Hidrogen menawarkan keuntungan sebagai sumber energi yang ramah lingkungan dan tanpa polusi. Hidrogen paling banyak diproduksi dari gas alam (48%), dan merupakan elemen paling ringan di dunia (berat atom = 1 g/mol), sehingga kemampuan difusinya sangat tinggi. Bisa juga digunakan sebagai bahan bakar reaktor fusi (masih tahap pengembangan), dan sebagai sumber bahan baku pembuatan HidroCarbon (BBM Sintetis). Salah satu kendala untuk produksi hidrogen adalah sumber gas alam sendiri adalah sumber energi yang tak dapat diperbaharui, cadangannya pun semakin menipis, dan harganya terus naik, apakah ada cara lain untuk mendapatkan hidrogen? Bagaimana mendapatkannya? Banyak caranya, diantaranya dengan elektrolisis air, namun kendalanya adalah biaya yang sangat mahal. Apakah ada cara lainnya… Ada, yaitu dengan Natrium/Sodium.
Natrium banyak tersedia dan melimpah jumlahnya di lautan Bumi sebagai NaCl (garam), Natrium adalah elemen yang sangat reaktif, biaya produksi natrium pada tahun 1997 adalah US$ 0.30/kg – US$0.45/kg, cukup murah. Pada kondisi standar, logam natrium jika direaksikan dengan air akan menghasilkan gas hidrogen dengan reaksi sebagai berikut:
2Na + 2H2O → 2NaOH + H2 …………………………..(1) Eksotermal
2H2 + O2 → 2H2O ……………………………….(2) Autoignition
Reaksi tersebut bersifat eksotermal yang menghasilkan panas, sehingga gas hidrogen secara otomatis terbakar, ini disebabkan karena gas hidrogen mengalami proses autoignition akibat perpindahan panas dari reaksi ke lingkungan. Yang menjadi pertanyaan adalah, apakah mungkin gas hidrogen dari reaksi ini dipanen? Jawabnya mungkin…
Gas Hidrogen memiliki Flammability Limit dengan kisaran volume 4 – 75 % di udara, dan memiliki Autoignition Point pada suhu 585 0C, reaksi pembakaran selalu membutuhkan oksigen, begitu juga dengan Hidrogen, dengan reaksi sebagai berikut:
2H2 + O2 → 2H2O ……………………………….(3)
Proses Autoignition Hidrogen pada reaksi Natrium dengan Air dapat dicegah dengan cara menyingkirkan oksigen pada sistem tertutup sehingga Flammability Limit dan Autoignition tidak berlaku, bagaimana caranya? Dengan metode hampa dan gas inert (Nitrogen).
Nitrogen memiliki titik didih pada -195.79 0C, pada kondisi cair nitrogen memilki suhu dibawah – 195.79 0C. Pelepasan gas nitrogen secara cepat kedalam sistem tertutup dapat menggantikan posisi oksigen. Pada kondisi standar, suhu kamar 25 0C, Nitrogen cair akan mendidih dengan sangat cepat, tuangkan nitrogen cair (suhu < – 196 0C) dari tabungnya kedalam wadah logam (yang bersuhu + 25 0C), maka nitrogen cair akan mendidih dengan sangat cepat namun tidak lama, bisa ditambahkan air agar lebih lama mendidihnya, gas inilah yang akan dimanfaatkan untuk menyingkirkan oksigen.
Pada saat kondisi sistem (tertutup) telah dihampakan (vacum), segera isi dengan gas nitrogen, kemudian reaksikan natrium dengan air, akan menghasilkan gas hidrogen dan natrium hidroksida (produk samping), karena berada pada kondisi inert, reaksi autoignition hidrogen bisa dicegah, sekalipun efek eksotermall terus terjadi. Karena berat atom hidrogen = 1, maka hidrogen akan selalu mengisi ruang yang paling atas, difusifitasnya pun sangat cepat, tidak lupa juga hidrogen harus melewati kondensor agar suhunya turun (akibat proses eksotermal), setelah dingin bisa dikumpulkan dan dikompresi lalu hidrogen siap dipanen, sehingga proses ini memungkinkan untuk dilakukan.
Bisa juga untuk menurunkan efek eksotermalnya, sebelum direaksikan natrium dicelupkan dulu ke nitrogen cair ( < – 195.79 0C), baru kemudian direaksikan dengan air, diharapkan efek eksotermalnya sedikit berkurang karena suhu natrium yang berada pada kisaran – 195 0C.
Selain itu produk sampingnya yang berupa NaOH memiliki nilai jual juga, sehingga proses ini sangat menguntungkan.
bagaimanakah cara mangolah nitrogen menjadi bahan bakar.
kemudian dari mana nitrogen di dapat sedangkan udara di langit ada bermacam macam& bagai mana cara mengetahui bahwa gas tersebut gas nitrogen.tolong balas secepatnya di e-mail saya y?saya butuh balasan anda as soon as posible
gas nitrogen tidak bisa dijadikan bahan bakar, karena bersifat inert. Nitrogen kita dapatkan dari proses pembelian pak, jadi kita tidak olah sendiri (rumit prosesnya)
Trima kasih.
Donny
Oohh…crak hidrogen ya?gw pernah bikin dan sekrng udah di apply ke motor and mobil gw (Kanzen 100cc and glant metik v6 200cc) dan hasilnya WoW… motor 1liter bensin bisa diatas 80km mobil lebih gila lg 10 liter bensin bisa Jakrta – Bandung dengan rata2 kecepatan 100Km/jam sampai 160 Km/jam bs lebih.isi dari larutannya air murni/aquades/Air Aki dikasih soda api trs disambung ke rangkaian relay positiv…
kawan-kawan, saya mau nanya………..hidrogen berubah menjadi bentuk cair pada suhu&tekanan berapa??
thanks
sebenarnya lebih hemat yang mana
menggunakan hidrogen murni (cair) yang disimpan dalam tangki lalu digunakan sebagai bahan bakar (hidrogen diperoleh dengan cara diatas)
atau tanpa ada tangki hidrogen yang mana kita mengalirkan langsung hidrogen yang dihasilkan dari elektrolisis larutan basa (KOH) ke dalam mesin (energi brown).
harap kalau mau jawab ni koment tidak pake acara berat sebelah harus benar-benar fakta
Kelebihan teknologi dekomposisi ini adalah menghasilkan by product berupa NaOH yang harganya cukup mahal… Jadi produknya ada 2, Hidrogen dan NaOH. Kalo semuanya dijumlahkan dan dijual lalu dibandingkan dengan harga energi brown yang bisa langsung dipakai dengan mereaksikan hidrogen & oksigen secara langsung saya belum bisa kasi informasi harganya..Thanks
Donny Jaya
bagaimana cara memperoleh Logam Na dengan reaksi kimia….. atau kalau beli ke mana….karena ke toko kimia biasa tak ada……
bahan apa yg bgus dan gampang di dapat untuk elektroda h2o
yang paling mudah pake carbon murni. bisa ambil batang carbon yang ada di dalam batu baterai bekas, dikupas dulu baterainya. bisa untuk anoda dan katoda.
terima kasih
donny jaya
salam, Apakah memungkinkan mengurai h2 dari dari h2o, mengingat energi ionnisasinya secara elektrolisis telah diketehui dan secra teori energi penguraian ini bisa disepadan dengan energi dari spektrum gelombang elektromagnetik.
jawabnya bisa…
terima kasih
donny jaya