambahan) yang dikhususkan pada penggunaan zat aditif makanan/bahan tambahan pangan (BTP) di beberapa penduduk desa di Lampung Timur, Provinsi Lampung. Sebelum menginformasikan lebih lanjut beberapa hasil survei, penulis akan menginformasikan terlebih dahulu tentang apa itu zat aditif makanan.

Zat Aditif Makanan

Pada dasarnya baik masyarakat desa maupun kota, pasti telah menggunakan zat aditif makanan dalam kehidupannya sehari-hari. Secara ilmiah, zat aditif makanan di definisikan sebagai bahan yang ditambahkan dan dicampurkan sewaktu pengolahan makanan untuk meningkatkan mutu. Disini zat aditif makanan sudah termasuk : pewarna, penyedap, pengawet, pemantap, antioksidan, pengemulsi, pengumpal, pemucat, pengental, dan anti gumpal.

Istilah zat aditif sendiri mulai familiar di tengah masyarakat Indonesia setelah merebak kasus penggunaan formalin pada beberapa produk olahan pangan, tahu, ikan dan daging yang terjadi pada beberapa bulan belakangan. Formalin sendiri digunakan sebagai zat pengawet agar produk olahan tersebut tidak lekas busuk/terjauh dari mikroorganisme. Penyalahgunaan formalin ini membuka kacamata masyarakat untuk bersifat proaktif dalam memilah-milah mana zat aditif yang dapat dikonsumsi dan mana yang berbahaya.

Secara umum, zat aditif makanan dapat dibagi menjadi dua yaitu : (a) aditif sengaja, yaitu aditif yang diberikan dengan sengaja dengan maksud dan tujuan tertentu, seperti untuk meningkatkan nilai gizi, cita rasa, mengendalikan keasaman dan kebasaan, memantapkan bentuk dan rupa, dan lain sebagainya. Dan kedua, (b) aditif tidak sengaja, yaitu aditif yang terdapat dalam makanan dalam jumlah sangat kecil sebagai akibat dari proses pengolahan.

Bila dilihat dari sumbernya, zat aditif dapat berasal dari sumber alamiah seperti lesitin, asam sitrat, dan lain-lain, dapat juga disintesis dari bahan kimia yang mempunyai sifat serupa dengan bahan alamiah yang sejenis, baik susunan kimia, maupun sifat metabolismenya seperti karoten, asam askorbat, dan lain-lain. Pada umumnya bahan sintetis mempunyai kelebihan, yaitu lebih pekat, lebih stabil, dan lebih murah. Walaupun demikian ada kelemahannya yaitu sering terjadi ketidaksempurnaan proses sehingga mengandung zat-zat berbahaya bagi kesehatan, dan kadang-kadang bersifat karsinogen yang dapat merangsang terjadinya kanker pada hewan dan manusia.

Beberapa Contoh Zat Aditif

Zat aditif makanan telah dimanfaatkan dalam berbagai proses pengolahan makanan, berikut adalah beberapa contoh zat aditif :

 

Zat aditifContohKeterangan
PewarnaDaun pandan (hijau), kunyit (kuning), buah coklat (coklat), wortel (orange)Pewarna alami
Sunsetyellow FCF (orange), Carmoisine (Merah), Brilliant Blue FCF (biru), Tartrazine (kuning), dllPewarna sintesis
PengawetNatrium benzoat, Natrium Nitrat, Asam Sitrat, Asam Sorbat, FormalinTerlalu banyak mengkonsumsi zat pengawet akan mengurangi daya tahan tubuh terhadap penyakit
PenyedapPala, merica, cabai, laos, kunyit, ketumbarPenyedap alami
Mono-natrium glutamat/vetsin (ajinomoto/sasa), asam cuka, benzaldehida, amil asetat, dllPenyedap sintesis
AntioksidanButil hidroksi anisol (BHA), butil hidroksi toluena (BHT), tokoferolMencegah Ketengikan
PemutihHidrogen peroksida, oksida klor, benzoil peroksida, natrium hipoklorit-
Pemanis bukan gulaSakarin, Dulsin, SiklamatBaik dikonsumsi penderita diabetes, Khusus siklamat bersifat karsinogen
Pengatur keasamanAluminium amonium/kalium/natrium sulfat, asam laktatMenjadi lebih asam, lebih basa, atau menetralkan makanan
Anti GumpalAluminium silikat, kalsium silikat, magnesium karbonat, magnesium oksidaDitambahkan ke dalam pangan dalam bentuk bubuk

Penutup

Sebagaimana telah diuraikan diatas, bahwasanya telah dilakukan survei tentang tingkat pengetahuan masyarakat desa di Lampung Timur mengenai zat aditif. Dari hasil observasi yang penulis lakukan (diluar kesimpulan riset secara umum), diketahui bahwa tingkat pengetahuan masyarakat mengenai zat aditif sangat rendah sekali, walaupun terdapat kesadaran yang mumpuni dari masyarakat untuk menggunakan dosis zat aditif secukupnya. Tetapi kabar gembiranya adalah terdapat kecenderungan dari masyarakat desa (walaupun didominasi dengan latar pendidikan terakhir Sekolah Dasar (SD)) untuk tidak masa bodoh terhadap informasi-informasi mengenai zat aditif. Kabar ini merupakan peluang bagi para kimiawan untuk melakukan penyuluhan lebih intensif mengenai zat aditif kepada masyarakat di daerahnya masing-masing.

