Daftar Lupa kata kunci?
Thursday, May 17, 2012 13:31

Beri Rating:

Sebarkan:

  • Lintas Berita Digg Facebook Lintas Berita

Kimia MIPA vs. Teknik Kimia, Yang Mana?

Ditulis oleh Antonius Suryatenggara pada 23-03-2006

Saya seorang pelajar yang berminat
pada bidang kimia namun bingung
menentukan pilihan untuk kuliah kimia
MIPA atau teknik kimia.

Mohon rekan-rekan milis dapat membantu
saya menentukan pilihan.


Demikian potongan sebuah mail yang muncul di milis kimia_indonesia. Rasanya, banyak pelajar SMU yang lain yang juga bingung tentang hal ini. Apa kamu salah satunya?

Mari kita bandingkan kedua jurusan ini dari dua sisi, yaitu ilmu yang dipelajari dan pekerjaan setelah lulus kuliah.


APA YANG DIPELAJARI?

Mari kita mulai dulu dengan definisi ilmu kimia dan teknik kimia.

Ilmu kimia (chemistry) adalah ilmu yang
menyelidiki sifat dan struktur zat, serta
interaksi antara materi-materi penyusun zat.


Teknik kimia (chemical engineering) adalah
ilmu yang mempelajari rekayasa untuk
menghasilkan sesuatu (produk) yang bisa
digunakan untuk keperluan manusia,
berlandaskan pengetahuan ilmu kimia.



Dari definisi ini, ada tiga poin yang akan kita lihat.


”Poin 1: Sifat: Eksplorasi vs. Aplikasi”

Salah satu kegiatan dalam ilmu kimia adalah mencari zat atau reaksi baru. Sementara itu, teknik kimia tidak berupaya mengembangkan zat,
struktur, atau reaksi baru, tetapi ia mengaplikasikan dan mengembangkan yang sudah ada.

Perlu dicatat, walaupun teknik kimia tidak mencari sesuatu yang baru dari sisi kimia, namun ia mencari sesuatu yang baru dari sisi teknik produksi.


”Poin 2: Orientasi: Ilmu Pengetahuan vs. Industri”

Misalkan ada sebuah reaksi yang ditemukan sebagai berikut.


A + B –> C + D


Hasil reaksi terbentuk dengan perbandingan C sebanyak 70% dan D 30%. Dari hasil reaksi ini, produk yang berguna adalah D.

Terhadap reaksi ini, bidang ilmu kimia dan teknik kimia akan bersikap berbeda.

Ilmuwan kimia akan berupaya merekayasa reaksi A + B tersebut agar menghasilkan D dengan persentase yang lebih besar lagi. Upaya tersebut dilakukan dengan berusaha mengetahui lebih detail tentang apa yang mempengaruhi reaksi A + B, sampai ke tingkat molekular bahkan sampai ke tingkat atom.

Orang teknik kimia akan mencari cara untuk mengoptimalkan proses reaksi tersebut agar dihasilkan produk D yang ekonomis, yaitu yang biaya produksinya paling murah. Mereka akan mempelajari proses mana yang harus dipilih; alat untuk mengatur suhu dan tekanan reaksi; alat untuk mempersiapkan bahan bakunya; alat untuk memurnikan produk; dan lain-lain.


”Poin 3: Target Skala: Kecil vs. Raksasa”

Ilmu kimia mempelajari reaksi dengan melakukannya pada skala kecil di lingkungan laboratorium, misalnya dalam hitungan gram saja. Sementara teknik kimia mempelajari reaksi untuk dilakukan pada skala besar, misalnya dalam hitungan ton. Ini karena hasil penelitian teknik kimia akan diterapkan pada bidang industri.


PEKERJAAN SETELAH LULUS

Salah satu yang membuat kita bimbang waktu memilih jurusan adalah tentang pekerjaan setelah kita lulus kuliah nanti. Apa ada lowongan pekerjaan untuk lulusan ilmu kimia? Bidangnya seperti apa? Kalau untuk teknik kimia?

Lulusan ilmu kimia bisa bekerja misalnya di laboratorium, di bidang pendidikan sebagai guru atau dosen, atau di bagian Kendali Mutu (Quality Control) di pabrik.

