Daftar Lupa kata kunci?
Friday, October 31, 2014 8:54

Beri Rating:

Sebarkan:

  • Lintas Berita Digg Facebook Lintas Berita

Waspadai Histamin pada Ikan

Ditulis oleh Redaksi chem-is-try.org pada 15-07-2009

ikan-segarSajian dari ikan laut selalu mengundang selera. Selain rasanya yang lezat, kandungan proteinnya pun tergolong sangat prima kualitasnya. Tidak hanya itu, ikan juga merupakan sumber asam lemak tidak jenuh ganda yang sangat besar peranannya dalam mencegah berbagai macam penyakit (jantung koroner, aterosklerosis dan beberapa penyakit kanker). Tetapi, dibalik kelezatannya tersembunyi bahaya keracunan histamin. Apa itu histamin?

Histamin merupakan senyawa turunan dari asam amino histidin yang banyak terdapat pada ikan. Asam amino ini merupakan salah satu dari sepuluh asam amino esensial yang dibutuhkan oleh anak-anak dan bayi tetapi bukan asam amino esensial bagi orang dewasa. Di dalam tubuh kita, histamin memiliki efek psikoaktif dan vasoaktif. Efek psikoaktif menyerang sistem saraf transmiter manusia, sedangkan efek vasoaktif-nya menyerang sistem vaskular. Pada orang-orang yang peka, histamin dapat menyebabkan migren dan meningkatkan tekanan darah.

Histamin tidak membahayakan jika dikonsumsi dalam jumlah yang rendah, yaitu 8 mg/ 100 gr ikan. Keracunan ini biasanya akan timbul karena tingginya kadar histamin yang terdapat pada ikan yang kita konsumsi. Menurut FDA (Food and Drug Administration) di Amerika Serikat, keracunan histamin akan berbahaya jika seseorang mengkonsumsi ikan dengan kandungan histamin 50 mg/100 gr ikan. Sedangkan kandungan histamin sebesar 20 mg/ 100 gr ikan, terjadi karena penanganan ikan yang tidak hiegenis.

Gejala keracunan akan muncul apabila kita mengkonsumsi ikan dengan kandungan histamin yang berlebih, yaitu dalam jumlah diatas 70-1000 mg. Akibatnya, timbul muntah-muntah, rasa terbakar pada tenggorokan, bibir bengkak, sakit kepala, kejang, mual, muka dan leher kemerah-merahan, gatal-gatal dan badan lemas. Sekilas gejala keracunan histamin mirip dengan gejala alergi yang dialami oleh orang yang sensitif terhadap ikan atau bahan makanan asal laut. Oleh karena itu biasanya orang sering keliru membedakan gejala keracunan histamin dengan alergi. Sampai saat ini belum pernah dilaporkan adanya kematian akibat keracunan histamin. Meskipun begitu kita harus tetap waspada, karena efek yang ditimbulkannya juga tidak bisa dianggap sepele.

Langkah yang paling tepat untuk mencegah keracunan histamin adalah dengan cara memilih dan mengkonsumsi ikan yang masih segar dan bermutu baik. Selain itu perhatikan pula cara penanganan ikan secara tepat dan benar sehingga kemungkinan besar bahayanya dapat dihindari.

Sumber : Clickwok

Kata Pencarian Artikel ini:

apa itu histamin, efek samping ikan tongkol, pengaruh histamin pada kehamilan, muka bengkak akibat keracunan gadung, kerusakan fisik dari histamin/, kena ikan berasa agak gatal di mulut apakah berbahaya, ikan gatal, alergi ikan kembung, batasan kadar histamin pada ikan, apakah makan ikan mempengaruhi gatal2
Artikel ini termasuk kategori: Kimia Pangan dan memiliki 17 Komentar sejauh ini .
Resep Makanan

Anda dapat mengirimkan komentar , atau taut balik dari situs pribadi .

17 Komentar untuk “Waspadai Histamin pada Ikan”

  • MADON says:

    kebetulan saya gemar sekali makan ikan,
    tolong ikan apa saja yang banyak mengandung histamin?lalu berapa banyak yang harus di makan,
    trim ya infonya

  • irnazs11 says:

    Ikan mempunyai kandungan gizi yang sangat banyak, karena ikan perlu diperhitungkan sebagai sumber zat gizi yang penting. Pola kebiasaan mengkonsumsi ikan seperti pada masyarakat Eskimo dan Jepang memberi petunjuk kuat atas sangat rendahnya kejadian penyakit jantung dan penyakit degeneratif lainnya pada masyarakat tersebut.

    Penelitian pada kelompok masyarakat yang mengkonsumsi ikan secara kontinyu dan ikan menjadi pangan dominan seperti pada orang Eskimo menunjukkan, jenis lemak di dalam ikan (asam linoleat) setelah melalui proses metabolisme dalam tubuh manusia akan menghasilkan asam lemak yang kemudian dikenal dengan nama omega 3.

