Daftar Lupa kata kunci?
Friday, September 3, 2010 10:42

Beri Rating:

Sebarkan:

  • Lintas Berita Digg Facebook Lintas Berita

Perisai Yang Membakar Kulit

Ditulis oleh nacha pada 06-11-2009

tabir-suryaDokter kulit mengatakan bahwa krim tabir surya (sun sreen) lotion yang berlabel SPF 30 tidak memblok radiasi berbahaya dia kali tepat di banding yang berlabel SPF 15. Apakah arti pernyataan itu?

Pernyataan dokter tersebut benar. Angka – angka SPF bukan factor yang menyatakan tingkat penyaringan radiasi matahari melainkan menyatakan tingkat perlindungan terhadap radiasi matahari. Perlu diketahui, SPF singkatan dari sun protection factor. Angka –angka yang di berikan bukan mengatakan berapa banyak radiasi yang mereka tahan, melainkan berapa lama kita dapat bertahan di bawah terik matahari sampai kulit kita kemerahan, suatu kondisi yang oleh dokter menyebutnya erythema. Jadi, jelas ini berbeda sekali.

Apabila kita mengolesi tubuh dengan tabir surya ber-SPF 15, kita dapat berada di bawah terik matahari lima belas kali lebih lama daripada bila kita tidak memakainya. Dengan SPF 30, kita dapat tinggal tiga puluh kali lebih lama disbanding jika tidak memakainya. Itu dua kali lebih lama dibandingkan SPF 15. Akan tetapi tabir surya ber-SPF 30 hanya menahan radiasi berbahaya 3% lebih banyak di bandingkan dengan tabir suryaber-SPF 15.

Saya sadar sekali bahwa yang berikut ini barangkali merupakan paragraph paling membingungkan yang pernah kit abaca selain undang – undang tentang pajak penghasilan. Tetapi, saya akan menunjukan bahwa semua itu sangat masuk akal.

Sebelumnya, pertama apakah radiasi – radiasi berbahaya di antara hujan radiasi dari sumber hidup kita? Atom –atom matahari, yang begitu panas (sekitar 54000 derajat Celsius di permukaannya), terus memancarkan hampir seluruh energy yang ada padanya, dari gelombang radio hingga sinar – sinar X. Sinar – sinar X yang berbahaya di saring cukup ketat oleh atmosfer bumi, sedangkan gelombang-gelombang radio yang sampai ke bumi tanpa banyak rintangan tidak lebih berbahaya disbanding gelombang radio yang dipancarkan oleh sebuah pemancar radio hard rock. Berarti yang lainnya tinggal cahaya tampak dan dua macam dua macam radiasi tidak tampak, yakni inframerah, yang menghangatkan kita tetapi tidak membakar kulit kita, dan ulraungu. Yang terakhir ini lah sang panjahat sejati.

Radiasi ultraungu (UV) biasanya dibagi menjadi tiga kawasan energy, yang oleh ilmuwan diberi label A, B, dan C. Kita boleh tidak usah merisaukan ultraungu C(disingkat UVC) karena telah diserap lapisan ozon di atmosfer, yang walaupun terganggu aktifitas manusia, ternyata masih banyak. Maka yang masih perlu kita khawatirkan ketika sedang berjemur adalah UVA dan UVB, yang selain menyebabkan kulit terbakar juga dapat menimbulkan kerusakan kulit permanen dan kanker.

Tabir surya adalah campuran bahan kimia aktif dengan pemakaian seperti kita memakai kosmetik. Molekul – molekul bahan kimia ini secara selektif menyerap radiasi ultraungu, bahkan meskipun hanya dioleskan secara tipis-tipis pada kulit. Pada label kemasan tabir surya, kita akan melihat agen – agen penyerap UVA seperti oktil metoksisinamat dan sinamat – sinamat lainnya, seperti homosalat, oktil salisilat dan padiamat-O, agen – agen penyerap UVA sekaligus UVB seperti oksibenzoat dan benzofenon – benzofenon lain. Bahan kimia yang disebut PABA pernah popular sekali, tetapi sebagian orang tidak tahan karena menimbulkan iritasi pada kulit, maka tidak digunakan lagi.