Lulusan teknik kimia biasa bekerja di pabrik yang memproduksi barang-barang melalui proses kimia, misalnya di pabrik semen, pupuk, kilang minyak, dan sebagainya.

Tetapi, apakah lulusan ilmu kimia tidak bisa bekerja di bidang "milik" orang teknik kimia, dan sebaliknya?

Tidak ada masalah. Kedua ilmu ini punya pijakan yang sama yaitu kimia. Lulusan ilmu kimia bisa saja bekerja di Bagian Produksi, dan lulusan teknik kimia bisa saja bekerja di laboratorium.

Hanya saja, setelah bekerja mereka perlu belajar lebih keras dibanding kalau mereka memilih jalur pekerjaan yang "normal". Namun kalau mau belajar, ini bukan hal yang mustahil.

Timbul pertanyaan, kalau kita mengambil pekerjaan yang "tidak sesuai" dengan kuliah kita, bukankah ilmu kita sia-sia?

Tidak juga. Toh waktu berkuliah kita akan belajar bagaimana memecahkan masalah secara sistematis, bagaimana berpikir dengan logis, bagaimana menghadapi bermacam-macam orang, dan bagaimana berdiplomasi. Ini semuanya adalah ilmu yang sangat penting dalam pekerjaan dan berlaku secara universal, tidak bergantung pada apa jenis pekerjaannya.

Di milis kimia_indonesia ada beberapa rekan kita yang bekerja pada bidang yang "tidak semestinya". Simak cerita mereka.

"Saya seorang teknik kimia, sekarang bekerja di bagian Lab. Mikrobiologi. Sekarang saya harus banyak lagi mempelajari hal-hal baru dan harus menyesuaikan dulu dengan pekerjaan yang nantinya akan saya hadapi."
Ikhsan Guswenrivo


"Saya sendiri dari kimia murni baik S1 maupun S2. Bahkan SMA-pun dari analis kimia. Tapi saya pernah bekerja di lab dan Bagian Produksi.

Memang pada kenyataannya untuk orang kimia murni pada saat bekerja di bagian produksi kita harus banyak buka-buka dulu buku wajibnya orang teknik kimia seperti "Perry’s Chemical Engineers Handbook" dan "Basic Thermodynamics". Begitu juga orang teknik kimia kalau ditempatkan bekerja di lab harus buka-buka buku wajibnya orang kimia murni. Karena sebetulnya antara orang kimia dan teknik kimia sama-sama punya basis kimia yang kuat, masing-masing menjadi mudah untuk mempelajarinya.

Di bagian Lab maupun Produksi saya menempatkan baik orang kimia murni maupun orang teknik kimia sehingga saling melengkapi. Alhasil kita
punya tim yang solid antara produksi dan lab."
Miftahudin Maksum
PT. Universal Laboratory
Tj.Uncang Batam (*)


"Saya S1 di kimia MIPA, penelitian saya tentang polimer. Sekarang saya di graduate school, biarpun tetap di bidang kimia, topik penelitiannya beda sekali. Saya harus belajar tentang neuron cell culture, tentang biomaterial, dan lain-lain (research saya tentang surface modification for retinal and cortical implant)"
Paulin Wahjudi
University of Southern California
Department of Chemistry (*)


PENUTUP

Setelah membaca tulisan ini, moga-moga sekarang kamu sudah lebih mantap untuk menentukan pilihan jurusanmu.

Saat sudah masuk kuliah nanti, jangan lupa untuk tetap membuka mata dan pikiran terhadap perkembangan teknologi. Pada saat ini, banyak topik penelitian yang berupa penelitian antarbidang ilmu. Kita tidak cukup hanya mengerti kimia MIPA ataupun teknik kimia saja, tetapi juga belajar lagi entah tentang elektro, biologi, dan sebagainya.

Selamat memilih jurusan dan belajar!


Catatan:

* Tulisan ini adalah rangkuman dari diskusi di milis kimia_indonesia bulan Februari-Maret 2005.
* Data afiliasi rekan-rekan di atas adalah berdasarkan data pada bulan Maret 2005.

Kata Pencarian Artikel ini:

teknik kimia, kimia murni, MIPA Kimia, MATERI TEKNIK KIMIA, pekerjaan teknik kimia, tehnik kimia, perbedaan teknik kimia dengan kimia murni, lulusan teknik kimia, pengertian ilmu kimia, teknik kimia adalah
Artikel ini termasuk kategori: Tips dan Opini dan memiliki 243 Komentar sejauh ini .
Promo Sedapur.com

Anda dapat mengirimkan komentar , atau taut balik dari situs pribadi .