    Omega 3 yang terdapat pada ikan mencegah penyakit jantung dan penyakit degeneratif lainnya. Bahkan ada indikasi masyarakat yang gemar mengkonsumsi ikan memiliki umur harapan hidup rata-rata lebih panjang daripada masyarakat yang kurang mengkonsumsi ikan.

    Secara sederhana dapat dijelaskan, karakteristiknya yang unik menyebabkan omega 3 mampu mencegah dan mengurangi penumpukan kolesterol dan melekatnya bintik-bintik darah pada dinding pembuluh darah yang merupakan sebab utama timbulnya serangan jantung dan stroke yang mematikan.

    Omega 3 selain bisa menurunkan kadar kolesterol darah juga bisa mengatasi beban menderita penyakit asma, rematik, penyakit kulit, komplikasi diabetes dan kanker payudara. Bahkan pertumbuhan sel otak manusia sangat tergantung pada kadar omega 3 secara cukup sejak bayi dalam kandungan sampai balita. Bila pada masa tersebut cukup tersedia omega 3 maka anak tersebut akan tumbuh dengan potensi kecerdasan maksimal. Karena alasan itu, sejak ibu hamil perlu mengkonsumsi ikan dalam jumlah cukup sampai bayi yang dikandungnya lahir. Setelah bayi bisa makan nasi tim perkenalkan ikan sampai usia selanjutnya.

    Banyak penelitian tentang peranan minyak ikan dalam menurunkan risiko penyakit jantung. Di dalam minyak ikan ada asam lemak tidak jenuh omega 3 terutama yang disebut eikosapentaenoat (EPA) dan dakosaheksaenoat (DHA). Percobaan pada hewan maupun manusia membuktikan keduanya dapat menurunkan kadar kolesterol, trigliserida, dan lipoprotein darah. Dengan demikian minyak ikan dapat menurunkan risiko terjadinya aterosklerosis.

    Asam-asam lemak tidak jenuh yang berasal dari tumbuh-tumbuhan seperti minyak jagung, minyak kacang, minyak kedelai, dan sebagainya juga mempunyai pengaruh serupa. Namun, minyak ikan mempunyai kelebihan dan keunikan terutama pada kasus kadar lemak darah tinggi yaitu bisa menurunkan lemak darah tersebut.

    Selain ikan bermanfaat untuk kesehatan jantung, ikan juga mengandung kalori rendah sehingga bagi orangorang yang sedang mengikuti program diet penurunan berat badan mengkonsumsi ikan bermanfaat ganda asal diolah dengan sedikit lemak.

    Selain manfaat ikan untuk kesehatan, perlu diketahui pula kandungan histamin pada jenis ikan seperti tongkol, kembung, cakalang, dan tuna secara alami yang bisa menyebabkan keracunan. Keracunan itu tidak hanya disebabkan oleh kelompok ikan yang secara alami sudah mengandung histamin tetapi juga bisa disebabkan oleh ikan lain yang kurang segar mutunya. Makin tinggi tingkat kerusakan ikan, makin banyak histamin yang terbentuk pada ikan.
    Meskipun histamin bisa membuat keracunan, namun belum ada kejadian keracunan bisa mematikan. Karena itu perlu upaya makan ikan yang kesegarannya terjamin. Jangan disamakan alergi terhadap ikan dengan keracunan oleh ikan karena munculnya gejala yang sama. Keracunan bisa dihindari tetapi alergi tidak bisa dihindari. Karena itu biasanya orang yang alergi ikan setelah makan ikan menelan pil antihistamin supaya tidak ada reaksi alergi.

    Untuk menghindari keracunan ikan, belilah ikan yang segar, segera buang isi perut sebelum diolah dan bila tidak segera dikonsumsi simpan di freezer. Upaya ini juga untuk menghindari tumbuhnya bakteri pembusuk karena jumlah histamin ikan dipengaruhi jumlah bakteri pada ikan tersebut.

    Kita perlu terus mengkonsumsi ikan mengingat manfaatnya sangat banyak untuk kesehatan tubuh. Manfaat makan ikan antara lain menurunkan kadar kolesterol darah, menurunkan kadar trigliserida darah, meningkatkan kecerdasan anak dan meningkatkan kemampuan akademik, menurunkan risiko kematian karena penyakit jantung, mengurangi gejala rematik, dan menurunkan aktivitas pertumbuhan sel kanker

    Nah, marilah kita manfaatkan ikan dalam menu sehari-hari dengan motto “tiada hari tanpa ikan” supaya keluarga sehat.

  • nhy says:

    kalo alergi mkanan laut itu sperti apa??

