Daftar Lupa kata kunci?
Sunday, March 14, 2010 12:37

Beri Rating:

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (8 votes, average: 4.50 out of 5)
Loading ... Loading ...

Sebarkan:

Kimia MIPA vs. Teknik Kimia, Yang Mana?

Ditulis oleh Antonius Suryatenggara pada 23-03-2006

Saya seorang pelajar yang berminat
pada bidang kimia namun bingung
menentukan pilihan untuk kuliah kimia
MIPA atau teknik kimia.

Mohon rekan-rekan milis dapat membantu
saya menentukan pilihan.


Demikian potongan sebuah mail yang muncul di milis kimia_indonesia. Rasanya, banyak pelajar SMU yang lain yang juga bingung tentang hal ini. Apa kamu salah satunya?

Mari kita bandingkan kedua jurusan ini dari dua sisi, yaitu ilmu yang dipelajari dan pekerjaan setelah lulus kuliah.


APA YANG DIPELAJARI?

Mari kita mulai dulu dengan definisi ilmu kimia dan teknik kimia.

Ilmu kimia (chemistry) adalah ilmu yang
menyelidiki sifat dan struktur zat, serta
interaksi antara materi-materi penyusun zat.


Teknik kimia (chemical engineering) adalah
ilmu yang mempelajari rekayasa untuk
menghasilkan sesuatu (produk) yang bisa
digunakan untuk keperluan manusia,
berlandaskan pengetahuan ilmu kimia.



Dari definisi ini, ada tiga poin yang akan kita lihat.


”Poin 1: Sifat: Eksplorasi vs. Aplikasi”

Salah satu kegiatan dalam ilmu kimia adalah mencari zat atau reaksi baru. Sementara itu, teknik kimia tidak berupaya mengembangkan zat,
struktur, atau reaksi baru, tetapi ia mengaplikasikan dan mengembangkan yang sudah ada.

Perlu dicatat, walaupun teknik kimia tidak mencari sesuatu yang baru dari sisi kimia, namun ia mencari sesuatu yang baru dari sisi teknik produksi.


”Poin 2: Orientasi: Ilmu Pengetahuan vs. Industri”

Misalkan ada sebuah reaksi yang ditemukan sebagai berikut.


A + B –> C + D


Hasil reaksi terbentuk dengan perbandingan C sebanyak 70% dan D 30%. Dari hasil reaksi ini, produk yang berguna adalah D.

Terhadap reaksi ini, bidang ilmu kimia dan teknik kimia akan bersikap berbeda.

Ilmuwan kimia akan berupaya merekayasa reaksi A + B tersebut agar menghasilkan D dengan persentase yang lebih besar lagi. Upaya tersebut dilakukan dengan berusaha mengetahui lebih detail tentang apa yang mempengaruhi reaksi A + B, sampai ke tingkat molekular bahkan sampai ke tingkat atom.

Orang teknik kimia akan mencari cara untuk mengoptimalkan proses reaksi tersebut agar dihasilkan produk D yang ekonomis, yaitu yang biaya produksinya paling murah. Mereka akan mempelajari proses mana yang harus dipilih; alat untuk mengatur suhu dan tekanan reaksi; alat untuk mempersiapkan bahan bakunya; alat untuk memurnikan produk; dan lain-lain.


”Poin 3: Target Skala: Kecil vs. Raksasa”

Ilmu kimia mempelajari reaksi dengan melakukannya pada skala kecil di lingkungan laboratorium, misalnya dalam hitungan gram saja. Sementara teknik kimia mempelajari reaksi untuk dilakukan pada skala besar, misalnya dalam hitungan ton. Ini karena hasil penelitian teknik kimia akan diterapkan pada bidang industri.


PEKERJAAN SETELAH LULUS

Salah satu yang membuat kita bimbang waktu memilih jurusan adalah tentang pekerjaan setelah kita lulus kuliah nanti. Apa ada lowongan pekerjaan untuk lulusan ilmu kimia? Bidangnya seperti apa? Kalau untuk teknik kimia?

Lulusan ilmu kimia bisa bekerja misalnya di laboratorium, di bidang pendidikan sebagai guru atau dosen, atau di bagian Kendali Mutu (Quality Control) di pabrik.

