Daftar Lupa kata kunci?
Saturday, April 19, 2014 12:54

Beri Rating:

Sebarkan:

  • Lintas Berita Digg Facebook Lintas Berita

Kimia MIPA vs. Teknik Kimia, Yang Mana?

Ditulis oleh Antonius Suryatenggara pada 23-03-2006

Saya seorang pelajar yang berminat
pada bidang kimia namun bingung
menentukan pilihan untuk kuliah kimia
MIPA atau teknik kimia.

Mohon rekan-rekan milis dapat membantu
saya menentukan pilihan.


Demikian potongan sebuah mail yang muncul di milis kimia_indonesia. Rasanya, banyak pelajar SMU yang lain yang juga bingung tentang hal ini. Apa kamu salah satunya?

Mari kita bandingkan kedua jurusan ini dari dua sisi, yaitu ilmu yang dipelajari dan pekerjaan setelah lulus kuliah.


APA YANG DIPELAJARI?

Mari kita mulai dulu dengan definisi ilmu kimia dan teknik kimia.

Ilmu kimia (chemistry) adalah ilmu yang
menyelidiki sifat dan struktur zat, serta
interaksi antara materi-materi penyusun zat.


Teknik kimia (chemical engineering) adalah
ilmu yang mempelajari rekayasa untuk
menghasilkan sesuatu (produk) yang bisa
digunakan untuk keperluan manusia,
berlandaskan pengetahuan ilmu kimia.



Dari definisi ini, ada tiga poin yang akan kita lihat.


”Poin 1: Sifat: Eksplorasi vs. Aplikasi”

Salah satu kegiatan dalam ilmu kimia adalah mencari zat atau reaksi baru. Sementara itu, teknik kimia tidak berupaya mengembangkan zat,
struktur, atau reaksi baru, tetapi ia mengaplikasikan dan mengembangkan yang sudah ada.

Perlu dicatat, walaupun teknik kimia tidak mencari sesuatu yang baru dari sisi kimia, namun ia mencari sesuatu yang baru dari sisi teknik produksi.


”Poin 2: Orientasi: Ilmu Pengetahuan vs. Industri”

Misalkan ada sebuah reaksi yang ditemukan sebagai berikut.


A + B –> C + D


Hasil reaksi terbentuk dengan perbandingan C sebanyak 70% dan D 30%. Dari hasil reaksi ini, produk yang berguna adalah D.

Terhadap reaksi ini, bidang ilmu kimia dan teknik kimia akan bersikap berbeda.

Ilmuwan kimia akan berupaya merekayasa reaksi A + B tersebut agar menghasilkan D dengan persentase yang lebih besar lagi. Upaya tersebut dilakukan dengan berusaha mengetahui lebih detail tentang apa yang mempengaruhi reaksi A + B, sampai ke tingkat molekular bahkan sampai ke tingkat atom.

Orang teknik kimia akan mencari cara untuk mengoptimalkan proses reaksi tersebut agar dihasilkan produk D yang ekonomis, yaitu yang biaya produksinya paling murah. Mereka akan mempelajari proses mana yang harus dipilih; alat untuk mengatur suhu dan tekanan reaksi; alat untuk mempersiapkan bahan bakunya; alat untuk memurnikan produk; dan lain-lain.


”Poin 3: Target Skala: Kecil vs. Raksasa”

Ilmu kimia mempelajari reaksi dengan melakukannya pada skala kecil di lingkungan laboratorium, misalnya dalam hitungan gram saja. Sementara teknik kimia mempelajari reaksi untuk dilakukan pada skala besar, misalnya dalam hitungan ton. Ini karena hasil penelitian teknik kimia akan diterapkan pada bidang industri.


PEKERJAAN SETELAH LULUS

Salah satu yang membuat kita bimbang waktu memilih jurusan adalah tentang pekerjaan setelah kita lulus kuliah nanti. Apa ada lowongan pekerjaan untuk lulusan ilmu kimia? Bidangnya seperti apa? Kalau untuk teknik kimia?

Lulusan ilmu kimia bisa bekerja misalnya di laboratorium, di bidang pendidikan sebagai guru atau dosen, atau di bagian Kendali Mutu (Quality Control) di pabrik.

Lulusan teknik kimia biasa bekerja di pabrik yang memproduksi barang-barang melalui proses kimia, misalnya di pabrik semen, pupuk, kilang minyak, dan sebagainya.

Tetapi, apakah lulusan ilmu kimia tidak bisa bekerja di bidang "milik" orang teknik kimia, dan sebaliknya?

Tidak ada masalah. Kedua ilmu ini punya pijakan yang sama yaitu kimia. Lulusan ilmu kimia bisa saja bekerja di Bagian Produksi, dan lulusan teknik kimia bisa saja bekerja di laboratorium.

