Daftar Lupa kata kunci?
Friday, October 31, 2014 11:07

Beri Rating:

Sebarkan:

  • Lintas Berita Digg Facebook Lintas Berita

Pupuk Kompos, Keniscayaan bagi Tanaman

Ditulis oleh Yoky Edy Saputra pada 23-10-2007

Akhir-akhir ini, kebutuhan akan penggunaan pupuk kimia untuk lahan pertanian semakin meningkat. Sementara pupuk organik (kompos) mulai ditinggalkan. Sebelum diperkenalkannya pupuk kimia ini kepada masyarakat, kompos telah menjadi kebutuhan dan incaran petani untuk meningkatkan produksi pertaniannya. Kini para petani lebih menyukai pupuk kimia dibandingkan kompos. Mereka beralasan pupuk kimia mempunyai kandungan unsur hara yang baik dan dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi. Sedangkan kompos, menurut mereka, tidak mampu meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi. Bahkan beberapa petani menggunakan pupuk kimia secara berlebihan.

Diakui, pada pemakaian pertama pupuk kimia pada lahan pertanian memang kuantitas produksi meningkat drastis, lebih banyak dari pada penggunaan pupuk kompos. Seiring dengan berjalannya waktu, apa yang selama ini dikhawatirkan muncul, produksi pertanianpun menurun. Namun, petanipun tak juga sadar, malah semakin menambah kuantitas pupuk kimia yang digunakan, dengan harapan produksi kembali stabil. Tahun berganti tahun, harapan para petani akan meningkatnya produksi mereka tak kunjung datang, kuantitas produksi malah semakin menurun.

Memang benar, pupuk kimia mengandung unsur hara dan nutrisi lebih banyak dibandingkan kompos. Namun hanya sebatas itu. Pupuk kimia terbukti tidak mampu memperbaiki kondisi tanah. Sedangkan kompos, meskipun mengandung unsur hara yang lebih sedikit dari pada pupuk kimia, namun dapat memperbaiki kondisi tanah dan menjaga fungsi tanah agar unsur hara yang terkandung dalam tanah lebih mudah diserap oleh tanaman.

Pada dasarnya, penggunaan pupuk kimia tidak menjadi masalah serius jika digunakan seimbang dengan kompos. Yang perlu menjadi cacatan kita adalah tidak menggunakan pupuk kimia secara berlebihan. Hal ini dikarenakan pupuk kimia dapat mencemari dan merusak lingkungan (tanah) jika digunakan berlebihan. Dibandingkan kompos, pupuk kimia sangat sulit diserap oleh tanaman, sulit diuraikan air, dan dapat meracuni produk yang dihasilkan oleh tanaman.

Hasil penelitian menunjukkan pupuk kimia mengandung radikal bebas dan berbahaya bagi manusia karena dapat mengendap didalam buah yang dihasilkan. Sebagian pupuk kimia yang tidak diserap oleh tanaman juga akan menumpuk ditanah dan tidak dapat diuraikan oleh air. Kondisi seperti ini menjadikan tanah tidak produtif. Akibatnya mikroorganisme yang bertugas menggemburkan tanah tidak akan beraktivitas ditanah tersebut.

Mikroorganisme yang ada didalam tanah lebih menyukai kompos dibandingkan pupuk kimia. Kondisi kompos yang alami memudahkan mikroorganisme didalam tanah untuk berkembang dan beraktivitas.
Hasil penelitian juga mengungkapkan kompos mampu menetralkan pH tanah. Tanaman lebih mudah menyerap unsur hara pada kondisi pH tanah yang netral (pH=7). Kondisi seperti ini tidak mampu dilakukan dengan penggunaan pupuk kimia semata.

Sampah Kota sebagai Kompos
Dalam masalah pengelolaan sampah, Indonesia harus belajar banyak dengan negara-negara maju dan berkembang lainnya. Dibeberapa negara maju, masalah pengelolaan sampah menjadi perhatian serius bagi pemerintah, sama serius dengan masalah ekonomi. Hal ini dikarenakan, disatu sisi sampah dapat berdaya guna dan memberikan keuntungan secara ekonomi jika didaur ulang dan diubah dalam bentuk yang lebih bermanfaat. Disisi lain, sampah-sampah yang tidak dibudidayagunakan dan menumpuk disuatu tempat dapat menjadi sarang penyakit serta mengeluarkan bau yang tidak sedap. Dari segi estetikapun akan tampak kurang bagus.

