Daftar Lupa kata kunci?
Thursday, April 17, 2014 6:25

Beri Rating:

Sebarkan:

  • Lintas Berita Digg Facebook Lintas Berita

Kegunaan Uji Kappa Number di Industri Pulp dan Kertas

Ditulis oleh Yoky Edy Saputra pada 24-08-2009

industri-kertasPengukuran lignin (kappa number) pulp slurry pada proses pulp making merupakan kunci sukses dalam mengoptimumkan proses pulp making. Informasi kappa number ini sangat berguna untuk mengontrol parameter selama proses pemasakan berlangsung seprti : H-Factor, Liquor to wood ratio, jumlah konsumsi WL, kadar air kayu, efisiensi pencucian, temperature dll. Di skala industri, telah dipasang sensor kappa number untuk melihat nilai kappa number. Sebenarnya kappa number on-line mengukur sampel dengan menggunakan teknik optik berdasarkan absorbsi sinar UV. Kemampuan lainnya adalah mengukur parameter lain seperti konsistensi, temperature dan pH yang dikenali oleh alat dan akan menyalakan alarm jika hasil yang diinginkan menyimpang dari standard.

Kunci untuk monitoring dan control pemasakan dengan menggunakan kappa number on-line ini sangat penting untuk mengontrol proses delignifikasi. Juga sangat berguna untuk mengontrol beberapa parameter untuk bleaching. Untuk digester, semakin sering analisa kappa number dilakukan dapat meningkatkan variasi kappa number hingga level 20% dan menjaga kappa number tetap dalam target (masuk standard). Ketelitian dari analisa kappa number ini akan membantu operator digester untuk mengontrol jalannya digester, mulai dari start up, proses berjalan, penukaran material dan sebagainya.

Kontrol Chemical dalam Proses Bleaching

Kandungan lignin yang terdapat pada pulp yang belum dibleaching sangat penting, karena pada tahap awal bleaching adalah untuk menghilangkan kadar lignin yang tersisa setelah pemasakan. Kappa number digunakan secara rutin untuk mengontrol unbleached pulp dan mengontrol proses penghilangan lignin (delignifikasi) pada tahap klorinasi (CD), treatment oxygen dan Ekstraksi (Eo). Jumlah lignin yang dipisahkan selama bleaching tergantung pada beberapa factor seperti kandungan lignin pulp, type pulp yang digunakan, kondisi klorinasi, waktu, suhu dan konsistensi. Reaksi antara bleaching dengan pulp sangat kompleks.

Chemical bleaching bereaksi dengan semua komponen pulp (selulosa, lignin, bark, shives, dan zat-zat organic terlarut). Efisiensi delignifikasi dapat dihitung secara stoikiometri, jumlah chemical yang dibutuhkan dapat dihitung per unit dalam delignifikasi. Perhitungan stoikiometri merupakan indikasi efisiensi proses dan merupakan hal yang sangat penting dalam menentukan biaya bleaching. Stoikiometri delignifikasi dapat dinyatakan dalam beberapa cara, misalnya pada tahap klorinasi, klorin yang digunakan biasanya 0.2 kali kappa number unbleached pulp. Pada kondisi ini kira-kira 4 kappa number akan turun dengan 1 % klorin. Persentase klorin yang digunakan berdasarkan kappa number pulp unbleach memiliki range 0.15 hingga 0.25. Laju reaksi juga berhubungan dengan konsentrasi chemical dan kappa number dimana delignifikasi ClO2 merupakan pangkat 0.5. yang berarti jika konsentrasi klorin 4 kali lipat maka laju reaksi delignifikasi akan meningkat dua kali. Untuk saat ini kappa number juga digunakan sebagai control parameter untuk temperature bleaching, pH dan derajat brightness pulp.

Hilangnya Lignin

Semua pulp akan mengalami perubahan brightness (kecerahan) seiring dengan lama waktu penyimpanan. Pulp biasanya akan berubah menjadi kuning. Laju penurunan brightness dengan waktu bervariasi dalam range yang cukup luas. Sebagian pulp akan stabil dan biasanya bertahun-tahun kemudian baru akan berubah menjadi kuning. Sebagian lagi hanya dalam hitungan bulan akan berubah menjadi kuning dan bahkan yang dalam hitungan hari sudah berubah. Lignin bukan penyebab utama pada perubahan warna ini jika pulpnya hanya mengandung sedikit lignin.

Tapi walau bagaimanapun lignin yang terkandung dalam jumlah besar sudah pasti menjadi penyebab utama dalam perubahan warna pulp. Oleh karena itu efektivitas penghilangan lignin pada tahap klorinasi juga merupakan factor yang sangat menentukan dalam proses perubahan warna.

Memang pada awalnya ada dugaan perubahan warna pada pulp selama penyimpanan disebabkan oleh lignin. Ternyata setelah dilakukan penelitian, penyebab utamanya adalah kandungan selulosa pulp itu sendiri yang menyebabkan perubahan warna. Adanya gugus karbonil dan karboksil pada selulosa merupakan penyebab utama terjadinya perubahan warna. Penghilangan gugus karbonil dan karboksil ini dengan proses oksidasi dan reduksi akan meningkatkan kestabilan warna. Perubahan warna juga disebabkan oleh suhu, kelembaban, hemiselulosa, resin, logam-logam seperti rosin, alum, lem dan starch.

Kata Pencarian Artikel ini:

kappa number, arti kappa number 20, parameter control proses kertas, pengertian pulp dalam fisika
Artikel ini termasuk kategori: Teknologi Tepat Guna dan memiliki 1 Komentar sejauh ini .
Resep Makanan

Anda dapat mengirimkan komentar , atau taut balik dari situs pribadi .

1 Komentar untuk “Kegunaan Uji Kappa Number di Industri Pulp dan Kertas”

  • ariph sy says:

    saya senang dengan kimia dan saya ingin ilmu kimia yang saya tekuni lebih banyak dinikmati oleh banyak orang dan juga saya sendiri..jadi saya ingin jadi member di situs ini

Beri Komentar

Anda Member Chem-is-try.org? Silahkan login disini
Belum menjadi member? Beri komentar disini:

(wajib)

(wajib) (tidak dipublikasi)





Anda dapat menggunakan tag XHTML berikut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>