Hanya saja, setelah bekerja mereka perlu belajar lebih keras dibanding kalau mereka memilih jalur pekerjaan yang "normal". Namun kalau mau belajar, ini bukan hal yang mustahil.

Timbul pertanyaan, kalau kita mengambil pekerjaan yang "tidak sesuai" dengan kuliah kita, bukankah ilmu kita sia-sia?

Tidak juga. Toh waktu berkuliah kita akan belajar bagaimana memecahkan masalah secara sistematis, bagaimana berpikir dengan logis, bagaimana menghadapi bermacam-macam orang, dan bagaimana berdiplomasi. Ini semuanya adalah ilmu yang sangat penting dalam pekerjaan dan berlaku secara universal, tidak bergantung pada apa jenis pekerjaannya.

Di milis kimia_indonesia ada beberapa rekan kita yang bekerja pada bidang yang "tidak semestinya". Simak cerita mereka.

"Saya seorang teknik kimia, sekarang bekerja di bagian Lab. Mikrobiologi. Sekarang saya harus banyak lagi mempelajari hal-hal baru dan harus menyesuaikan dulu dengan pekerjaan yang nantinya akan saya hadapi."
Ikhsan Guswenrivo


"Saya sendiri dari kimia murni baik S1 maupun S2. Bahkan SMA-pun dari analis kimia. Tapi saya pernah bekerja di lab dan Bagian Produksi.

Memang pada kenyataannya untuk orang kimia murni pada saat bekerja di bagian produksi kita harus banyak buka-buka dulu buku wajibnya orang teknik kimia seperti "Perry’s Chemical Engineers Handbook" dan "Basic Thermodynamics". Begitu juga orang teknik kimia kalau ditempatkan bekerja di lab harus buka-buka buku wajibnya orang kimia murni. Karena sebetulnya antara orang kimia dan teknik kimia sama-sama punya basis kimia yang kuat, masing-masing menjadi mudah untuk mempelajarinya.

Di bagian Lab maupun Produksi saya menempatkan baik orang kimia murni maupun orang teknik kimia sehingga saling melengkapi. Alhasil kita
punya tim yang solid antara produksi dan lab."
Miftahudin Maksum
PT. Universal Laboratory
Tj.Uncang Batam (*)


"Saya S1 di kimia MIPA, penelitian saya tentang polimer. Sekarang saya di graduate school, biarpun tetap di bidang kimia, topik penelitiannya beda sekali. Saya harus belajar tentang neuron cell culture, tentang biomaterial, dan lain-lain (research saya tentang surface modification for retinal and cortical implant)"
Paulin Wahjudi
University of Southern California
Department of Chemistry (*)


PENUTUP

Setelah membaca tulisan ini, moga-moga sekarang kamu sudah lebih mantap untuk menentukan pilihan jurusanmu.

Saat sudah masuk kuliah nanti, jangan lupa untuk tetap membuka mata dan pikiran terhadap perkembangan teknologi. Pada saat ini, banyak topik penelitian yang berupa penelitian antarbidang ilmu. Kita tidak cukup hanya mengerti kimia MIPA ataupun teknik kimia saja, tetapi juga belajar lagi entah tentang elektro, biologi, dan sebagainya.

Selamat memilih jurusan dan belajar!


Catatan:

* Tulisan ini adalah rangkuman dari diskusi di milis kimia_indonesia bulan Februari-Maret 2005.
* Data afiliasi rekan-rekan di atas adalah berdasarkan data pada bulan Maret 2005.

Kata Pencarian Artikel ini:

teknik kimia, kimia murni, mipa kimia, jurusan kimia murni, perbedaan kimia dan teknik kimia, tehnik kimia, kuliah jurusan kimia, perbedaan teknik kimia dan kimia, mata kuliah kimia murni, Jurusan kimia
Artikel ini termasuk kategori: Tips dan Opini dan memiliki 261 Komentar sejauh ini .
Resep Makanan

Anda dapat mengirimkan komentar , atau taut balik dari situs pribadi .

261 Komentar untuk “Kimia MIPA vs. Teknik Kimia, Yang Mana?”

  • avicenna says:

    saya mahasiswa fk tp saya tetap pencinta kimia,
    bagi saya tak ada hambatan untuk mencintai ilmu pengetahuan. jangan pernah mengkhawatirkan ttg lapangan kerja. karena, jurusan tidak menjamin pekerjaan.