Sejauh ini, penulis mengamati sampah kota kurang menjadi perhatian dan dimanfaatkan. Dalam masalah pengelolaan sampah ini, umumnya, pemerintah kota di Indonesia masih memakai cara lama, yaitu mengumpulkan sampah-sampah dari masyarakat dan menumpukkannya ke suatu tempat khusus pembuangan sampah. yang dinamakan TPA (Tempat Pembuangan Sampah Akhir). Disamping menimbulkan bau yang tidak sedap, sampah yang ditumpuk tersebut dapat menjadi sarang penyakit. Jika daerah tempat pembuangan sampah tersebut sudah penuh, maka pemerintah membuka tempat pembuangan sampah yang baru. Lagi-lagi menghabiskan biaya untuk pembukaan lahan baru.

Alangkah bijaksananya jika sampah-sampah yang ditumpuk tersebut dimanfaatkan kembali menjadi barang yang lebih berguna dan bermanfaat seperti dijadikan kompos. Biaya yang telah dianggarkan untuk pembukaan tempat pembuangan sampah baru dapat dialokasikan untuk pengelolaan kompos. Penulis mengambil contoh sampah-sampah buangan dari para pedagang di Pasar Raya Padang. Jika sampah-sampah yang berupa daun-daunan, kulit-kulit buah-buahan, ampas tebu, sisa-sisa makanan, dan sebagainya ini dikumpulkan, bisa diolah menjadi kompos yang bernilai ekonomi. Pemerintah atau swasta dapat membuat industri pengolahan sampah-sampah ini menjadi kompos. Dalam jumlah besar, industri pembuatan kompos cukup menjanjikan dan dapat menambah pendapatan daerah.

 

Kata Pencarian Artikel ini:

reaksi kimia kompos, reaksi kimia pada pupuk organik, Alasan tidak setuju dengan reaksi ph tanah, pemakaian pupuk yang berlebiha dapat mencemari tanah alasannya, pemgelolahan kompos, pupuk yang mencemari tanah
Artikel ini termasuk kategori: Artikel dan memiliki 8 Komentar sejauh ini .
Resep Makanan

Anda dapat mengirimkan komentar , atau taut balik dari situs pribadi .

8 Komentar untuk “Pupuk Kompos, Keniscayaan bagi Tanaman”

  • Ardinata says:

    Pemerintah hanya tingal menunggu anak anak muda yang berbakat untuk menciptaka ide ide barunya dalam menciptakan INDONESIA yang indah sejahtere,ramah dengan lingkungan.jangan megeluarkan ide idenya dengan demo demo saja kapan bisa maju.

    • Juan rusli says:

      Hei….jangan bilang kalau anak muda cuma demo saja, saya fikir anda kurang mengerti. Justru dengan demo anak muda mengontrol kebijakan pemerintah. Jangan langsung memvonis seperti itu bung.

  • furniserab says:

    semoga dengan semakin banyak orang yang peduli dengan pupuk organik, dapat mengantarkan bangsa Indonesia bebas bahan kimia yang berbahaya bagi kehidupan kita semua. kalau anda berkesempatan, silahkan buka link http://furnimonodon.blogspot.com/ seputar pupuk organik cair. salam sukses, sehat Indonesiaku…

  • ridda says:

    yawdah sekarang mah cintailah produk dalam negri aja dehhh…dengan cara membeli prodak dalam negri

  • azizah says:

    mari masyarakatkan kembali penggunaan pupuk kompos karena pupuk kompos lebih ramah lingkungan dan murah

  • eka sulistiawati says:

    klw bsa tlg lbih lengkap lgee yea…..

  • gurah says:

    saya sangat setuju penggunaan pupuk kompos ini… karna terbukti dari dahulu kala blm ada pupuk kimia nyata hasilnya memuaskan belum mengandung banyak aspek…… tp setelah sekian lama belajar nyatanya skrg banyak yg gunakan lagi organik sebagai solusi tuk memulihkan lahan yg tdk produktif jadi produktif kembali

  • agan herlambang says:

    lahan sawah di indonesia tiap tahun makin menyempit, sedangkan kebutuhan pangan kian meningkat…., 1 hal yg tampak sepele namun berdampak besar, klopun msh ada sisa lahan swah tersebut, siapa yg akan menggarap’a? lihat sj generasi’apun sudah tak mau berkotor2 lumpur sbgi cikal bakal kesetabilan pangan……….!!!!! yg ada paling di jual untuk perluasan lahan pembangunan lg…

Beri Komentar

Anda Member Chem-is-try.org? Silahkan login disini
Belum menjadi member? Beri komentar disini:

(wajib)

(wajib) (tidak dipublikasi)





Anda dapat menggunakan tag XHTML berikut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>