Bentonit merupakan salah satu bahan alternatif yang dapat dipergunakan untuk bahan penjernih (bleaching agent) minyak kelapa, dimana potensi industri ini sangat besar. Pemanfaatan bentonit ini akan memberikan nilai tambah yang cukup besar, dibandingkan jika dimanfaatkan hanya sebagai bahan pengganti batu bata atau batako.
Pengembangan usaha bahan galian industri yang berdaya saing kuat, sudah saatnya dikembangkan di propinsi-propinsi atau wilayah sesuai dengan potensi yang ada. Dari hasil pengkajian yang dilakukan oleh Departemen Perindustrian, jenis-jenis industri yang mengolah atau memanfaatkan sumber daya mineral non migas, khususnya bahan galian industri, merupakan jenis industri yang memiliki daya saing tinggi, andal dan mandiri bila dibina dan dikembangkan secara sungguh-sungguh, optimal dan terkoordinasi.
MANFAAT
1. Meningkatkan nilai tambah dan optimalisasi pemanfaatan sumber daya alam mineral berupa bentonit.
2. Meningkatkan kualitas fisik dan kimia minyak goreng kelapa yang dihasilkan oleh masyarakat.
3. Meningkatkan diversifikasi produk yang berasal dari bahan galian industri penjernih minyak goreng.
4. Meningkatkan produktifitas UKMK yang memanfaatkan bahan galian industri sebagai bahan baku dan bahan penunjang kegiatan produksi.
5. Meningkatkan nilai tambah produk yang pada akhirnya akan meningkatkan pendapatan masyarakat.
BAHAN
1. Minyak Goreng Kresengan
2. Bentonit teraktivasi
3. Soda Api Teknis (NaOh)
4. Air
CARA PENGOLAHAN
1. Bahan baku bentonit alam dikeringkan dengan cara dijemur untuk mengurangi kandungan airnya.
2. Proses pemecahan dan penggerusan dimana bentonit dipecah menjadi dua ukuran, masing-masing sebesar biji kacang tanah dan setengah dari ukuran biji kacang tanah. Hasil pecahan bentonit dicuci sampai bersih, lalu dikeringkan (dijemur atau di oven).
3. Bentonit kering masing-masing dimasukkan ke dalam tabung penyaring (1) untuk ukuran besar dan tabung penyaring (2) untuk ukuran kecil, dengan jumlah masing-masing sebanyak ½ kg (dapat digunakan untuk 20 liter minyak goreng).
4. Masukkan minyak goreng ke dalam tabung penyaring (1), tahan beberapa menit, buka kran dan dialirkan ke tabung penyaring(2), tahan beberapa menit, lalu ditampung di ember. Lakukan proses ini 3 kali.
5. Minyak yang sudah disaring, dicampur dengan larutan soda api (1 sendok the soda api ditambah 1 l air) dengan perbandingan 2 :1 ( 2 bagian minyak, 1 bagian larutan soda api). Aduk sampai merata sampai cairan agak mengental berwarna keputih-putihan.
6. Campuran (e) dimasukkan ke dalam tabung pemisah sabun (3), biarkan beberapa menit sampai air berpisah dengan minyak (air di bagian bawah dan minyak di bagian atas). Kemudian bagian air (bawah) di buang.
7. Cuci bagian minyak dengan air panas dengan perbandingan 1: 1 (1 bagian air panas, 1 bagian minyak). Aduk merata dan lakukan pemisahan pada tabung pemisah sabun (3) seperti pada cara (e). Lakukan pencucian 3 kali.
8. Minyak yang sudah dicuci, dipanaskan secara perlahan (api kecil) selama 3 – 4 jam, untuk menghilangkan kadar air dalam minyak.
9. Minyak yang telah dipanaskan disaring dengan kain, dinginkan dan masukkan ke dalam botol atau jerigen. Minyak siap digunakan.
CONTACT PERSON
Ir. Muhammad Nuzulul Sjahrudin
Abdul Hapid, ST
Direktorat Teknologi Lingkungan
Gedung II BPPT Lantai XI
Jl. MH. Thamrin No. 8 Jakarta Pusat
Telpon (021) 316.9824
Facsimile (021) 316.9614
Utk rakyat kecil prosedurnya jelemet dan biaya nya akan membengkak,bisa ngga yang lebih praktis?
Susah di terapkan di deso deso mas.
alur kerja : minyak—–di saring dg bentonit 3 x)—– cuci dg soda api—- pisahkan air nya—–cuci dg air panas (3x)—–panaskan 3-4 jam — bayang kan
Bisa yg lebih praktis nggak?
Minyak yang sudah dicuci, dipanaskan secara perlahan (api kecil) selama 3 – 4 jam, untuk menghilangkan kadar air dalam minyak.Minyak yang telah dipanaskan disaring dengan kain.apakah ini sama dengan proses penguapan air panas?mohon bimbingan.sekian dan terimakasih.
metode ini saya sudah dapatkan 3 tahun terakhir…..namun yang menurut saya kelemahan metode ini bahwa bentonit yang dimaksudkan harus jelas, karena bentonit adalah lempung aktif yang merupakan fosil yang sangat sulit diperoleh serta harga yang relatif mahal…
Menurut saya cara yang praktis manjernihkan minyak adalah dengan penyulingan. Caranya : campur minyak dengan air 1:1, masukan kedalam tabung kedap udara yang d beri saluran di atas,untuk jalan keluar uap minyak dan air. Uap yang masih ada pada selang dinginkan maka akan terpisah antara air dan minyak dan minyak goreng akan jernih kembali tanpa bahan kimia sangat aman untuk d konsmsi
aq sangat lemah dalam hal kimia tp ada nggak cara yang mudah ,simple,bahan yang murah dan efisien dan efektif terima kasih
apakah cara ini bisa menghilangkan bau?kalau hanya dipanaskan dengan api kecil tidak bisa menghilangkan bau, kalau jernih tapi bau masih ada tetap bukan minyak yang berkualitas.
Utk mas yadisurya,semua penyulingan bs diterapkan pada semua jenis minyak kah?Contoh:solar.Terima kasih
Hasilnya bagaimana?? apa sudah memenuhi SNI??
kenapa minyak goreng kopra dengan proses RBD yang saya olah untuk tugas akhir saya masih berbau tengik dan rasa getir di lidah dan lekak di tenggorokan?
apakah kandungan ffa pada kopra atau ada hal yang lain?
bagaimanakah perhitungan pada pemurnian menggunakan katalis NaOH?
TERIMA KASIH .
mohon dikrimkan di email saya (petro_celly@yahoo.com)
ribet banget…..apa aman di konsumsi melihat pemurnian menggunakan Naoh juga ……..
bentonit apa aman untuk dikonsumsi…..
ada bahan lain ga buat ngegantiin bentonit
kenapa minyak dari kopra yang saya buat masih getir dan bau kenapa ya
minyak yg sudah tidak layak pakai mending jgn dijernihkan lagi karna kandungan lemak jenuh bebasnya sudah rusak lbh baik dibuat biodisel sbgi bahan alternatip pengganti solar lbh ramah lingkungan..
untung aja ada organisasi ini….
ternyat pakai bentonit sangat ribet,bagaimana kalau memakai puriffer itu kayaknya sangat efesien cuma dicampur trus dipanaskan sampai 100 derajat,bagaiman mas?
makasih infonya bos… cuma agak kurang detail jadi kurang jelas.
minta referensinya untuk mendapatkan/beli bentonitnya bung? kira2 harganya gmn, masuk ndak hitung2an ekonomisnya? ada ndak metode yang lebih ekonomis dan praktis? salam sukses u indonesia