Daftar Lupa kata kunci?
Thursday, August 21, 2014 23:58

Beri Rating:

Sebarkan:

  • Lintas Berita Digg Facebook Lintas Berita

Indonesia sebagai Lumbung Bioenergi Dunia

Ditulis oleh Ibrahim pada 13-11-2007

Perkembangan penelitian di bidang bioenergi, bukanlah barang baru di dunia ini. Penjajakan peluang aplikasi bioenergi untuk di industrialisasi telah lama didengungkan, dan sekarang telah memasuki tahapan produksi secara massal dan siap di komersialisasikan. Diharapkan dalam beberapa tahun mendatang, bioenergi akan menjadi alternatif dan mampu bersaing dengan minyak dan gas bumi (migas) dalam mempertahankan ketahanan energi di dunia.

Indonesia dengan kekayaan alamnya yang melimpah, mempunyai potensi untuk menjadi lumbung bioenergi dunia. Potensi yang benar-benar tidak dapat diabaikan adalah tersedianya lahan yang luas untuk membudidayakan tanaman-tanaman yang potensial sebagai sumber bahan baku bioenergi. Disini yang dimaksud bioenergi sudah termasuk pemanfaatan biomassa, biodiesel, bioetanol, dan biogas sebagai sumber energi alternatif.

Biomassa

Biomassa merupakan bahan hayati yang biasanya dianggap sebagai sampah dan sering dimusnahkan dengan cara di bakar. Terkadang kita tidak tahu bahwa banyak hal yang bisa dimanfaatkan dari sisa-sisa makanan atau barang yang kita anggap sebagai sampah. Biomassa tersebut dapat diolah menjadi bioarang, yang merupakan bahan bakar yang memiliki nilai kalor yang cukup tinggi dan dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, saat ini sedang digencarkan pemanfaatan sampah sebagai bahan baku dalam teknologi biomassa untuk diolah sehingga dapat digunakan sebagai sumber energi. Atau batok kelapa sawit yang dijadikan briket yang saat ini pengembangannya mulai dilirik oleh para peneliti.

Biodiesel

Penelitian di bidang biodiesel sejauh ini terus berkembang dengan memanfaatkan beragam lemak nabati dan hewani untuk mendapatkan bahan bakar hayati (biofuel) dan dapat diperbaharui (renewable). Biodiesel merupakan bahan bakar yang memiliki sifat menyerupai minyak diesel/solar. Bahan bakar ini ramah lingkungan karena menghasilkan emisi gas buang yang jauh lebih baik dibandingkan dengan diesel/solar, yaitu bebas sulfur, bilangan asap (smoke number) yang rendah, memiliki cetane number yang lebih tinggi, pembakaran lebih sempurna, memiliki sifat pelumasan terhadap piston mesin dan dapat terurai (biodegradable) sehingga tidak menghasilkan racun (non toxic).

Pembuatan biodiesel dari minyak nabati dilakukan dengan mengkonversi trigliserida (komponen utama minyak nabati) menjadi metil ester asam lemak, dengan memanfaatkan katalis pada proses metanolisis/esterifikasi. Di Indonesia, potensi bahan baku biodiesel sangat melimpah. Saat ini Indonesia adalah negara penghasil minyak nabati terbesar di dunia, bahan baku minyak nabati meliputi asam lemak dari kelapa sawit, jarak pagar, kelapa, sirsak, srikaya, kapuk, dan alga.

Bioetanol

Untuk menganti premium, alternatifnya adalah gasohol (gasoline-alkohol) yang merupakan campuran antara bensin dan bioetanol. Bioetanol bersumber dari karbohidrat yang potensial sebagai bahan baku seperti jagung, ubi kayu, ubi jalar, sagu, dan tebu. Dari beberapa bahan baku tersebut, diketahui bahwa tanaman jagung merupakan pakan unggulan untuk bahan utama bioetanol karena selain dari segi ekonomis tergolong murah, jumlah hasil bioetanol yang dihasilkan jagung ternyata lebih besar diantara tanaman lain.

Setelah bahan baku diatas melalui proses fermentasi, dihasilkanlah etanol. Dan dari etanol dapat dibuat etanol 99,5% atau fuel grade ethanol yang bisa digunakan untuk campuran gasohol. Di dalam etanol, terdapat 35% oksigen yang dapat meningkatkan efisiensi pembakaran mesin dan juga meningkatkan angka oktan seperti zat aditif Methyl Tertiary Buthyl Ether (MTBE) dan Tetra Ethyl Lead (TEL). Selain itu, etanol juga bisa terurai sehingga dapat mengurangi emisi gas buang berbahaya.

Biogas

Peluang pengembangan bioenergi khususnya biogas, juga dimungkinkan untuk berkembang di Indonesia baik untuk aplikasi industri skala kecil dan menengah. Berbagai sampah organik dan limbah-limbah agroindustri merupakan bahan baku yang potensial untuk diolah menjadi biogas melalui pemanfaatan teknologi anaerobik. Pada prinsipnya, teknologi anaerobik adalah proses dekomposisi biomassa secara mikrobiologis dalam kondisi anaerobik (tanpa oksigen).

