Daftar Lupa kata kunci?
Monday, February 13, 2012 1:49

Beri Rating:

Sebarkan:

  • Lintas Berita Digg Facebook Lintas Berita

Peran aktif para peneliti, Cara Efektif Mentransfer Teknologi Peneliti ke Dunia Industri

Ditulis oleh Nurul Taufiqu Rochman pada 07-09-2002

Untuk dapat bersaing di era global, industri berbasis sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas adalah mutlak diperlukan guna menghasilkan produk yang sarat ilmu pengetahuan (iptek). Sementara itu, SDM yang unggul sebagian besar berada di lingkungan laboratorium lembaga riset dan universitas. Sehingga transfer teknologi dari laboratorium ke dunia industri adalah suatu keniscayaan.

Namun demikian, sekian banyak permasalahan yang dihadapi para peneliti kita sehingga semakin menjauhkan peran mereka dalam memperkuat basis industri. Tidak jarang kita jumpai para peneliti, baik di institusi atau universitas bahkan berpendidikan S3, kebingungan ketika dihadapkan kepada pengapplikasian teknologi yang mereka miliki. Mereka belum terbiasa membuat rancangan aplikasi teknologi yang mereka kuasai dan terkesan belum siap “terjun” Hal ini diperparah dengan kondisi lingkungan yang tidak menunjang (kurangnya peralatan dan dana penelitian, birokrasi yang rumit, gaji yang rendah dll). Bahkan ada juga yang tidak bisa berbuat apa-apa dan hanya menunggu perintah dari atasannya.

Fungsi lembaga riset dan peran peneliti

Agar dapat mewujudkan peranannya memperkuat basis industri, maka sekurang-kurangnya ada dua fungsi utama dari lembaga riset (baik itu institusi atau perguruan tinggi) yaitu:

I. Technological support for small and medium enterprises

Fungsi ini memegang peranan paling penting dalam pendistribusian teknologi ke dunia industri. Lembaga riset harus memiliki orientasi pemberdaya industri kecil dan menengah (IKM) dengan mensupport “Technological base” bagi IKM sesuai kompetensi inti di daerah-daerahnya.

Untuk dapat melaksanakan fungsi tersebut, para peneliti harus mengenal beberapa tahapan pentransferan teknologi, yang dapat diuraikan di bawah ini.

1. Pengenalan permasalahan teknologi yang ada di IKM

Peneliti sejati harus selalu siap melaksanakan tugasnya mencari permasalahan teknologi di IKM dan berusaha memecahkannya. Menurut pengalaman, banyak industri-industri yang tertutup dan jual mahal. Dan ada juga yang tidak mengetahui harus berbuat apa. Dengan aktifnya para peneliti berkunjung dan investigasi akan menjadi jalan pemecah kondisi di atas. Bahkan, di lingkungan universitas, sistem komunikasi antar peneliti di universitas dan industri sudah ada, melalui kerja praktek siswanya sebagai persyaratan lulus. Namun kesempatan itu tidak difollow-upi hasilnya. Seandainya kesempatan emas itu dijadikan momentum untuk menjalin hubungan kerja sama dan transfer teknologi, maka permasalahan teknologi yang ada di lingkungan industri akan segera dikenalinya.
Sebenarnya harus dibuat aturan di semua lembaga penelitian yang mewajibkan para penelitinya berkunjung ke IKM di daerahnya dan membuat database permasalahan teknologi serta mencari solusinya. Hal ini akan bermanfaat juga dalam menentukan tema-tema penelitian pada kegiatan R&D.

2. Penguasaan teknologi secara sempurna

Setelah mengenal permasalahan teknologi di IKM, para peneliti harus bekerja keras memacahkan dan bahkan menguasai teknologi tersebut secara sempurna. Pemerintah harus dapat memprioritaskan pembelian alat-alat yang dibutuhkan dalam pemecahan masalah tersebut. Pada proses ini, keahlihan dan ketrampilan para peneliti diasa dan penguasaan terhadapan alat yang digunakan benar-benar harus dimiliki. Sehingga kelak akan dapat menyakinkan para industriawan saat proses tranfer teknologi. Kalau para peneliti tidak menguasai alat dan teknologi dengan sempurna, maka proses transfer teknologi tidak bisa berjalan dengan baik dan akan menemui kegagalan.

3. Transfer teknologi

Setelah penguasaan teknologi dan peralatan dengan baik, transfer teknologi dapat dilakukan dengan:
- Demonstrasi teknologi di IKM
- Teaching and training industriawan
- Konsultasi dan service teknologi
- Test and analysis
- Distribusi informasi teknologi
- Kerjasama riset
- Koordinasi

II. Technology development center

Di samping fungsi pensupport teknologi IKM, lembaga riset harus juga melakukan kegiatan R&D yang diwujudkan dalam bentuk inovasi-inovasi teknologi yang berguna bagi pengembangan IKM itu sendiri. Diharapkan setiap inovasi dalam lembaga riset dapat menjadi “Sheet” (biji) yang merupakan “needs” (kebutuhan) IKM. Sheet ini dapat ditanam dan dikembangkan di IKM dan berbuah menghasilkan produk yang memiliki daya saing teknologi. Oleh karenanya, pemilihan tema-tema riset harus sejalan dengan kebutuhan teknologi IKM. Sudah saatnya para peneliti tidak mementingkan kuantitas penelitiannya, tapi juga mementingkan kualitas penelitiannya

Kata Pencarian Artikel ini:

fungsi riset di universitas, peran aktif terhadap lingkungan teknologi, peran peneliti
Artikel ini termasuk kategori: Tips dan Opini dan memiliki 0 Komentar sejauh ini .
Promo Sedapur.com

Anda dapat mengirimkan komentar , atau taut balik dari situs pribadi .

Beri Komentar

Anda Member Chem-is-try.org? Silahkan login disini
Belum menjadi member? Beri komentar disini:

(wajib)

(wajib) (tidak dipublikasi)





Anda dapat menggunakan tag XHTML berikut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>