Bentuk-bentuk penyuluhan yang tepat guna dalam penyebarluasan informasi zat aditif ini dapatlah disesuaikan dengan sosio-kultural masyarakat setempat dan kemampuan dari team penyuluh. Sosio-kultural yang dimaksud disini adalah dengan mempertimbangkan latar pendidikan masyarakat, kehidupan sosial masyarakatnya, dan latar belakang dari pekerjaan penduduk. Diharapkan masyarakat akan dapat lebih cerdas dalam penggunaan dosis atau takaran dari penggunaan zat aditif dan dapat mengetahui zat-zat aditif mana saja yang dapat dikonsumsi dan zat mana saja yang berbahaya bagi manusia.

Daftar Pustaka

Direktorat Surveilan dan Penyuluhan Keamanan Pangan. 2006. Pemanfaatan Zat Aditif Secara Tepat. Badan Pengendalian Obat dan Makanan (BPOM). Lampung

Yandri A. S. 2006. Zat Aditif. Makalah Seminar Kimia Expo X 2006. Jurusan Kimia FMIPA Universitas Lampung. Lampung

Kata Pencarian Artikel ini:

bahan kimia dalam makanan, bahan kimia makanan, contoh zat aditif, artikel zat aditif pada makanan, bahan kimia pada makanan, zat kimia dalam makanan, Dulsin, makalah zat aditif pada makanan, zat aditif dalam bahan makanan, zat adiktif makanan
Artikel ini termasuk kategori: Artikel dan memiliki 28 Komentar sejauh ini .
Promo Sedapur.com

Anda dapat mengirimkan komentar , atau taut balik dari situs pribadi .

28 Komentar untuk “Zat Aditif Makanan”

  • nina says:

    apakah ada pembahasan pada zat aditif makanan tentang penambah aroma?
    jika ada mohon di kirimkan pembahasanya ke email saya.
    terima kasih

  • dhifa says:

    its good information chemistry , i very like any thing of chemistry , my advive is : plese thish website send to america ! ok

  • lyana says:

    bisa ga beri penjelasan tentang bahaya terhadap kesehatan jika mengkonsumsi asam benzoat secara belebihan (diatas kadar yang diizinkan)????

  • fitri ulumiyah says:

    berikan informasi tentang zat aditif makanan yang lebih lengkap and lebih di pahami oleh setiap orang yang mencari informasi. Thank you is very much

  • lhieya says:

    tolong berikan info tentang antioksidan yang lebih jelas

  • bambang sugihartono says:

    saya sangat respek dg ulasan2 diatas, bisakah saya diberikan penjelasan mengenai ukuran zat aditif secara detail untuk proses membuat minuman? seperti minuman soft drink dalam kemasan cup yang rasanya seperti energy drink. thanks

  • nina Wahyunarti says:

    Zat warna dengan nama Aluna (orange?)masih sedikit sekali informasinya sedangkan zat warna tsb sudah keluar dalam tryout murid saya di SMP…tolong dipublikasikan dong.
    Terima kasih.

    Nina Wahyunarti.
    Guru Sains SMP Ananda Bekasi.

  • vinz franz says:

    Tolong diberitahu tenang pewarna makanan fast green fcf dan juga coklat ht…

  • demi says:

    saya mau tanya. apa nama lain dari BHA, AHT, dan tokoferol? tolong jawaban kirim ke email saya. terima kasih.

  • ADEX IRWANSYAH says:

    kolo bisa tuh tiap zat nya di beri contoh donk and d’ mna tmpat mknnnya

  • Eva nuryana says:

    Sy sangat tertarik dg bahasan diatas.trus gmn dg zat aditif alami apakah tetap memiliki efek yg tdk baik bg ksehatan atau pasti akan aman2 aja.apakah bila dosis penggunaan mash tepat msh dpt merugikan jk penggunaan zat aditif buatan digunakan scra kontinue,trus gmn cara kt mengontrol penggunaan makanan atau susu bayi instant yg akhir2 ini diberitakan ada bakteri/virus merugikan?mhon dibls.

  • nicha stevia hadi says:

    bisakah anda mengirimkan ke email saya contoh form kuosioner survei tersebut? Saya sedang membuat penelitian mengenai zat aditif makanan sintetis. Terima kasih..

  • Dinari says:

    saya mau tanya dumz, apa yang d’maksud Guar Hydroxypropyltrimonium Cloride, Ammonium Xylenesulfonate. Tlong kirimkan k’email sya yua…..

  • lilik nurmalia says:

    saya perlukan informasi lebih lengkap mengenai zat aditif yang banyak dipakai di wilayah Jabodetabek. kemana bisa saya dapatkan?

  • abdi silaban says:

    thank for artikel……
    tp aq butuh artikel tentang BHA ( butil hidroksi anisol )….
    mohon dikirim y ????

  • amellyya DUTA says:

    artikel_ny lebih lengkap lgi dunk,,,,,
    coz kLo cMa sDikiT kan kRang lengKap

  • admin says:

    makasih artikel nya….
    kalau bisa tolong muat artikel tental VFA

  • raffi says:

    matur nuwun sanget!!!!!!!!!!!!

  • GALUH says:

    menurut saya makanan yang berbahaya bagi kesehatan masyarakat haruz segera di atasi
    terima kasih .

  • [...] Puspita I. 2007. Zat Aditif MakananDiakses pada 11 Apr 2010. [...]

Beri Komentar

Anda Member Chem-is-try.org? Silahkan login disini
Belum menjadi member? Beri komentar disini:

(wajib)

(wajib) (tidak dipublikasi)





Anda dapat menggunakan tag XHTML berikut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>