    • paracetamol says:

      saya mahasiswa jurusan pendidikan dokter jga, tp sama kaya avicenna saya tetap cinta Kimia
      jgan permasalahkan jurusa, yang penting ada niat tulus ikhlas dlama menjalaninya ^^

  • mahasiswa galau says:

    enaknya masuk pendidikan Kimia aja…

    *gak nyambung oi

  • hajar afriani says:

    Bagi aku tidak masalah bekerja dimanapun walaupun tidak sesuai dengan bidang pendidikan yang kita enyam di bangku kuliah. Rejeki sudah ada yang mengatur. Walaupun kita sekuat tenaga dan mengerahkan segala usaha agar bekerja sesuai dengan bidang kita, kalau Alloh berkehendak yang lain, mau berbuat apa? Yang penting pekerjaan tersebut halal dan barokah. Yang menurut kita baik belum tentu baik bagi Nya, dan sebaliknya. Jadi syukuri aja segala rejeki yang telah Alloh berikan, Insyaa Alloh nikmat Nya akan bertambah banyak ^^…

  • kartika usman says:

    saya seorang Teknik Kimia yang dah jadi Guru Kimia…. tak masalah….

  • wahjoepoernamie says:

    sya suka dengan kimia sejak sma..
    tak pernah trpikir akan berkecimpung di bidang kimia.. namun takdir menuntun sy hingga skarang brkcimpung di bidang farmasi yang sangat dominan ilmu kimia nya :)

  • chaa says:

    kalau s1 ny kimia mipa trus mau s2 tehnik kimia bisa gaa??

  • Rizqi Nuri says:

    saya seorang sarjana kimia MIPA, dan skrg saya menjadi guru kimia di SMK Teknik Komputer dan Jaringan. Saya merasa ilmu saya sangat berguna walaupun saya bukan dari pendidikan kimia. Selama kuliah saya juga dikenalkan dengan kimia komputasi sehingga ketika mengajar, saya bisa mengaplikasikan ilmu kimia di bidang komputer. Dan akhirnya, siswa-siswa merasa bangga bahwasannya ilmu kimia bisa masuk ke jalur mana saja bahkan dunia komputer sekalipun

  • TAUFIK says:

    terima kasih banyak.
    cukup memberi saya landasan untuk menentukan pilihan…..

  • Web ini bagus banget , saat mengulas masalah.

  • David Gunawan says:

    Terima kasih banyak atas tulisan ini. Tulisan ini sangat membantu saya pada saat saya ingin masuk ke jurusan kimia Universitas Brawijaya tahun lalu. Tapi dengan adanya tulisan ini, saya memantapkan diri untuk terjun ke kimia MIPA. Jaya terus chem-is-try.org. Salam dari Madura. :D

  • ogit says:

    kalau kimia lebih luas karena ilmu kimia bisa di bank, pertamina , Pertambangan maupu yang ingin wirausaha atau di bagian forensik mabes, perusahaan farma,pupuk,semen,lingkungan

  • caca says:

    teknik kimia buat cewek itu pantes gak?

  • Arif nurhidayat says:

    Ass.,
    Setelah membaca artikel d ataz semakin mantap langkah kakiku tuk belajar di FMIPA Kimia UNILA.,
    Wss,

  • kimia MIPA itu hanya berkutat pada teori sedangkan yang mengaplikasikan itu kimia Teknik

  • lalu agus mahyudi says:

    saya sarjana teknik kimia, sekarang bekerja jadi PNS dan ditempatkan sebagai bendahara pengeluaran, alhamdulillah semua pekerjaan berjalan lancar karena sebenarnya waktu kuliah di jurusan teknik kimia kita dilatih berpikir secara sistematis, cepat mengambil keputusan, bergaul dengan banyak orang dll…

  • indi rahayu says:

    enakan mana siih teknik kimia apa kimia ? sekarang akku lagi ambil teknik kimia tapi belum terlalu mengerti sama materi kuliahnya

  • Merry Soares Gusmao says:

    saya seorang teknik kimia tapi sekarng jadi seorang guru. no prob. just take it easy

  • rakhmat rokhmawan says:

    Saya ex lulusan kimia MIPA. saat ini saya bertanggung jawab di departement pengembangan bahan kimia untuk automotive. Dan selama 3 thn lebih sebagai manager R&D, ternyata ex lulusan Kimia MIPA banyak berhasil pula menciptakan berbagai variant produk khususnya di industri dlsb bisa menciptakan produk baru yg dapat bersaing dg competitor yg sudah ada.

  • taofiq says:

    wah asyik nich.sangat membntu .thanks

Beri Komentar

Anda Member Chem-is-try.org? Silahkan login disini
Belum menjadi member? Beri komentar disini:

(wajib)

(wajib) (tidak dipublikasi)





Anda dapat menggunakan tag XHTML berikut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>