Daftar Lupa kata kunci?
Monday, February 13, 2012 0:24

Beri Rating:

Sebarkan:

  • Lintas Berita Digg Facebook Lintas Berita

Padang Rumput Mengemisikan Gas Rumah-Kaca

Ditulis oleh Soetrisno pada 27-08-2008

Peneliti di Cina telah menemukan bukti tambahan bahwa tumbuh-rumbuhan mengemisikan metana – sebuah gas rumah-kaca potensial – dalam jumlah yang signifikan. Disamping itu temuan-temuan terbaru juga menunjukkan bahwa emisi metana tergantung tidak hanya pada spesies tanaman, tetapi juga pada kondisi dimana mereka tumbuh.

Frank Keppler, dari Max Planck Institute for Nuclear Physichs, Heidelberg, Jerman, pertama kali mengklaim pada bulan Januari 2006 bahwa tumbuh-tumbuhan yang ada di bumi, yang sebelumnya dianggap sebagai penghisap gas rumah kaca berkat kemampuannya menangkap CO2, ternyata mengemisikan jutaan ton metana. Sebagai sebuah gas rumah kaca, metana 20 kali lebih potensial dibanding CO2

Meskipun hasil-hasil yang dilaporkan tidak konsisten, penelitian-penelitian selanjutnya mendukung bahwa tumbuh-tumbuhan bisa mengemisikan gas rumah-kaca – tetapi emisi tersebut tergantung pada spesies tanaman. Pada bulan November 2007, Zhi-Ping Wang dari Akademi Sains Cina, Beijing, dan rekan-rekannya menunjukkan emisi metana dari 44 spesies tanaman yang berasal dari padang rumput bersuhu sedang di Mongolia Pusat. Meski tak satupun dari 35 spesies tumbuhan herba yang diteliti menghasilkan metana, namun tujuh dari sembilan spesies semak benar-benar mengemisikan gas metana.

Akan tetapi, penelitian terbaru yang dilakukan oleh Xingliang Xu dan rekan-rekannya di Akademi Sains Cina bertentangan dengan temuan tersebut. Dengan meneliti kawasan padang rumput di pegunungan Tibet, Xu menemukan bahwa spesies semak menyerap metana dari udara, sedangkan dua spesies rumput herba adalah pengemisi gas metana, yang menghasilkan sebagian besar metana di atmosfir kawasan tersebut.

Tetapi Keppler mengatakan dia tidak setuju kalau penelitian-penelitian ini dikatakan bertentangan, dan menunjuk pada lingkungan alami yang berbeda dimana tanaman tumbuh. "Ini hanya menunjukkan bagaimana kompleksnya sistem tanaman hidup," kata Keppler ke Chemistry World. "Sekarang kita tahu bahwa tingkat emisi yang berbeda tidak hanya tergantung pada spesies tanaman tetapi juga kondisi lingkungan dan faktor gangguan".

Keppler saat ini sedang meneliti mekanisme yang digunakan tanaman untuk menghasilkan metana, dan baru-baru ini dia menggunakan kajian-kajian isotop untuk menunjukkan bahwa pektin tanaman, yang merupakan sebuah komponen penting dari semua spesies tumbuhan daratan, bisa melepaskan metana jika terpapar terhadap panas atau sinar UV. "Saya pikir sekarang ini kita sangat perlu meneliti mekanisme yang digunakan tanaman hidup untuk mengemisikan metana, sehingga kita bisa menjelaskan lebih banyak mengapa tanaman menghasilkannya," kata dia.

Disadur dari: http://www.rsc.org/chemistryworld/

Kata Pencarian Artikel ini:

padang rumput, makalah padang rumput, artikel padang rumput, gambar padang rumput, padang rumput indonesia, penelitian gas rumah kaca, resume tentang padang rumput, tumbuhan di padang rumput
Artikel ini termasuk kategori: Kimia Lingkungan dan memiliki 0 Komentar sejauh ini .
Promo Sedapur.com

Anda dapat mengirimkan komentar , atau taut balik dari situs pribadi .

Beri Komentar

Anda Member Chem-is-try.org? Silahkan login disini
Belum menjadi member? Beri komentar disini:

(wajib)

(wajib) (tidak dipublikasi)





Anda dapat menggunakan tag XHTML berikut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>