  • endah sulistyaningsih says:

    saya tertarik dengan artikel tentang semua hal yang berhubungan dengan kimia,sebagai sumber ilmu pengetahuan

  • endah sulistyaningsih says:

    saya tertarik dengan artikel tentang semua hal yang berhubungan dengan kimia,sebagai sumber ilmu pengetahuan,dan pada alamat ini banyak hal yang dapat kita pelajari dan kita ambil manfaatnya.

  • Budi Swityastuti says:

    saya sering menyimpan ikan yg sdh dibumbui dlm frizer krn alasan praktis,apakah ini mempengaruhi kandungan gizi dlm ikan ? mohon penjelasan !

  • Ada kemasan plastic yang lebih baik dari kemasan lain. Yang paling baik adalah metode pengemasan hampa udara menggunakan plastic tebal macam Cryovac, karena selain sangat rapat, pengemasan ini tidak meninggalkan ruang di antara makanan dan pembungkusnya. Jika masih ada ruang udara di antara makanan dan pembungkus, molekul-molekul air akan pindah ke dinding pembungkus sebelah dalam dan tinggal disana sebagai es, sama dengan kalau molekul-molekul itu pindah ke dinding freezer. Akibatnya, makanan Anda akan tetap menjadi hangus. dan pastinya kurang segar bila di konsumsi

  • Luthfi says:

    @ madon
    sudah dijelaskan di artikel, histamin merupakan asam amino histidin yang berubah menjadi histamin. penanganan ikan yang buruk (tidak menggunakan rantai dingin, dibiarkan pada suhu ruang) mempercepat terjadinya pembentukan histamin.
    dengan demikian, semakin banyak histamin, maka kualitas ikan semakin menurun (buruk).
    tentu saja, sebaiknya ikan yang mengandung histamin ini harus dihindari. di artikel juga sudah dituliskan, batasan maksimal yaitu 8 mg/100 gr ikan.

  • Luthfi says:

    @ Budi Swityastuti
    penyimpanan ikan/daging dalam kondisi dingin atau beku (frozen) dimaksudkan untuk menjaga agar ikan/daging tetap pada kualitas yang baik.
    namun demikian, pada saat akan dimasak, ikan/daging beku tersebut tentu harus dithawing terlebih dahulu.
    pada saat thawing inilah, biasanya zat-zat gizi ikan ikut larut dalam air (terbuang).

    thawing = ikan beku, dinormalkan sehingga bisa untuk dimasak. ada beberapa cara : pemanasan, pembiaran pada suhu ruang dll.

  • sukan says:

    histamin merupakan sebab terjadinya alergi, histamin terdapat pada hewan, tumbuhan, bakteri, termasuk ikan. maka ikan yg akan di konsumsi ada baiknya diolah secara baik dan benar, bagi Yang alergi ikan tertentu yang mengandung histamin sebaiknya dihindari seperti ikan cakalang, tongkol dan lain-lain.

  • ummu says:

    Saya termasuk orang yg apabila makan ikan langsuung deh bentol2 dan gatal. Kira2 anda tau apa aja makanan atau obat yg bisa jd penawar pertama? Klu ke dokter sebaiknya saya bilang alergi atau keracunan histamin? biar obat yang diberikan tepat. Terimakasih

  • effie says:

    waktu sd pernah tu pagi2 mo skolah bibir bengkak, sebelumnya konsumsi ikan, kirain alergi

  • uwonz says:

    wow,,like this buat blog ini,.

  • Dwi Oktaviani says:

    isinya sangat bagus dan bermanfaat,karena di dalamnya membahas tentang kelebihan dan kekurangan dari ikan.

  • al-gozaly says:

    saya juga mengalami apa yg d postkan d atas 5 menit setelah makan ikan kembung kepala saya teras berat sekali seperti yang kena migrain, muka say teras panas dan memerah dan juga badan terasa lemas, saya mengambil inisiatif untuk tidur samapi kurang lebih 30 menit rasa sakit kepala berangsur-angsur reda, pertanyaan saya jika kita mengalami hal tersebut apa yang mesti kita lakukan? dan apakah ada obatnya?trimakasih

  • erwin saputra says:

    Bagaimana cara mnjadi mmber? oya, sudah 2 tahun ini saya kna alergi hanya di wajah saya & kata dokter akibat makanan yg berhistamin tinggi. Hal ini mmbuat sya sangat tidak nyaman… Tolong beri sarannya. Trims

  • Ovha says:

    Dulu saya gatal-gatal hanya makan udang. Tapi sekarang makan ikan apapun gatal-gatal sampai muka saya bengkak dan sangat gatal. Apa penyebabnya,kenapa sekarang lebih parah ?? Itu keracunan histamin atau alergi. Dan setiap saya minum obat dari dokter malah lemas

Beri Komentar

Anda Member Chem-is-try.org? Silahkan login disini
Belum menjadi member? Beri komentar disini:

(wajib)

(wajib) (tidak dipublikasi)





Anda dapat menggunakan tag XHTML berikut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>