243 Komentar untuk “Kimia MIPA vs. Teknik Kimia, Yang Mana?”

  • ogi budiantoro says:

    saya malah kebingungan, saya kuliah di kimia murni UNPAD, tapi banyak tanggapan kalau saya akan susah cari kerja nanti. boleh minta saran?

    • Toho says:

      Hindarkan diri anda dari pikiran negatif yang mungkin datang dari orang lain. Dunia kerja lebih banyak meminta kemampuan kerja sama tim dan kemampuan belajar, jadi anda boleh merasa tenang dan perbanyak kerjasama tim dalam belajar. Pelajarilah apa yang anda suka, dan sukailah apa yang anda pelajari dan kerjakan, terimakasih.

  • des says:

    banyak terjadi kebingungan dan penyesalan pada calon dan mhs baru di indonesia apa beda kduanya. kalo masalah pekerjaan itu urusan belakangan…banyak lapangan pekerjaan di luar. yang paling penting adalah bagaimana menikmati kuliah dan tugas-tugasnya…kalo dah berpikiran soal pekerjaan maka akan tersiksa sendiri.

  • muhamad rivai says:

    saya kuliah d kimia murni,,tapi baynak tanggapan kalau sya akan susah cari pekerjaan nanti nya,,boleh mnta saran ?

  • deni says:

    sebenarnya jika ada kemauan untuk belajar, tidak ada yg tida bisa. Saya Alumni Kimia MIPA tapi sekarang saya malah bekerja sebagai Engineer Rig (pengeboran minyak darat). Jelas-jelas jauh dari apa yang saya pelajari ketika kuliah.

    semoga dapat menjadi motivasi bagi teman2 alumni Kimia MIPA

  • Amri Syukur says:

    System sudah terbentuk sehingga banyak alumni kimia mipa berkecimpun di dunia pekerjaan laboratorium, guru, qc dengan kesejahteraan yang sebagian besar terbilang di bawah kesejahteraaan untuk pada lulusan teknik kimia sebagai enggineer, katakan saja untuk dua profesi di perusahaan yang sama antara tenaga laboratorium dan tenaga enggineer sebagian besar ada perbedaan di kesejahteraannya, dan image yang telah tebentuk bahwa lulusan teknik kimia lebih punya nilai tawar

    • ais says:

      saya alumni teknik kimia&skr berprofesi mnjd guru,tp ternyata gajinya sama dgn teman sy teknik kimia yg bekerja di industri or pabrik,yg penting kita pny nilai tawar thdp diri kita,yg pastinya di teknik kimia harus kuat pemahaman fisika&kimianya,materinya kebanyakan kombinasi dari keduanya

  • Elizka Norimarna says:

    aku rencananya mau ngambil s1 kimia murni dilanjutkan s2 teknik kimia. adakah saran?

  • DLF says:

    saya teknik kimia UGM 2011. di teknik kimia banyak belajar fisika dan matematikanya. tapi itulah yang membuat tekkim lebih maju dan lebih banyak lapangan pekerjaan karena interdisiplin ilmu.

    tapi lumayan susah juga -..-

  • alice says:

    dear all chemistry lovers..!!!
    karna ada yg pada bingung nyari kerja, nih saya kasih satu job vacancy. bagi yg sudah punya kerja, yukk bagi2 lowongan ke chemistry lovers lainnya… (hyuukkk mareeee..!!!)
    PT. HERMINA JAYA
    bergerak dibidang pertambangan bijih alluminium, berlokasi di kepulauan riau. sedang membutuhkan “LABORATORY ASSISTANT”
    wanita, maks 25 th, min D3 with GPA 2.8 Up. bersedia di training, bersedia ditempatkan di lokasi pertambangan (it’s about 30 minutes from batam-flight).
    jika chemistry lovers berada di luar daerah, perusahaan akan membiayai seluruh perongkosan hingga tiba di site.
    kami menawarkan mess, konsumsi, salary system “take home pay”, kenyamanan dan keselamatan di lapangan.

    kek nya segitu ajahh
    yang berminat, boleh langsung menghubungi ibu yanti di 0856 6879 9998
    atau langsung di e mailkan ke herminajaya@yahoo.com

    well, i think that’s all…  ditunggu yahhh..!!!
    bagi yg ga tertarik, tolong share, sekalian  jadi berkat buat teman2 yang lain..
    thanks a lot yahhh…

    VIVA CHEMISTRY….!!!!

