Tanpa kita sadari mie instan ringan, makanan ringan, atau pun makanan olahan lainnya – menggunakan sistein sebagai campuran flavor (bahan perasa) atau pun bahan pengempuk pada pembuatan roti – ternyata banyak menggunakan rambut manusia sebagai salah satu sumbernya.
Kalau kita melihat singa memakan temannya sendiri sesama hewan atau hewan lain yang memakan anaknya sendiri , kita akan merasa ngeri dan jijik. Bahkan mengkin menganggapnya sadis. Tetapi, sebenarnya manusia bisa lebih ganas dari itu.
Cerita tentang kanibalisme modern ini sempat mengemuka ketika MUI mempermasalahkan salah satu bahan yang sering digunakan pada industri pangan modern, yaitu asam amino sistein yang banyak digunakan sebagai bahan pengempuk pada pembuatan roti.
Selain itu juga sistein sering dipakai sebagai campuran flavor (bahan perasa), seperti rasa ayam, rasa sapi, rasa baso dan rasa daging-dagingan lainnya yang banyak digunakan pada mie instan, makanan ringan, atau pun makanan olahan lainnya.
Yang jadi masalah adalah, salah satu sumber sistein yang cukup banyak digunakan adalah rambut manusia.
Oleh Komisi Fatwa MUI sebagaimana dilaporkan Jurnal LPPOM – MUI, penggunaan rambut manusia itu dianggap sebagai pelecehan harkat kemanusiaan. Berdasarkan dalil-dalil hukum Islam dinyatakan haram. Karena bila hal ini terjadi, maka manusia dapat dikatakan sebagai pemangsa manusia meskipun secara tidak langsung.
Dengan adanya fatwa MUI ini diharapka kita lebih berhati-hati dalam mengkonsumsi mie instan, makanan ringan atau pun roti, apalagi bila jelas kita mengetahui penggunaan sistein pada panganan olahan tersebut
Sumber : Berita Iptek