Lulusan teknik kimia biasa bekerja di pabrik yang memproduksi barang-barang melalui proses kimia, misalnya di pabrik semen, pupuk, kilang minyak, dan sebagainya.

Tetapi, apakah lulusan ilmu kimia tidak bisa bekerja di bidang "milik" orang teknik kimia, dan sebaliknya?

Tidak ada masalah. Kedua ilmu ini punya pijakan yang sama yaitu kimia. Lulusan ilmu kimia bisa saja bekerja di Bagian Produksi, dan lulusan teknik kimia bisa saja bekerja di laboratorium.

Hanya saja, setelah bekerja mereka perlu belajar lebih keras dibanding kalau mereka memilih jalur pekerjaan yang "normal". Namun kalau mau belajar, ini bukan hal yang mustahil.

Timbul pertanyaan, kalau kita mengambil pekerjaan yang "tidak sesuai" dengan kuliah kita, bukankah ilmu kita sia-sia?

Tidak juga. Toh waktu berkuliah kita akan belajar bagaimana memecahkan masalah secara sistematis, bagaimana berpikir dengan logis, bagaimana menghadapi bermacam-macam orang, dan bagaimana berdiplomasi. Ini semuanya adalah ilmu yang sangat penting dalam pekerjaan dan berlaku secara universal, tidak bergantung pada apa jenis pekerjaannya.

Di milis kimia_indonesia ada beberapa rekan kita yang bekerja pada bidang yang "tidak semestinya". Simak cerita mereka.

"Saya seorang teknik kimia, sekarang bekerja di bagian Lab. Mikrobiologi. Sekarang saya harus banyak lagi mempelajari hal-hal baru dan harus menyesuaikan dulu dengan pekerjaan yang nantinya akan saya hadapi."
Ikhsan Guswenrivo


"Saya sendiri dari kimia murni baik S1 maupun S2. Bahkan SMA-pun dari analis kimia. Tapi saya pernah bekerja di lab dan Bagian Produksi.

Memang pada kenyataannya untuk orang kimia murni pada saat bekerja di bagian produksi kita harus banyak buka-buka dulu buku wajibnya orang teknik kimia seperti "Perry’s Chemical Engineers Handbook" dan "Basic Thermodynamics". Begitu juga orang teknik kimia kalau ditempatkan bekerja di lab harus buka-buka buku wajibnya orang kimia murni. Karena sebetulnya antara orang kimia dan teknik kimia sama-sama punya basis kimia yang kuat, masing-masing menjadi mudah untuk mempelajarinya.

Di bagian Lab maupun Produksi saya menempatkan baik orang kimia murni maupun orang teknik kimia sehingga saling melengkapi. Alhasil kita
punya tim yang solid antara produksi dan lab."
Miftahudin Maksum
PT. Universal Laboratory
Tj.Uncang Batam (*)


"Saya S1 di kimia MIPA, penelitian saya tentang polimer. Sekarang saya di graduate school, biarpun tetap di bidang kimia, topik penelitiannya beda sekali. Saya harus belajar tentang neuron cell culture, tentang biomaterial, dan lain-lain (research saya tentang surface modification for retinal and cortical implant)"
Paulin Wahjudi
University of Southern California
Department of Chemistry (*)


PENUTUP

Setelah membaca tulisan ini, moga-moga sekarang kamu sudah lebih mantap untuk menentukan pilihan jurusanmu.

Saat sudah masuk kuliah nanti, jangan lupa untuk tetap membuka mata dan pikiran terhadap perkembangan teknologi. Pada saat ini, banyak topik penelitian yang berupa penelitian antarbidang ilmu. Kita tidak cukup hanya mengerti kimia MIPA ataupun teknik kimia saja, tetapi juga belajar lagi entah tentang elektro, biologi, dan sebagainya.

Selamat memilih jurusan dan belajar!


Catatan:

* Tulisan ini adalah rangkuman dari diskusi di milis kimia_indonesia bulan Februari-Maret 2005.
* Data afiliasi rekan-rekan di atas adalah berdasarkan data pada bulan Maret 2005.

Artikel ini termasuk kategori: Tips dan Opini dan memiliki 161 Komentar sejauh ini.