  • EZHA says:

    saya ingin kuliah s1 teknik kimia.. namun ektensi karna saya juga bekerja dilaboran dijakarta.. namun rumah saya di depok.. kalau boleh tau, ada informasi untuk kuliah dimana sesuai jurusan yg saya minatai (teknik kimia)..

  • abdul says:

    anda pilih teknik kimia..pekerjaan lebih luas dan punya daya tawar yang lebih tinggi..basic kimia dan teknik kimia sangat jauh berbeda..sudah saya buktikan..

  • abdul says:

    AMERIKA SERIKAT – Kuliah memiliki banyak tujuan. Ada yang ingin mencari ilmu setinggi mungkin, agar punya gelar, atau untuk menaikkan posisi tawar saat mencari kerja. Namun tahukah kamu bahwa tidak semua jurusan yang ada di bangku kuliah membuat ‘nilai’ pencari kerja meningkat?
    Bahwa tidak semua jurusan mampu ‘membayar’ kembali saat lulus, seperti daftar yang dibuat oleh PayScale. Situs ini memaparkan jurusan yang lulusannya digaji dengan nilai paling tinggi di Amerika Serikat.

    Uniknya, jurusan kedokteran tidak masuk dalam daftar 13 besar. Begitu juga dengan ilmu sosial, tidak ada yang masuk dalam daftar ini. Lantas, jurusan apa saja yang paling menghasilkan gaji tinggi? Berikut pemaparannya.

    1. Jurusan Teknik Perminyakan
    Lulusan jurusan ini yang memiliki pengalaman kerja dua tahun (atau disebut PayScale sebagai pemula), rata-rata dibayar USD97.900 atau setara dengan Rp828,9 juta per tahun. Sementara yang sudah pengalaman selama 15 tahun (mid-career), dibayar USD155 ribu atau setara dengan Rp1,3 miliar per tahun.

    2. Jurusan Teknik Kimia
    Tingkat pemula jurusan ini rata-rata dibayar USD64.500 atau setara dengan Rp546 juta per tahun. Sementara mid-carrer rata-rata dibayar USD109 ribu atau setara dengan Rp922,9 juta per tahun.

    3. Teknik Listrik
    Lulusan teknik listrik yang pemula rata-rata dibayar USD61.300 atau setara dengan Rp519 juta per tahun. Sementara yang mid-career dibayar USD103 ribu atau setara dengan Rp872,1 juta per tahun.

    4. Material Science
    Lulusan jurusan ini dibayar rata-rata USD60.400 atau setara dengan Rp511,4 juta per tahun (untuk pemula) dan USD103 ribu (Rp872 juta) per tahun untuk tingkat mid-career.

    5. Teknik Penerbangan
    Lulusan jurusan ini dibayar rata-rata USD60.700 atau setara dengan Rp513,9 juta per tahun (untuk pemula) dan USD102 ribu atau setara dengan Rp863,6 juta per tahun (untuk mid-career).

    6. Teknik Komputer
    Untuk lulusan pemula, rata-rata dibayar USD61.800 atau setara dengan Rp523,3 juta per tahun. Sementara yang mid-career dibayar USD101 ribu atau setara dengan Rp855,2 juta per tahun.

    7. Ilmu Fisika
    Lulusan jurusan ini yang pemula rata-rata dibayar USD49.800 (Rp421,6 juta) per tahun sementara untuk yang mid-career dibayar USD101 ribu (Rp855,2 juta) per tahun.

    8. Matematika Terapan
    Lulusan jurusan ini rata-rata dibayar USD52.600 (Rp445,4 juta) per tahun untuk pemula. Sementara untuk mid-career rata-rata dibayar USD98.600 (Rp834,8 juta) per tahun.

    9. Ilmu Komputer
    Untuk pemula lulusan jurusan ini, rata-rata dibayar USD56.600 (Rp479,3 juta) per tahun. Sementara yang mid-career rata-rata dibayar USD97.900 (Rp829 juta) per tahun.