Baiklah, pelajaran kimia sudah selesai. Namun pastilah kita ingin mampu memahami daftar bahan pada label sebuah produk.

Namun, kita tidak perlu pusing soal nama. Kebanyakan produk mempunyai komposisi bahan kimia ajaib yang dirancang untuk menyerap seluruh tentang energy ultraungu yang membahayakan. Akan tetapi ingat bahwa pengujian yang dilakukan terutama untuk pencegahan kulit terbakar, sementara penelitian terus menemukan energy-energi ultraungu tertentu yang ternyata lebih jahat karena menyebabkan penuaan dini atau kanker. Maka yang paling baik adalah memilih tabir surya “berspektrum lebar” untuk melindungi kulit kita baik dari terbakar maupun dari kemungkinan lebih buruk.

Sekarang kita kembali ke angka-angka SPF yang bagi sebagian orang bisa membingungkan. Rahasianya ada dalam matematika. Tapi sederhana saja. Tidak perlu sampai berkeringat dan kebingunangan.

Misalkan tabir surya merk X menyerap separuh-50%-sinar ultraungu penyebab kulit terbakar. Jelas bahwa kita dapat tinggal di bawah terik matahari dua kali lebih lama daripada biasanya tanpa terbakar. Jika tanpa pelindung biasanya kulit kita baru terbakar setelah satu jam, dengan tabir surya kita dapat berjemur sampai dua jam. Dengan kata lain, SPF tabir surya itu 2.

Sekarang, andaikata tabir surya merk Y menyerap 75% sinar ultraungu, yang berarti kita hanya mendapatkan 25% dari seluruh radiasi. Dalam hal ini kita dapat berjemur empat kali lebih lama dibanding tanpa perlindungan. (100:24=4) Angka SPF dengan demikian adalah 4. Merk Y menyerap radiasi ultraungu hanya 25% lebih banyak dibandingkan merk X, namun angka SPF-nya dua kali lipat :4 dibanding 2 !!

Saya tidak akan meneruskan rumus penurunan aljabar untuk kasus ini (pasti banyak para pembaca yang menghela napas lega..), tetapi kita tetap tentu ingin tahu cara menghitung persentase radiasi yang dapat ditahan oleh tabir surya dengan angka SPF tertentu. Caranya begini :kurangkan 1 dari angka SPF, kalikan dengan 100, kemudian bagi hasilnya dengan angka SPF. Untuk produk dengan SPF 20 misalnya :

20-1=19 ; 19×100 = 1900, lalu 1900:20=95. Berarti kemampuan penyerapan tabir surya itu 95%.

Dengan cara itu, kita dapat membayangkan bahwa tabir surya ber-SPF 15 menyerap 93,3% sinar ultraungu, sedangkan produk yang ber-SPF 30 atau dua kali lipat menyerap 96,7%. Berarti daya serap yang terakhir hanya 3,4% lebih banyak.

Perhatikan bahwa dengan membayar lebih banyak untuk mendapatkan produk ber-SPF lebih tinggi kita hanya diberi tambahan perlindungan beberapa persen lebih banyak dalam hal kadar radiasi. Ini kasus klasik yang dalam istilah ekonomi disebut diminishing returns. Bahkan apabila kita tipe orang dengan kulit akan terbakar setelah berjemur satu jam, kita tidak memerlukan tabir surya dengan SPF lebih dari 30. Rasanya sampai kiamat pun kita tidak akan berjemur sampai 30 jam. Baukan kah matahari masih terbenam pada petang hari?

Perlu di ingat, bahwa Tabir surya ber-SPF 30 memungkinkan kita berjemur dua kali lebih lama dibanding tabir surya ber-SPF 15, tetapi radiasi yang di cegahnya hanya 3%lebih banyak.

Artikel ini termasuk kategori: Kimia Material dan memiliki 0 Komentar sejauh ini.

Komentar dan Ping tidak diijinkan.