Secara garis besar bahan baku yang diperlukan adalah biomassa (residu mahluk hidup), mikroorganisme, dan air. Produk utama dari biogas ini adalah gas metana dan pupuk organik. Gas metana telah dikenal luas sebagai bahan baku ramah lingkungan, karena dapat terbakar sempurna sehingga tidak menghasilkan asap yang bepengaruh buruk terhadap kualitas udara. Karena sifatnya tersebut, gas metana merupakan gas yang bernilai ekonomis tinggi dan dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan mulai dari memasak, hingga penggerak turbin pembangkit listrik tenaga uap.

Penutup

Menilik pada potensi negara Indonesia yang besar terutama untuk ketersediaan bahan baku, sudah sepantasnya negara Indonesia berani memproklamirkan diri sebagai negara lumbung bioenergi dunia. Berbagai tantangan kedepannya dalam pengembangan bioenergi ini, terutama pada aspek modal/investasi, perangkat hukum, pengembangan teknologi, permasalahan hambatan sosial, dan keterbatasan pasar dan penguna, hendaknya menjadi komitmen dan tanggung jawab bersama pemerintah, masyarakat, dan pihak-pihak terkait untuk mencari solusinya. Diharapkan dalam beberapa dekade ke depan, Indonesia dapat menjadi macan dunia dalam bidang energi. Dalam mencapai harapan tersebut, harus disadari bahwa keberhasilan tidak datang dengan sendirinya, tetapi merupakan hasil kerja keras dari semua pihak/stakeholders.

Daftar Pustaka

  • Beni Hermawan, Lailatul Q, Candrarini P, Sinly Evan P. 2007. Sampah Organik sebagai Bahan Baku Biogas. Situs Web Kimia Indonesia.
  • Hernawati, Sinly Evan Putra, Ibrahim. 2007. Bioenergi Sedang Naik Daun. Majalah Natural Edisi 12/Thn VIII/Agustus 2007. Bandar Lampung.
  • Ibrahim. 2007. Potensi Energi Terbarukan di Indonesia. Majalah Natural Edisi 12/Thn VIII/Agustus 2007. Bandar Lampung.
  • Ibrahim. 2007. Gasohol, Energi Ramah Lingkungan. Majalah Natural Edisi 12/Thn VIII/Agustus 2007. Bandar Lampung.
  • Ibrahim. 2007. Lampung sebagai Lumbung Energi Alternatif Nasional. Majalah Natural Edisi 12/Thn VIII/Agustus 2007. Bandar Lampung.
  • Sinly Evan Putra. 2005. Konservasi dan Diversifikasi Energi, Solusi Mengatasi Krisis Energi dan Pencemaran Udara di Indonesia. Karya Ilmiah Mahasiswa Bidang Lingkungan Hidup. Universitas Lampung.
  • Wasinton Simanjutak. 2007. Teknologi Anaerobik untuk Pemanfaatan Sampah dan Limbah Agroindustri. Majalah Natural Edisi 12/Thn VIII/Agustus 2007. Bandar Lampung.

Kata Pencarian Artikel ini:

bioenergi, bioenergi indonesia, cara pembuatan bio energi sederhana
Artikel ini termasuk kategori: Kimia Lingkungan dan memiliki 5 Komentar sejauh ini .
Resep Makanan

Anda dapat mengirimkan komentar , atau taut balik dari situs pribadi .

5 Komentar untuk “Indonesia sebagai Lumbung Bioenergi Dunia”

  • Lita says:

    keren!
    asal nggak dipatenkan orang luar aja kalii yaa

  • herayadi says:

    aku merasa wawasan aku tentang bio energi lebih luas…
    karena adanya websait ini…
    trimakasih…

  • Undang Setiawan.S.Pd. says:

    Cukup bagus mohon informasi tambahan cara pengolahan biji sawit yang dpt digunakan untuk bahan bioenergi bahan bakar nabati.

  • madon says:

    Cara pembuatan biodiesel dr minyak sawit, cukup sederhana dan gampang, bahan baku minyak sawit yang di sebut dg triglyserida di reaksikan dg metanol dg bantuan katalis NaOH (COUSTIC SODA ) pada temperatur 60 degC selama 2-3 jam, Hasil nya adalah methyl ester dan glycerine, Pisah kan glyserine nya dan methyl esternya di cuci dg air ,terakhir keringkan dari air, jadilah yang di sebut Biodiesel.
    formula :
    minyak sawit : 1000 ml
    mathanol 20% : 200 ml
    NaOH 0.5% : 5 gram

  • elyazar manuhuwa says:

    saya dosen di salah satu universitas negeri di tanah air. sedang mengasuh mata kuliah bioenergi hutan di paska sarjana. melalui para pemerhati energi indonesia banyak dapat diperoleh info dan kegiatan dari masalah energi yg kiranya dapat membantu masyarakat dan pemerintah dalam mengatasi dampak energi fosil yg telah merusak bumi, tanah, air dan udara serta lingkungan. sangat diharapkan adanya kontribusi pakar, swasta, pemerintah dan masyarakat untuk solusi jalan keluar demi perbaikan sumber daya alam nasional dan mewariskan alam sekitar kita yg lebih baik bagi anak cucu dimasa yg akan datang.

Beri Komentar

Anda Member Chem-is-try.org? Silahkan login disini
Belum menjadi member? Beri komentar disini:

(wajib)

(wajib) (tidak dipublikasi)





Anda dapat menggunakan tag XHTML berikut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>