Daftar Lupa kata kunci?
Friday, September 3, 2010 10:39

Beri Rating:

Sebarkan:

  • Lintas Berita Digg Facebook Lintas Berita

Air laut: Bahan bakar alternatif

Kata Kunci: ,
Ditulis oleh Wahyu Riyadi pada 26-07-2008

Suatu saat nanti, anda mungkin akan melihat banyak anjing laut yang mengelilingi stasiun pengisian bahan bakar. Itu karena bukan aroma bensin, melainkan justru aroma pantai yang lebih terasa di SPBU.

John Kanzius, 63 tahun, telah berhasil menciptakan alternatif bahan bakar dari air laut. Secara kebetulan, teknisi broadcast ini menemukan sesuatu yang menakjubkan. Pada kondisi yang tepat, air laut dapat menyala dengan temperatur yang luar biasa. Dengan sedikit modifikasi, tidak menutup kemungkinan di masa depan, ini dapat di jadikan sebagai alternatif bahan bakar untuk kendaraan bermotor.

Perjalanan Kanzius menjadi inspirasi yang mengejutkan bermula ketika dia di diagnosis menderita leukimia pada tahun 2003. Dihadapkan dengan treatment kemoterapi yang melelahkan, dia memilih mencoba untuk menemukan alternatif yang lebih baik dalam menghancurkan sel-sel kanker. Kemudian di muncul dengan alat Radio Frequency Generator (RFG), sebuah mesin yang menghasilkan gelombang radio dan memancarkannya ke suatu area tertentu. Kanzius menggunakan RFG untuk memanaskan pertikel metal kecil yang dimasukkan ke dalam tumor, menghancurkan sel tumor tanpa merusak sel yang normal.

Tetapi, apa hubungannya antara kanker dengan bahan bakar air laut?

Selama percobaannya dengan RFG, dia menemukan bahwa RFG dapat menyebabkan air yang berada di sekitar test tube mengembun. Jika RFG dapat menyebabkan air mengembun, seharusnya ini dapat juga untuk memisahkan garam dari air laut. Mungkin, ini dapat digunakan untuk men-desalinitasi air laut. Sebuah peribahasa tua tentang laut, "air, air dimana-mana, dan tidak satu tetespun dapat diminum".

Beberapa negara mengalami kekeringan dan sebagian besar rakyatnya menderita kehausan, padahal 70% bumi adalah samudera yang notabene adalah air. Suatu metode yang efektif untuk menghilangkan garam dari air laut dapat menyelamatkan tak terhitung nyawa. Maka tidaklah heran jika Kanzius mencoba alat RFG-nya untuk tujuan desalinitasi air laut.

Pada test pertamanya, dia melihat efek samping yang mengejutkan. Ketika dia arahkan RFG-nya pada tabung yang berisi air laut, air itupun seperti mendidih. Kanzius lalu melakukan test kembali. Saat ini dengan kertas tisue yang terbakar dan menyentuhkannya ke dalam air laut yang sedang di tembak oleh RFG. Dia sangat terkejut, air laut dalam tabung terbakar dan tetap menyala sementara RFG dinyalakan.

Awalnya berita tentang eksperiment ini dianggap suatu kebohongan, tapi setelah para ahli kimia dari Penn State University melakukan percobaan ini, ternyata hal ini memang benar. RFG dapat membakar air laut. Nyala api dapat mencapai 3000 derajat Fanrenheit dan terbakar selama RFG dinyalakan.

Lalu bagaimanakah air laut dapat terbakar? Dan kenapa jika puntung rokok di lemparkan ke dalam laut tidak menyebabkan bumi meledak?

Ini semua berhubungan dengan hidrogen. Dalam keadaan normal, air laut mempunyai komposisi Natrium Klorida (garam) dan Hidrogen, oksigen (air) yang stabil. Gelombang radio dari RFG milik Kanzius mengacaukan kestabilan itu, memutuskan ikatan kimia yang terdapat dalam air laut. Hal ini melepaskan molekul hidrogen yang mudah menguap, dan panas yang keluar dari RFG memicu dan membakarnya dengan cepat.