Anda dapat mengirimkan komentar, atau taut balik dari situs pribadi.

161 Komentar untuk “Kimia MIPA vs. Teknik Kimia, Yang Mana?”

  • rizal says:

    aku rizal dari kimia mipa unnes….setelah lulus ternyata banyak lowongan yang dari teknik kimia….kalo kimia mah jarang.napa yaaaaaaaaaa?????

  • ule says:

    gw dari unpad kimia industri
    klo gw c lebih nyaranin untuk ke tehnik kimia / kimia industri
    bknya gw ngebanggain jurusan gw ndiri tapi klo gw liat tehnik kimia itu lebih prospektif dan yang pasti lebih menyenangkan karena kita akan berkecimpung di indistri2 yang bonafit,,,,thats cool :-)

    • darwin says:

      hai ule
      saya mau nanya setahu saya teknik kimia di bawah fakultas teknik , apakah kimia industri di unpad dibawah fakultas teknik atau fakultas mipa? karena saya amati jurusan kimia industri ( s1 ) di indonesia sedikit salah satunya unpad , tapi memang kimia industri dgn teknik kimia pada dasarnya adalah sama , bgm penjelasan saudara ? , mohon jawabannya .

  • jingga says:

    gw lebih milih teknik kimia (bukan karna gw anak teknik kimia,hehe)……
    lebih banyak yg bisa dipelajarin di teknik kimia (karna materinya g hanya fokus seputar kimia—- lebih bersifat umum(tpi ya g umum banget..tetep mendalam) jadi memplajari banyak hal….contohnya praperancangan pabrik–mule dari nentuin lokasi yg tepat(bsdr bnyk hal),nentuin proses yg dipakai,rangkaian alat2 yg dipakai(diagram alir),sampe analisa ekonomi u nentuin layak dibangun ato g’—

  • alchemist says:

    belajar di kimia butuh pemikiran dan nalar yang mendalam karena berhubungan dengan hal hal kecil. Sedang teknik kimia nutuh pemikiran yang meluas karena berhubungan dengan hal hal besar (apa coba…) tapi yang jelas menurut saya liat kecenderungan diri dulu…kalau memang lebih senang menyendiri dan meneliti ya masuk kimia aja seru juga koq mengenal masyarakat atom dengan segala sifat uniknya…saya sih menganggap kimia itu psikologinya science…tapi kalau senang kimia dan kurang senang menyendiri yah lebih baik masuk teknik kimia, lebih aplikatif dari pada kimia murni yang sangat teoritis

  • FADHEL MUBARAK says:

    ntar kalau saya ngambil kuliah teknik kimia, ada biologinya ngk…? dan sebaliknya. saya kurang suka pelajaran biologi,soalnya hafalan sih hehehe

    • fadli says:

      d tekim mah gag ad biologinya,,,
      adanya mikrobiologi,,,
      tenang aj,,lebih banyak ngitung n analisa logika,,,
      banyak fisika,mat,am reaksi kimia,,,
      tekim itu aplikatif,,,n universal engineering….

  • Van Der Rio says:

    Asw, salam kenal ya.. saya dari Teknik Kimia Unsri… , kalau menurut saya semuanya bagus… hehe :p, nah kalau MIPA Kimia itu lebih mengacu Tentang Kimia Murni, Analisis , dan lain-lain, sedang Teknik Kimia itu Lebih mengacu ttg : Kimia Terapannya “….,misal Merancang Pabrik…, ini menurut saya lho… nah.. kalau mau lebih Lengkap ttg Tekim ,kunjungi : http://majarimagazine.com

  • putra says:

    aku putra,
    aku sich blom tamat, tapi uda kelas XII
    stelah aku membaca dari pernyataan” ni aku tambah berminat ngambil Teknik kimia

  • raini says:

    sy memang suka kimia, tp masalahnya, klo di teknik kimia , cr kerjanya gampang gak????

Beri Komentar

Anda Member Chem-is-try.org? Silahkan login disini
Belum menjadi member? Beri komentar disini:

(wajib)

(wajib) (tidak dipublikasi)





Anda dapat menggunakan tag XHTML berikut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>