Logam-logam berat seperti arsenik, kadmium, dan timbal telah dideteksi dalam asap rokok,dengan menunjukkan bahwa unsur-unsur toksik ini bisa merambat sampai jarak berbeda-beda alam aliran udara.
Rokok yang sedang terbakar menghasilkan lebih dari 4000 zat kimia; banyak diantaranya yang bersifat toksik dan sekitar 40 menyebabkan kanker. Senyawa-senyawa ini tetap berada di udara sebagai asap tembakau lingkungan yang dihirup oleh orang lain di kawasan tersebut. Ada dua tipe asap rokok, yaitu: asap rokok utama yang keluar dari mulut perokok dan asap sampingan yang berasal dari ujung rokok yang terbakar.
Ketika meneliti logam-logam berat dalam asap rokok sampingan, para peneliti di perusahaan rokok Philip Morris, US, menemukan tumpukan arsenik dalam cerobong asap yang digunakan dalam tahap pertama pada peralatan mereka. Fenomena ini tidak ditemukan untuk kadmium atau timbal. Mereka menganggap bahwa yang menyebabkan ini terjadi adalah bahwa arsenik bisa menjadi uap cair sedangkan kadmium dan timbal adalah partikulat padat.
Michael Chang dan rekan-rekannya menggunakan sebuah alat yang disebut cerobong "ekor ikan" untuk menyalurkan asap dari sebatang rokok yang sedang terbakar menuju ke sebuah jet impactor yang mengumpulkan asap sebagai kondensat. Asap yang tersisa dilewatkan melalui sebuah saringan ester selulosa campuran untuk mencoba menangkap asap yang tersisa. Beberapa cara dicoba untuk mempersiapkan asap yang telah berkondensasi pada bagian-bagian yang berbeda dari alat. Metode yang terbaik adalah pengambilan sampel adukan, yang melibatkan penggunaan deterjen Triton X-100 dan asam nitrat untuk membuat adukan dengan kondensat asap. Spektroskopi massa berpasangan induktif digunakan untuk menganalisis adukan.
Deposisi persentase total arsenik yang lebih besar (20 persen), dibanding kadmium atau timbal (kurang dari 5 persen) dalam cerobong tersebut menunjukkan bahwa unsur-unsur toksik dalam asap rokok bisa merambat secara berbeda dalam aliran udara dan bisa terdeposisi pada titik-titik berbeda. Para peneliti ini menduga perilaku ini disebabkan oleh perbedaan antara unsur fase padat (partikulat) dan cair (uap).
Disadur dari: http://www.rsc.org/chemistryworld/
Ayahku perokok berat. Sekarang umurnya sudah lebih dari setengah abad, tetep aja merokok.Sudah sering diperingatkan, tapi tak mempan. Dalihnya, “sekarang juga masih sehat.” Memang sih, beliau rajin olah raga dan mengkonsumsi makanan sehat.
Apakah memang hal tersebut dapat mengimbangi racun dari rokok?
qt ud tw kl rokok berbahaya..
tp knp ttep aj di buat mlu..?!!! saya tidak habis pikir dgn para penjual rokok (pabrik rokok) knp mw sukses diatas penderitaan org,n sumber menghancurkan dunia?!!!
yes of course, cigarette is so dangerous for our health. there are many dangerous thing in one cigarette, we must save our health and no used the cigarette. i scare about that~~~



















Just Rigth !!!
Mrokok bkan hnya mrusak tbuh si prokok tp org2 ygad dsktar prokok it jga
Khan lbih bresiko jdi prokok pasif drpada prokok aktif
Slogan Q ” Mrokok = mrampas hak org laen u/hdup shat”
i still thinking until now, why many people especially young generation spent their a lot of money only for cigarette???
there are so much thing that have care on without cigarette. if we try to re-thinking, we should be save our money to invest for school may be, our dream or anything else which more functional…
hopefully INDONESIA “free smoke”, in 1 year or 10 years…