    10. Teknik Nuklir
    Lulusan pemula rata-rata dibayar USD65.100 (Rp551,2 juta) per tahun. Sementara untuk yang mid-career rata-rata dibayar USD97.800 (Rp828,1 juta) per tahun.

    11. Teknik Biomedical
    Lulusan jurusan ini yang pemula rata-rata dibayar USD53.800 (Rp455,5 juta) per tahun. Sementara mid-career rata-rata dibayar USD97.800 (Rp828 juta).

    12. Ekonomi
    Untuk pemula, rata-rata dibayar USD47.300 (Rp400 juta lebih) sementara yang mid-career dibayar USD94.700 (Rp801 juta lebih) per tahun.

    13. Teknik Mesin
    Lulusan pemula jurusan ini rata-rata dibayar USD58.400 (Rp494 juta lebih) per tahun sementara yang mid-career dibayar USD94.500 (Rp800 juta lebih) per tahun.

  • e_y@n says:

    saya…. pelajar smu, bingung mw pilih jurusan, pengenx teknik kimia, namun kemampuan di bidang kimia mce standar,. gmn yach????????????????????

  • master kimia says:

    menurut ana kalo kimia mipa lebih condong ke kimia analisa..sedangkan teknik kimia lebih condong ke perancangan pabrik mulai dari bahan baku,desain alat, perhitungan ekonomi,limbah,dan yang paling ditekankan di teknik kimia adalah neraca massa dan neraca panas atau termodinamika pokoknya kompleks banget dah….
    kalo soal mencari pekerjaan itu relatif…kadang orang kimia atau tekkim kerjanya juga kagak sesuai jurusan, tapi yang penting dari belajar kimia secara umum membuat analisa dan cara berpikir kita lebih analitis dan tajam yang berguna dalam semua lingkungan pekerjaan baik itu perbankan,pabrik,asuransi, atau jenis pekerjaan apapun…jadi kimia mipa atau teknik kimia siapa takut….keduanya bagus

  • aminullah al aziz nasution says:

    saya kelas xii sma, saya suka sama kimia, dan saya sering mengikuti ajang lomba, namun saya selalu kalah, hanya pernah menjadi juara 2 osn tingkat kab.
    dan saya bingung untuk ngambil jurusan apa, teknik kimia?! kimia murni?! teknik material?!

  • saya kelas 3 sma. masih bingung antara teknik kimia sama teknik material dan metalurgi. apa bedanya ya? terus pa benar jika diteknik kimia lebih mempelajari matematika dan fisika? teknik kimia yang bagus diuniversitas mana ya? untuk beasiswa keluar negerinya yang bagus dmana?

  • Arifin Ahmad says:

    saya jurusan kimia unhas makassar s1 dan s2 saya bekerja di pemerintahan……….. ilmu kimia sangant membantu saya menganalisis masalah dan permasalahan yang berkaitan dengan pekerjaan pemerintahan…saya bisa mengajar di beberapa perguruan tinggi di daerah………. itu berkat ilmu kimia………… jadi kimia bisa ada di mana saja kapan saja dan untuk apasaja unior semangat………….. berlajar

  • Dimas Damar Adikrisna says:

    sedikit pengalaman yg mungkin bisa menjadi pertimbangan bagi adik-adik yg ingin melanjutkan pendidikan di bangku kuliah (terutama yang menyukai ilmu-ilmu rumpun kimia).

    saya alumnus S1 Teknik Kimia FT Univ. Diponegoro dan lulusan S1 Kimia Murni FMIPA Univ. Negeri Semarang, dan telah selesai menempuh studi dari S2 Teknik Kimia Univ. Diponegoro.

    Ilmu Kimia memang sangat menarik untuk menjadi pilihan, karena dari sisi prestis belajar di jurusan rumpun kimia pasti lebih membanggakan. dari sisi karir pasca lulus pun juga tidak terlalu susah (relatif).

    selama saya belajar di jurusan Kimia Murni, saya sangat beruntung, karena dari jurusan inilah kita memperoleh dasar ilmu kimia yg kuat sbg basic kita utk belajar teknologi kimia terapan yg lebih mendalam di jurusan Teknik Kimia. Baik di dalam Ilmu Kimia maupun Teknik Kimia sama-sama menitik beratkan pada kecakapan dalam analisis dan kalkulasi secara matematis.

