Daftar Lupa kata kunci?
Friday, May 26, 2017 11:24

Beri Rating:

Sebarkan:

  • Lintas Berita Digg Facebook Lintas Berita

Tawon penggali beewolf menggunakan anti biotik bakterial untuk melindungi keturunannya

Kata Kunci: , , ,
Ditulis oleh Awan Ukaya pada 21-04-2010

Bakteri untuk penanaman pada salah satu antenannya kelihatan seperti hiburan eksentrik bagi tawon penggali beewolf, Philanthus triangulum, namun penelitian yang baru mengungkapkan bahwa serangga menumbuhkan kelompok microbial untuk melindungi keturunan mereka dari pathogen yang menular.

Sesaat sebelum menetaskan telurnya, seekor tawon beewolf betina menggunakan kultur  Streptomyces pada antenannya sebagai suatu cat untuk melindungi dinding pada perawatan bawah tanah dimana dia menetaskan telurnya. Bakteri Streptomyces menghasilkan cocktail dari sembilan antibiotik yang melindungi larva dimana pada akhirnya menetaskan dari telur-telur tersebut “dengan cara yang serupa dalam terapi kombinasi yang digunakan pada pengobatan pada manusia,” kata Aleš Svatoš pada Max Planck Institute for Chemical Ecology, di Jena, Jerman, yang memimpin penelitian bersama-sama dengan Johannes Kroiss dan Martin Kaltenpoth (Nat. Chem. Biol., DOI: 10.10381nchembio.331).

Antibiotik yang dihasilkan oleh bakteri symbiotik, terdiri dari steptochlorin dan delapan turunan piericidin, “mungkin satu-satunya sesuatu yang aktif sendiri namun saat kombinasi sangatlah potensial ” melawan bakteri patogenik dan jamur yang tinggal di tanah yang sama dimana tawon tersebut menggali tempat perawatan bawah tanah mereka, komentar John A. Pickett, seorang ahli biologi kimiawi pada Rothamsted Research, sebuah pusat penelitian agrikultur di Harpenden, Inggris.

Sebagai tambahan dalam menyediakan suatu penjelasan kimiawi bagi hubungan simbiotik antara  tawon dan bakteri, studi ini melibatkan suatu langkah analitikal yang “cerdik” dimana dapat berguna bagi penelitian ekologi kimiawi lainnya, tambah Pickett. Secara khusus, tim ini membuat pengukuran in situ dengan menggunakan pencitraan spectrometry massa untuk memonitor tingkat antibiotic yang dihasilkan oleh bakteri yang mendiami kepompong yang mengelilingi setiap larva yang berkembang pada perawatannya.

Para peneliti normalnya akan mengambil sample dari bakteri simbiotik, yang dikembangkan di laboratorium, dan menguji antibiotic apa yang dihasilkan oleh bakteri atau melakukan analisa  genome untuk melihat bahan kimiawi apa yang bakteria mampu memproduksi, komentar Jon Clardy, seorang ahli kimia produk alamiah pada Harvard Medical School. Pada pekerjaan baru ini, para peneliti mampu untuk menganalisa “sampel yang relevan secara ekologikal,” katanya.

Langkah selanjutnya adalah mempertibangkan dengan sebaik-baiknya sebenarnya apa yang didapat bakteri dari hubungannya denga tawon tersebut, kata Kaltenpoth. Bakteri kemungkinan menerima beberapa bahan bergizi pada kelenjar antena tawon, katanya, karena bakteri tumbuh sangat cepat sesaat mereka telah mendiami kelenjar antenna sebelah kanan setelah tawon tersebut menembus melalui kepompong. Tim peneliti juga merencanakan untuk mengevaluasi apakah metode simbiotik dari perawatan yang melindungi digunakan oleh spesies tawon lainnya juga.

Artikel ini termasuk kategori: Kimia Anorganik dan memiliki 0 Komentar sejauh ini .
Resep Makanan

Anda dapat mengirimkan komentar , atau taut balik dari situs pribadi .

Beri Komentar

Anda Member Chem-is-try.org? Silahkan login disini
Belum menjadi member? Beri komentar disini:

(wajib)

(wajib) (tidak dipublikasi)





Anda dapat menggunakan tag XHTML berikut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>