Pernah nge-print pakai printer Hewlett-Packard DeskJet, Canon BJC, atau Epson Color Stylus? Hasilnya pasti lebih bagus dari pada printer dot-matrik (yang suaranya berisik seperti mesin ketik itu lho…). Pengin tahu apa sebabnya? Simak yang berikut ini.
Teknologi ‘nge-print’ dengan printer dot-matrik telah mulai banyak ditinggalkan. Kini digantikan oleh teknologi baru yg memiliki kualitas hasil lebih baik, cepat dan relatif lebih tak bersuara, teknologi ink-jet printing. Ink-jet printing adalah proses ‘nge-print’ dimana tinta disemprotkan melalui lubang yg sangat kecil (orifice) untuk membentuk gelembung yang diarahkan ke media sehingga terbentuk gambar.
Pada proses ini salah satu komponen yg menentukan adalah tintanya. Sifat kimia dan formulasi tinta menentukan kualitas gambar yg di-print. Selain itu sifat kimia dan formulasi tinta juga menentukan karakter penyemburan tetesan dan reliabilitas sistem printing. Berbagai jenis tinta telah dikembangkan dan digunakan dalam aplikasi ink-jet. Tinta printer yang secara umum saat ini banyak digunakan adalah dengan pelarut air (aqueous/water-based ink), contohnya seri Hewlett-Packard DeskJet, Canon BJC, dan Epson Color Stylus.
Perilaku tetesan tinta ketika jatuh di atas permukaan kertas biasa bisa dilihat pada gambar di bawah ini. Tinta cenderung menyebar sepanjang serat kertas dan masuk ke dalam ruah (bulk) kertas. Mekanisme pengeringan tinta berbahan dasar air tergantung penetrasi dan absorpsi. Terjadi sedikit penguapan air, tetapi pengeringan dengan cara ini seringkali sangat lambat. Perilaku ini menurunkan kerapatan warna dan resolusi tetesan pada kertas.
Beberapa persyaratan yang harus dipenuhi oleh suatu tinta:
Ok, lalu tinta seperti apa yang memenuhi persyaratan dan parameter tersebut di atas?
Pada umumnya komposisi water-based tinta ink-jet adalah: air deionisasi yang berfungsi sebagai media pembawa dengan konsentrasi sekitar 60-90%, solven yang larut dalam air sebagai humektan atau pengontrol viskositas sebanyak 5-30%, pewarna atau pigmen untuk memberi warna kurang lebih 1-10%, surfaktan sebagai agen pembasah atau penembus sebanyak 0,1-10%, biosida untuk mencegah tumbuhnya materi biologi kurang lebih 0,05-1%, buffer untuk mengontrol pH tinta sebanyak 0,1-0,5%, dan aditif lain misalnya agen chelat, defoamer, solubiliser dan lain-lain dengan konsentrasi >1%. Viskositas tinta ink-jet ini biasanya berada pada daerah 2 sampai 8 cps.
Wah…. ternyata untuk mendapatkan hasil nge-print yang bagus, diperlukan tinta dengan komposisi dan sifat-sifat yang tertentu.
Begitulah…. teknologi akan selalu berkembang untuk kemaslahatan umat kalau kita semua mau berfikir dan belajar. So, jangan pernah berhenti untuk berfikir dan belajar ya….
[...] di atas adalah hasil karya mantan dosenku yang cantik “Bu Dwi”. Baca selengkapnya di link ini atau download disini. Semoga [...]