Daftar Lupa kata kunci?
Saturday, April 29, 2017 9:30

Beri Rating:

Sebarkan:

  • Lintas Berita Digg Facebook Lintas Berita

Meminimalisasikan Codeine

Kata Kunci: , , ,
Ditulis oleh Awan Ukaya pada 14-09-2010

Para peneliti mengidentifikasikan beberapa enzim yang mengubah codeine menjadi morphine pada tumbuhan opium

PENCIPTA CODEINE Tumbuhan opium membuat codeine (skema, atas) menjadi morphine (skema, bawah) dengan menggunakan suatu enzim yang disebut CODM.

Bahan baku tumbuhan opium dalam pembentukan morphine menghasilkan penghilang rasa sakit lain yang bermanfaat secara farmasi seperti codeine dan thebaine disepanjang pengobatan, namun beberapa enzim biosintesis penting yang terlibat dalam produksi opioid pada tumbuhan telah lama dikesampingkan dalam penelitian.

Sekarang ini, ahli biokimia tumbuhan yaitu Jillian Hagel dan Peter Facchini dari University of Calgary, di Alberta, melaporkan bahwa beberapa gen dari dua enzim yang tidak diketahui sebelumnya terlibat dalam biosintesis morphine, termasuk suatu enzim yang disebut CODM yang mana bertindak pada langkah akhir O-demethylation dimana mengubah codeine menjadi morphine (Nat. Chem. Biol., DOI: 10.1038/nchembio.317).

Penemuan dari gen tersebut dapat mengarahkan kepada metode produksi bidang farmasi codeine, seperti dengan fermentasi mikrobial. Produksi codeine akhir-akhir ini bergantung pada ekstraksi opioids dari tumbuhan opium (Papaver somniferum), yang diikuti oleh modifikasi bahan kimiawi dari noncodeine opioids.

Pekerjaan ini “sangat penting secara ilmu pengetahuan,” komentar Philip Larkin, seorang ahli biokimiawi tumbuhan pada Commonwealth Scientific & Industrial Research Organisation, badan ilmu pengetahuan nasional Australia. “Beberapa gen tersebut telah lama diperlukan.”

Enzim ini yang bertanggung jawab dalam pengubahan codeine menjadi morphine pada tumbuhan opium dianggap sebagai enzim cytochrome P450, akan tetapi penyebab dari langkah O-demethylation berubah menjadi dioxygenase—CODM—sebagai gantinya, kata Facchini.

Ketika Hagel dan Facchini, menggunakan suatu virus, mengurangi penampakan opium pada gen CODM, mereka menaikkan tingkat codeine pada tumbuhan dari 20% menjadi 65% dari total isi alkaloid. Pada saat yang bersamaan, tingkat morphine menurun dari 70% menjadi 15% dari totalnya, catat Facchini.

Cara yang paling mudah untuk mengkomersialisasikan hasilnya adalah merekayasa gen CODM dari tumbuhan opium, sehingga mereka mampu untuk menghasilkan codeine tetapi bukannya morphine. Bagaimanapun, oposisi yang keras terhadap memodifikasi tumbuhan secara genetis, khususnya di Tasmania dan Perancis, kedua supplier opioids bidang farmasi, menghalangi langkah komersialisasi tersebut, catat Facchini. Lebih lanjut, industri opium di Tasmania sudah menaikkan isi codeine pada tumbuhan dengan beberapa keberhasilan “melalui mutasi yang diperoleh secara independent dari perekayasaan genetis,” tambah Larkin.

Sebagai gantinya, Facchini dan Hagel menganjurkan untuk mendapatkan bakteri atau ragi untuk memproduksi codeine dengan perekayasaan biosintesis gen kedalam mikroba barangkali sangat murah dan alternative yang sedikit kontroversial. Insulin akhir-akhir ini dibuat dengan cara seperti ini, dengan sedikit sekali keberatan dari masyarakat umum mengenai produk rekayasa secara genetis. Labih lanjut, dikarenakan opioids dikontrol oleh substansi, maka fermentasi microbial kemungkinan lebih mudah untuk diatur dan diawasi dari pada produksinya pada tanaman.

Artikel ini termasuk kategori: Kimia Pangan dan memiliki 0 Komentar sejauh ini .
Resep Makanan

Anda dapat mengirimkan komentar , atau taut balik dari situs pribadi .

Beri Komentar

Anda Member Chem-is-try.org? Silahkan login disini
Belum menjadi member? Beri komentar disini:

(wajib)

(wajib) (tidak dipublikasi)





Anda dapat menggunakan tag XHTML berikut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>