Jadi akankah di masa depan nanti mobil atau motor memakai air laut daripada bensin?

Kalau teknologi ini benar-benar bisa terealisasi, dunia sudah tidak perlu khawatir lagi dengan krisis energi.

Bravo ilmu pengetahuan..!!!

sumber: http://auto.howstuffworks.com/

Artikel ini termasuk kategori: Teknologi Tepat Guna dan memiliki 8 Komentar sejauh ini.

Anda dapat mengirimkan komentar, atau taut balik dari situs pribadi.

8 Komentar untuk “Air laut: Bahan bakar alternatif”

  • Agung Fitriyadi says:

    Salam Cahaya KIMIA Indonesia,,:-)

    Di dalam artikel Kompas Rabu, 29 Oktober 2008

    dibahas juga tentang Rumput Laut/Miroalga Jadi Bahan

    “Biofuel” 58.700 liter/hektar/thn & Kelapa Sawit 5.900

    liter/hektar/thn bisa lihat di >>>

    http://kompas.com/read/xml/2008/10/29/08443245/rumput.laut.jadi.bahan.quotbiofuelquot

    Semoga bisa cepat diaplikasikan untuk kemakmuran

    Rakyat Pesisir Pantai & Indonesia, amin…. :-)

    Salam Cahaya KIMIA Indonesia,
    Agung Fitriyadi

  • budi wiyarno says:

    Saat ini saya sedang riset biodiesel dari microalage dengan pepecahan sel menggunakan gelombang ultrasonic, hasil awal menunjukan perlakuan ini mampu menghasilkan biodiesel dengan memperpendek waktu ektraski dan transestrifikasi dalam suhu yang cukup rendah.
    buat mas agung, saya juga kebayang biodiesel saya ini mampu mensuplai kebutuan bahan bakar nelayan dipesisir dan pembangkit listrik dipelabuhan, kalo ada yang mau membiayai skala pilot plannya saya siap

    (suatu saat bisa kita dirikan di tepi2 pantai)

    Budi Wiyarno

    Master student by research

    Universiti Malayisa Pahang

  • Wahyu Riyadi says:

    mas Budi, bagus sekali kalau itu betul-betul bisa diwujudkan. Mudah-mudahan alternatif sumber energi semakin banyak sehingga tidak lagi bergantung pada minyak bumi.

    Biodiesel dari microalgae apa bisa langsung dipakai mas, maksud saya apa ada tahapan purifikasi dulu?? lalu rendemen hasilnya kira2 berapa besar??

    just wonder..

    • budi wiyarno says:

      maaf baru balas. proses pembuatnnya sama, karena FFA dari crude alge oli (CAO) masih tinggi diatas 5% maka prosesnya sama seperti CPO, atau CJO. rendeman lipidnya bergantung jenis microalaganya dan pelarut yang digunakan, ada yang hingga 54.2% dari berat kering dengan ektraski pelarut (shoklet) benzen sampai 53%. terektrask dari lipid (lebih lanjut tunggu buku saya aja deh, semoga cepat terbit)

  • syamsu rizal says:

    sebuah ilmu yang menjadi harapan..
    seperti proses ilmu lainnya, awalnya tidak dipercaya.. tapi Tuhan Yang Maha Esa pasti akan menyeimbangkannya.

  • dian says:

    kalau seandainya masa yang akan dtg air laut akan menjadi energi alternative,kan harus menggunakan RFG untuk mengacaukan kestabilan ikatan dlm air laut,untuk menguapkan hidrogen.namun menurut aku ya.. kalau seandainya hidrogen dipakai terus menerus kan ntar bakal habis apalagi kalau tdk salah jumlah hidrogen d bumi kan jg sedikit?tolong jlaskan pliz,sory yah kalau komenku trasa konyol maklumlah aku masih sma klas 10.

  • good2…. sangat luar biasa…..

Beri Komentar

Anda Member Chem-is-try.org? Silahkan login disini
Belum menjadi member? Beri komentar disini:

(wajib)

(wajib) (tidak dipublikasi)





Anda dapat menggunakan tag XHTML berikut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>