    Baik Kimia Murni maupun Teknik Kimia memiliki kelebihan masing-masing.

    seorang sarjana Kimia Murni memiliki ketrampilan analisis kimia seperti: identifikasi senyawa kimia, sintesis kimia, separasi molekuler, kimia analitik, kimia organik, kimia anorganik, kimia fisik, kimia dasar, biokimia, mikrobiologi, instrumentasi lab kimia, kimia bahan alam, ilmu material, manajemen laboratorium, katalis, penentuan struktur molekul, pendidikan dasar kimia, ketrampilan praktis di bidang laboratorium, dll.

    Seorang Sarjana Teknik Kimia memiliki ketrampilan di bidang ilmu kerekayasaan. baik itu aspek perancangan dan pemilihan proses dan kondisi operasinya, penentuan alat dan spesifikasi reaksi kimia, utilitas, neraca bahan dan energi, teknik tenaga listrik, proses dan operasi teknik kimia, pengendalian proses, fenomena perpindahan, transfer panas, manajemen industri, teknik reaksi, pengetahuan bahan konstruksi, layout industri kimia, keselamatan proses, hukum industri, komputasi proses kimia, hingga perhitungan secara ekonomi teknik kimia dll.
    disetiap industri kimia pasti membutuhkan Sarjana Teknik Kimia dan Sarjana Kimia Murni. Seorang Sarjana Kimia akan menjadi tulang punggung riset bagi perusahaan, mrk bekerja melakukan kontrol analisis dan penelitian guna meningkatkan produktivitas pabrik agar lebih inovatif. Seorang Sarjana Kimia Murni dapat berkarir di dunia penelitian dan pengembangan (R&D) atau Kontrol mutu (QC) di laboratorium industri kimia, Guru/dosen, dsb
    seorang sarjana Teknik Kimia akan menerima informasi dari sarjana Kimia Murni dalam hal perhitungan dan perencanaan proses skala lab, yang nantinya akan di scale up ke skala besar, dengan mempertimbangkan aspek ekonomi, hukum, kesehatan keselamatan proses, efisiensi dan efektivitas proses produksi. Seorang Sarjana Teknik Kimia dapat berkarir di hampir semua bagian, baik sebagai Engineer di industri kimia (Produksi, QC, Lab, R&D, IPAL, QA), konsultan, praktisi rekayasa lingkungan, maupun dosen.

    material/bahan baku hingga produk jadi industri kimia harus dianalisis dan dikontrol secara teliti oleh seorang Analis Kimia, yang kemudian akan menjadi bahan pertimbangan oleh Insinyur Kimia dalam menjalankan proses produksi dan maintain produk pasca produksi.
    jadi jangan kuatir, adik-adik dapat memilih Jurusan Kimia MIPA atau Teknik Kimia, semua sama bagusnya. kalau adik-adik menyukai aktivitas analisis kimia di laboratorium silakan memilih Kimia Murni, apabila suka tantangan utk berkarir di pabrik sebagai insinyur kimia silakan ke Teknik Kimia.

    semua sama baik dan saling melengkapi, dengan belajar rumpun ilmu kimia kita dibentuk pola pikir analitis, teliti, cepat, dan komprehensif, sehingga memungkinkan seorang Sarjana Sains Kimia atau sarjana Teknik Kimia dapat berkiprah di berbagai bidang.

  • Puja says:

    Dengan keterangan diatas,insyaallh saya akan mencoba ngambil jurusan Tehnik Kimia..
    Doakan saya lulus yaa.

  • apakah bisa seorang mahasiswa fakultas teknik jurusan informatika juga mampu mendapatkan pekerjaan di bidang teknik kimia?

  • hendra pencinta kimia says:

    dari info diatas, saya sudah dapat gambaran untuk membidangi kimia murni.. karena saya suka larutan dan experimentnya di lab.. mohon doanya ya, dan salam kimia..

Beri Komentar

Anda Member Chem-is-try.org? Silahkan login disini
Belum menjadi member? Beri komentar disini:

(wajib)

(wajib) (tidak dipublikasi)





Anda dapat menggunakan tag XHTML berikut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>